Kementan : Frekuensi Ekspor 2019 di Riau Meningkat hingga 38,8 Persen

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 04 Oktober 2019 | 08:37 WIB
Kementan : Frekuensi Ekspor 2019 di Riau Meningkat hingga 38,8 Persen
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, saat melakukan monitoring tempat pemeriksaan lain karantina, di gudang pemilik industri olahan tembakau di Batam, Kamis (3/10/2019). (Dok : Kementan)

Suara.com - Kinerja ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Kepulauan Riau, terutama yang melalui unit pelaksana teknis Karantina Batam di triwulan ke-3 2019 menunjukkan tren peningkatan. Frekuensi ekspor tercatat meningkat hingga 38,8 persen, yaitu sebanyak 2.102 kali pada 2019, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.515 kali pada periode yang sama.

"Kami mengapresiasi kinerja ekspor produk pertanian asal Batam. Apalagi yang diekspor bukan produk mentah, tapi sudah diolah, sehingga dapat memberi nilai tambah, " kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, saat melakukan monitoring tempat pemeriksaan lain karantina, di gudang pemilik industri olahan tembakau di Batam, Kamis (3/10/2019).

Menurut Jamil, sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor, pihaknya memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian berupa Surat Kesehatan, baik bagi tumbuhan dan hewan. Untuk mempercepat proses bisnis ekspornya, rangkaian tindakan pemeriksaan karantina dilakukan di gudang pemilik.

Selain untuk mempercepat waktu arus barang saat di pengiriman, pemeriksaan dapat lebih efektif dan akurat karena dilakukan sebelum produk di kemas.

"Ini sesuai dengan instruksi Mentan, Barantan selaku fasilitator perdagangan pertanian harus mengawal eksportir, mempermudah dan memberi layanan 'karpet merah'," tambah Jamil.

Tren Peningkatan Indikator Ekspor
Upaya percepatan layanan yang diberikan, baik Barantan maupun oleh instansi terkait telah membuahkan hasil. Hal ini terlihat selain dari peningkatan frekuensi eksportasi, beberapa tolok ukur capaian ekspor juga mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan.

Jumlah eksportir komoditas pertanian meningkat dari 408 pelaku pada tahun lalu, kini menjadi 447 pelaku atau naik sekitar 9,6 persen. Sisi keberagaman produk juga mengalami peningkatan sebesar 24,1 persen, dari 224 komoditas, menjadi 278 produk.

Sedangkan tonase ekspor komoditas pertanian dari Kepulauan Riau yang disertifikasi Karantina Batam juga meningkat 4,5 persen, yaitu 438,5 ton hingga September tahun ini, atau setara dengan Rp 13,4 triliun.

"Memang ini membanggakan, namun tolak ukur yang sesungguhnya adalah kesejahteraan petani. Kami mengajak agar ini terus dikembangkan, terutama dengan menjaga 3K yaitu, menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas," terang Jamil.

baca juga

Peningkatan Margin Ekspor
Ia kembali mengingatkan, pemerintah daerah dan instansi terkait sebaiknya mulai mengembangkan dan menarik investor agar bisa membantu melakukan pengolahan komoditas pertanian setidaknya menjadi barang setengah jadi. Seperti ekspor serabut kelapa, yang ia lepas pada hari itu.

"Ini sudah benar. Jangan lagi ekspor kelapa dalam bentuk bulat lagi, rugi kita. Semua bisa diambil, serabutnya, airnya, batoknya, santan, minyak, ampas, nah kalau bisa dijadikan itu, supaya menambah margin keuntungannya," jelasnya.

Pada saat yang sama, Jamil juga melepas ekspor berbagai komoditas pertanian dengan total 428,9 ton, atau senilai Rp 4,4 miliar.

Pelepasan ekspor yang dihadiri oleh Walikota Batam tersebut diantaranya meliputi komoditas tembakau tujuan Vietnam, bubuk kakao tujuan Rusia, serabut kelapa dan rumput laut tujuan Tiongkok dan kelapa bulat tujuan Tiongkok, Malaysia dan Thailand.

Pelepasan ekspor tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian phytosanitary certificate dari karantina ke eksportir sebagai jaminan kesehatan produk, sekaligus persyaratan SPS (sanitary and phytosanitari) dari negara tujuan.

Jhoni Anwar, Kepala Karantina Pertanian Batam, yang juga mendampingi kegiatan tersebut juga menjelaskan, berdasarkan data otomasi barantan IQFAST, peningkatan ekspor yang melalui wilayah kerjanya meliputi berbagai sektor, diantaranya sektor perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan.

Senada dengan Kepala Barantan, Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi menyatakan, pihaknya akan mengoptimalkan kinerja SKPD yang ada di bawahnya, agar bisa mendorong adanya investasi dibidang pertanian. Ia menyebut, jika ada hambatan maka eksportir diminta menghubunginya langsung, bahkan lewat pesan singkat langsung ke nomor pribadinya.

Kepala Barantan berharap, dengan adanya ekspor capaian ekspor komoditas pertanian tersebut, masyarakat tidak hanya mengerti, namun bisa mengambil bagian terutama untuk menjadi eksportir diberbagai bidang atau sektor pertanian.

"Kita punya banyak program dan inovasi, ada Agro Gemilang, sistem in Line Inspection, e-cert dan lain-lain. Silakan itu dimanfaatkan dan dioptimalkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Dorong Penanaman Manggis untuk Konservasi dan Kurangi Emisi Karbon

Kementan Dorong Penanaman Manggis untuk Konservasi dan Kurangi Emisi Karbon

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2019 | 09:46 WIB

Kementan : Mekanisasi Pertanian Dinilai Bisa Cegah Karhutla

Kementan : Mekanisasi Pertanian Dinilai Bisa Cegah Karhutla

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2019 | 08:55 WIB

Sudah Saatnya Pemerintah Terapkan Bioteknologi di Bidang Pangan

Sudah Saatnya Pemerintah Terapkan Bioteknologi di Bidang Pangan

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 16:32 WIB

Wujudkan Swasembada Gula, Kementan Telah Mereformasi Perizinan

Wujudkan Swasembada Gula, Kementan Telah Mereformasi Perizinan

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 09:32 WIB

Pupuk Subsidi hanya untuk Petani yang Tergabung dalam Kelompok Tani

Pupuk Subsidi hanya untuk Petani yang Tergabung dalam Kelompok Tani

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 05:54 WIB

Kementan :  Kebijakan Pengelolaan Anggaran Belanja Terbukti Produktif

Kementan : Kebijakan Pengelolaan Anggaran Belanja Terbukti Produktif

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2019 | 05:26 WIB

Terkini

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

×