Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.460

Sri Mulyani Sebut Virus Corona Menggulung Ekonomi di Sepanjang Januari

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 28 Januari 2020 | 17:29 WIB
Sri Mulyani Sebut Virus Corona Menggulung Ekonomi di Sepanjang Januari
Menkeu Sri Mulyani. [Suara.com/M Fadil]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dampak penyebaran Virus Corona dari Kota Wuhan Provinsi Hubei, China sudah cukup menggulung ekonomi global, termasuk Indonesia sepanjang Januari 2020.

Sri Mulyani tak memungkiri akibat virus yang diberi nama resmi 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV sudah mulai menjangkiti kondisi ekonomi global.

"Kalau kita lihat terjadi corona virus menimbulkan pesimisme yang menggulung ekonomi pada Januari ini," kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (28/1/2020).

Padahal, kata Sri, seharusnya pada Januari ada momentum mendongkrak bagi ekonomi China, yakni perayaan Tahun Baru Imlek, namun momentum tersebut lenyap dengan kemunculan kasus Virus Corona.

"Biasanya terjadi pada saat Chinese New Year itu dianggap sebagai salah satu momentum China meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui domestic factor yaitu konsumsi mereka. Dengan adanya Corona Virus dan ada policy lock down maka seluruh potensial pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang berasal dari domestic faktornya tidak terealisasi kehilangan momentum sama sekali," katanya.

Sehingga, kata dia, peristiwa seperti ini akan sangat sulit diprediksi dan sudah cukup membuat kepastian ekonomi global bertambah. Lebih lanjut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyarankan agar seluruh negara di dunia harus tetap waspada.

"Ini menggambarkan bahwa risiko itu bisa sangat unpredictable dan very volatile sehingga semua negara wajib selalu mewaspadai dan menyiapkan instrumen kebijakan menghadapi di satu sisi keinginan untuk terus tumbuh, menjaga momentum tapi kita enggak boleh buta terhadap environment yang sekarang dari sisi unpredictability dan volatile," ucapnya.

"Jadi tantangan terbesar adalah menjaga confidence dengan makin volatile dan terjadinya risiko meningkat yang akan muncul pertama adalah risiko sisi confidence yang melemah. Oleh karena itu Indonesia perlu terus membaca dan melihat potensi pertumbuhan ekonomi dan titik-titik apa yang jadi rawan dan terus kita jaga untuk tidak menimbulkan spill over dalam pertumbuhan ekonomi kita," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapat dengan DPR, Gubernur BI Curhat Ekonomi Global Makin Tak Bersahabat

Rapat dengan DPR, Gubernur BI Curhat Ekonomi Global Makin Tak Bersahabat

Bisnis | Senin, 27 Januari 2020 | 12:20 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Dipicu Perlambatan Ekonomi Global

Harga Minyak Dunia Anjlok Dipicu Perlambatan Ekonomi Global

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:09 WIB

Ekonomi Indonesia Tahun 2019 Suram, Sri Mulyani Berharap Tahun 2020 Cerah

Ekonomi Indonesia Tahun 2019 Suram, Sri Mulyani Berharap Tahun 2020 Cerah

Bisnis | Selasa, 07 Januari 2020 | 17:14 WIB

Eks Bos The Fed Sebut Ekonomi Bakal Baik Tahun Depan, Indonesia?

Eks Bos The Fed Sebut Ekonomi Bakal Baik Tahun Depan, Indonesia?

Bisnis | Jum'at, 22 November 2019 | 09:43 WIB

Ekonomi RI Tumbuh Stagnan, Menkeu Sri Mulyani Justru Terima Penghargaan

Ekonomi RI Tumbuh Stagnan, Menkeu Sri Mulyani Justru Terima Penghargaan

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 13:21 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:30 WIB

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:36 WIB

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:28 WIB