Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 10 November 2019 | 14:26 WIB
Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR
Pertemuan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Mentan, Syahrul Syahrul Yasin Limpo, Jakarta. (Dok : Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Syahrul meminta dukungan Kementerian PUPR untuk ikut bersama-sama mendukung pembangunan pertanian dari sisi infrastruktur.

"Yang pertama, datang untuk menjajaki berbagai program yang mungkin bisa disatukan dengan Kementerian PUPR, yang memang menangani semua aspek infrastruktur, termasuk infrastruktur yang terkait dengan pertanian yang dibutuhkan, agar akselerasi pertanian untuk kepentingan rakyat, yang bermuara kepada kinerja yang lebih baik, bisa kami lakukan," ungkap Syahrul.

Dalam pertemuannya, Syahrul dan Basuki juga membicarakan kolaborasi yang dapat ditempuh dua kementerian tersebut dalam menyelamatkan komoditas karet, sebagai salah satu cara mendorong permintaan pasca-anjloknya harga karet di pasar dunia.

"Hari ini, yang terjajaki adalah masalah karet yang bersoalan dengan harga makin rendah, jadi bukan sekadar penjajakan saja atau bukan sekadar membantu yang menjadi konsepsi bersama," tambahnya.

Karet merupakan komoditas global yang harganya ditentukan pasar internasional, yang mana saat ini kondisinya sedang mengalami penurunan. Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar di dunia.

Setiap tahun, produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton, dan 0,6 juta ton diantaranya dimanfaatkan industri dalam negeri, sementara 2,4 juta ton lainnya diekspor ke mancanegara.

Menanggapi hal tersebut, Basuki menyatakan, pihaknya siap memberi dukungan penuh dan siap memberikan hasil yang lebih maksimal dibanding tahun lalu, terkait penyerapan karet di tingkat petani.

"Kemarin, karet sudah akhir tahun lalu. Tahun ini minta perbesar lagi. Kita akan membantu petani karet lebih besar lagi. Kita akan upayakan program itu. Tahun lalu, sekitar 30 ribu ton kita serap dari petani pada saat harga rendah, tahun ini kita lebihkan lagi sesuai dengan kebutuhhan kemampuan," beber Basuki.

Tidak hanya berbicara masalah karet, Basuki dan Syahrul juga membicarakan pengembangan irigasi pertanian di lumbung-lumbung pangan Indonesia.

"Kami di sini untuk match program. Jadi ke depan, kami membuat irigasi. Rehabilitasi irigasi 5 tahun ke depan sekitar 2 juta 2 per 5000 hektare, kemudian untuk pembangunan irigasi baru, 500 ribu hektare. 5 tahun yang lalu, itu juga kita ada pembangunan irigasi 1 juta. Nanti kami akan lihat lumbung-lumbung padi yang mana atau lumbung pertanian, setidaknya ada 15 provinsi yang sesuai," tandas Basuki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Pertanian Panen Padi  di Karawang Bersama Moeldoko

Menteri Pertanian Panen Padi di Karawang Bersama Moeldoko

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 10:53 WIB

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:26 WIB

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:19 WIB

Panen Perdana di Batola, Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani Sukses

Panen Perdana di Batola, Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani Sukses

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 15:06 WIB

Kementan Optimalkan Lahan Rawa lewat Program Serasi

Kementan Optimalkan Lahan Rawa lewat Program Serasi

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 10:39 WIB

Gara-gara Investigasi Masalah Gula, Majalah Tempo Digugat Mentan

Gara-gara Investigasi Masalah Gula, Majalah Tempo Digugat Mentan

News | Rabu, 06 November 2019 | 18:23 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB