Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Kementan Tingkatkan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai secara Khusus

Fabiola Febrinastri

Selasa, 15 Oktober 2019 | 08:17 WIB
Kementan Tingkatkan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai secara Khusus
Kementerian Pertanian Dorong Pendampingan Pengembangan Korporasi Petani Padi. (Dok : Kementan).

Suara.com - Untuk meningkatkan produksi pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mempunyai program, yaitu Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai, atau yang lebih dikenal sebagai Upsus Pajale. Demi mendukung program tersebut, pemerintah memberikan berbagai bantuan kepada para petani, seperti perbaikan infrastruktur pertanian berupa irigasi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) hingga subsidi sarana produksi seperti pupuk dan pestisida. 

Menurut Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), pada 2015 - 2019, jaringan irigasi yang telah terbangun dapat mengairi lahan sawah seluas 3,129 juta hektare, sedangkan irigasi perpompaan untuk mendukung produksi pangan telah dibangun 2.358 unit.

Bangunan embung yang telah terbangun sebanyak 2.962 unit, dengan estimasi luas layanan dari embung, dam parit, dan long storage seluas 25 hektare. Berbagai bantuan tersebut telah berdampak positif bagi petani dan hal ini trlihat dari hasil survei Mahasiwa Pertanian se Indonesia dalam Ekspedisi Padi Nusantara.

Berdasarkan hasil survei dan evaluasi yang dilakukan mahasiswa pertanian seluruh Indonesia, sebagian besar petani merasa puas dengan akses pengairan untuk lahan sawah, karena saluran irigasinya diperbaiki dan diatur pembagiannya.

Perwakilan mahasiswa pertanian seluruh Indonesia, Birawa Anindtya Witjaksana mengatakan, petani merasa puas dengan perbaikan irigasi sebanyak 46 persen. Sisanya petani mengaku biasa saja, tidak setuju dan tidak menjawab.

"Kalau kami lihat, sebagian besar petani sudah puas dengan adanya perbaikan irigasi. Begitu juga dengan pembuatan embung, sebagian besar petani puas dan merasa tepat sasaran," ungkapnya, saat "Konsolidasi Nasional Mahasiswa Peduli Pertanian Indonesia 2019", di Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu.

Adanya perbaikan pengairan, tentu memiliki dampak positif. Berdasarkan hasil survei, kondisi irigasi saat ini dekat dengan sumber air, sehingga sepanjang tahun petani mendapatkan air dari sumur yang telah dibuat.

Petani tidak hanya mengandalkan air tadah hujan, karena sudah ada mesin pompa dan pipanisasi. Dengan respons yang cukup positif dari petani, ada dua rekomendasi  yang diberikan untuk Kementan.

Pertama, mendorong pemerintah untuk menambah kuantitas cetak lahan irigasi, sehingga seluruh petani di Indonesia dapat merasakannya. Kedua, mendorong pemerintah meningkatkan kualitas cetak irigasi, dari irigasi semi teknis menjadi irigasi teknis, sehingga dapat mengoptimalkan peningkatan produktivitas.

baca juga

"Dengan ini tentu akan membantu petani dalam mengurangi kemungkinan gagal panen ketika musim kemarau," kata Birawa.

Alsintan Jadi Prioritas Utama
Untuk menggerakan pertanian modern, bantuan alsintan menjadi prioritas utama. Pemerintah telah banyak memberikan alsintan kepada petani, agar pekerjannya lebih mudah, menekan biaya produksi dan hasilnya meningkat.

Hingga 2018, Kementan sudah memberikan 385.170 unit alsintan, yang terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual.

Pada 2015, alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada 2016 sebanyak 148.832 unit, tahun 2017 sebanyak 84.356 unit, dan tahun 2018 sebanyak 115.435 unit (per Oktober 2018). Total yang sudah diberikan sebanyak 385.170 unit.

Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan brigade alsintan.

Hasil survei Mahasiwa Pertanian se-Indonesia dalam Ekspedisi Padi Nusantara menunjukan bahwa petani yang mendapatkan bantuan alsintan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Dorong Pengendalian Penyakit Blas dengan Agens Hayati

Kementan Dorong Pengendalian Penyakit Blas dengan Agens Hayati

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2019 | 09:50 WIB

Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera

Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2019 | 09:45 WIB

Kementan Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Daya Saing

Kementan Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Daya Saing

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:08 WIB

Kopi Asal Kintamani Makin Digemari Pasar Dunia

Kopi Asal Kintamani Makin Digemari Pasar Dunia

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Guru Besar IPB : Pembangunan Pertanian 5 Tahun Terakhir Dilakukan Optimal

Guru Besar IPB : Pembangunan Pertanian 5 Tahun Terakhir Dilakukan Optimal

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 11:31 WIB

Kementan Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah di Sumatera Utara

Kementan Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah di Sumatera Utara

Bisnis | Minggu, 13 Oktober 2019 | 06:45 WIB

Terkini

Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?

Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:58 WIB

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:35 WIB

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

×