Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Tinjau Proyek UIII, Wapres JK Terima Aduan Lambatnya Proses Pembangunan

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:27 WIB
Tinjau Proyek UIII, Wapres JK Terima Aduan Lambatnya Proses Pembangunan
Wapres JK Tinjau Proyek Pembangunan UIII. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau pembangunan tahap I Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Jalan Pemancar RRI Jalan Raya Bogor, Sukamajaya, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019). Dalam tinjauannya itu JK mendengarkan sejumlah keluhan di balik lambatnya pembangunan tahap I.

JK tiba di lokasi sekitar pukul 08.33 WIB didampingi oleh Menteri PAN-RB Syafruddin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Titik pertama yang JK kunjungi ialah lokasi pembangunan untuk area sarana dan prasarana dalam kampus.

Dari keterangan yang disampaikan oleh pihak kontraktor, pembangunan UIII baru mencapai tahap 40 persen.

"Mungkin bapak lihat tower ini kita baru bisa kerjakan spot-spot yang harus dibenarkan. Lalu ketiga pekerjaan drainase, di samping jalan warna biru ini karena permasalahan tower-tower ada," kata salah satu pihak dari kontraktor PT Brantas Abipraya kepada JK.

Tower yang dimaksud ialah merupakan tower pemancar sinyal yang berdiri di tengah-tengah area pembangunan kampus UIII.

Kemudian JK melanjutkan tinjauan ke titik kedua yakni konstruksi pembangunan perumahan dosen, asrama mahasiswa dan rehabilitasi bangunan MEP. Rencananya di luas bangunan 12.532,96 meter itu akan dibangun 224 kamar untuk non difabel dan 16 kamar untuk difabel.

Untuk pembangunan perumahan dosen dan asrama mahasiswa yang sedang dibangun oleh PT Wijaya Karya, anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 154,3 miliar.

Saat itu JK sempat bertanya soal konstruksi pembangunan asrama mahasiswa.

baca juga

"Ini asrama dan ruangan?" tanya JK.

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang masuk ke dalam proyek strategis nasional dengan dibantu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan) dan disaksikan Menristek Dikti M Nasir (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6).
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang masuk ke dalam proyek strategis nasional dengan dibantu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan) dan disaksikan Menristek Dikti M Nasir (kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6).

"Iya asrama dan ruangannya ini, pak. Kita sudah selesaikan beberapa unit juga, satu ruangan itu 15 meter untuk satu mahasiswa dan ada balkon 4 meter persegi. Itu juga sudah cukup nyaman," ujar Yulianto.

Setelah itu, JK lanjut meninjau titik ketiga yakni pembangunan gedung rektorat, gedung fakultas, dan kawasan tiga pilar Kampus UIII.

Untuk pembangunan tersebut dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Pembangunan itu rencananya akan dibangun gedung rektorat dengan luas 2.344 meter persegi dan gedung fakultas 4.889 meter persegi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018).

Rencana pembangunan Kampus UIII, kata Jokowi, sudah dirancang selama dua tahun lalu. Namun, peletakan batu pertama baru bisa dilakukan hari ini karena pemerintah sulit mendapatkan lokasi yang pas.

"Permintaan saya saat itu minta lahan 1.000 hektar tapi sangat sulit sekali di Jawa. Saya sarankan di luar Jawa, semua tim sampaikan tak setuju. Ya sudah carikan di Jawa yang mendekati 1.000 ternyata kita dapat lahan 142 hektar," ujar Jokowi di lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Museum Nabi Muhammad SAW akan Dibangun di Depok, Wali Kota Syaratkan Ini

Museum Nabi Muhammad SAW akan Dibangun di Depok, Wali Kota Syaratkan Ini

Jabar | Senin, 12 Agustus 2019 | 17:53 WIB

Suku Bunga Acuan Masih Tinggi, JK Minta BI Berkaca ke Krisis 98

Suku Bunga Acuan Masih Tinggi, JK Minta BI Berkaca ke Krisis 98

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 15:58 WIB

Museum Sejarah Nabi Muhammad Akan Dibangun UIII Depok

Museum Sejarah Nabi Muhammad Akan Dibangun UIII Depok

News | Kamis, 01 Agustus 2019 | 19:52 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×