Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 13 April 2020 | 10:29 WIB
Selain Gelombang PHK saat Virus Corona, Indonesia Terancam Krisis Pangan
Petani di Cianjur menengok lahan pertanian yang terimbas kekeringan. [Antara]

Suara.com - Pandemi Covid-19 terus meluas ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Sejak, pemerintah pertama kali mengkonfirmasi kasus pertama awal Maret lalu, korban infeksi terus bertambah.

Data pada Sabtu siang akhir pekan lalu, kasus infeksi di tanah air yang telah terkonfirmasi mencapai 3.842, dengan pasien sembuh berjumlah 286 dan 327 pasien meninggal.

Atas hal itu, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menilai krisis tersebut berpotensi meluas ke masalah-masalah lainnya. Seperti gejolak budaya (adaptasi), sosial dan ekonomi, termasuk krisis pangan jika penanganan dan penghentian penyebaran wabah tidak berjalan dengan efektif dan cepat.

Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria, Dewi Kartika mengatakan gejala di atas sudah mulai muncul di beberapa wilayah, terutama daerah-daerah perkotaan yang jauh dari sumber pangan. Kelompok-kelompok rentan di perkotaan, buruh, tenaga kerja informal, dan pekerja harian lainnya merupakan komunitas yang paling terdampak atas situasi tersebut.

Kebijakan pembatasan jarak yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus secara langsung telah menyebabkan mereka kehilangan pemasukan dan bahkan sebagiannya di PHK. Ujungnya, nasib mereka menjadi semakin tidak pasti selama pandemi ini berlangsung.

Sementara, di desa dan pelosok-pelosok pesisir, petani dan nelayan juga merasakan dampak langsung. Seperti situasi yang dihadapi Serikat Petani Majalengka (SPM), para petani yang memasuki masa panen terancam mengalami kerugian.

"Masalahnya harga komoditas pangan tiba-tiba turun drastis akibat permintaan yang menurun," kata Dewi dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2020).

Dia menuturkan, situasi fluktuasi harga yang tak menentu dapat berubah-rubah dalam satu hari, dialami juga oleh Serikat Tani Indramayu (STI) yang menanam padi sebagai komoditas pangan utamanya.

Situasi serupa dihadapi anggota Serikat Nelayan Indonesia (SNI), mereka terancam mengalami kerugian besar akibat hasil tangkapan laut mereka tidak diserap secara normal oleh pasar, utamanya pasar ekspor, misalnya untuk jenis rajungan.

baca juga

"Dampaknya, harga anjlok dan hasil-hasil tangkapan berpotensi membusuk di gudang-gudang penyimpanan," ujar dia.

Di sisi lain ada serikat-serikat tani Anggota KP yang sejauh ini masih memiliki lumbung pangan yang cukup untuk lumbung internalnya dalam 3 sampai 6 bulan ke depan, baik di tingkatan rumah tangga petani, organisasi tani lokal (OTL) dan serikat. Bahkan, serikat tani memiliki surplus dari lumbung pangannya yang dapat didonasikan ke masyarakat.

"Ini modal sosial yang penting di masa krisis, petani dengan pangan lokalnya menjadi terdepan menjawab krisis pangan," kata dia.

Menyikapi situasi tersebut, KPA menggalang Gerakan Solidaritas Lumbung Agraria (GeSLA) di tengah situasi pandemi untuk memperkuat solidaritas antara desa dengan kota, utamanya antara petani, buruh, nelayan, dan komunitas rentan di perkotaan.

Dalam situasi normal, Lumbung Agraria sendiri merupakan badan usaha ekonomi berbentuk koperasi milik KPA yang bekerja mendistribusikan dan memasarkan hasil-hasil produksi pangan petani dan serikat anggota kepada masyarakat luas. Anggota KPA, organisasi tani dan masyarakat adat selama ini telah mengembangkan konsep pembangunan baru berbasis agraria melalui Desa Maju Reforma Agraria (Damara).

"Damara ini mempraktekan model-model reforma agraria tingkat desa dan kampung berdasarkan inisiatif masyarakat di bawah," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Ada Wabah Corona, Bule-bule Asyik Telanjang Dada di Pantai Carita

Lagi Ada Wabah Corona, Bule-bule Asyik Telanjang Dada di Pantai Carita

Banten | Senin, 13 April 2020 | 10:25 WIB

Dokter Trenggalek Positif Corona, Alhamdulillah Anak dan Istrinya Negatif

Dokter Trenggalek Positif Corona, Alhamdulillah Anak dan Istrinya Negatif

Jatim | Senin, 13 April 2020 | 10:13 WIB

Antrean Penumpang Commuter Line di Stasiun Bogor Membludak

Antrean Penumpang Commuter Line di Stasiun Bogor Membludak

Foto | Senin, 13 April 2020 | 10:09 WIB

Kisah Ojol Dapat Order Dikira Fiktif, Endingnya Bikin Bahagia Lahir Batin

Kisah Ojol Dapat Order Dikira Fiktif, Endingnya Bikin Bahagia Lahir Batin

Otomotif | Senin, 13 April 2020 | 10:27 WIB

Cerita di Balik Ganjar Siapkan Taman Makam Pahlawan Buat Medis Virus Corona

Cerita di Balik Ganjar Siapkan Taman Makam Pahlawan Buat Medis Virus Corona

Jawa Tengah | Senin, 13 April 2020 | 09:50 WIB

Terkini

Sidang Korupsi Haji: Terungkap Ada 'Jatah' THR hingga Uang Terima Kasih Rp100 Juta untuk Pejabat!

Sidang Korupsi Haji: Terungkap Ada 'Jatah' THR hingga Uang Terima Kasih Rp100 Juta untuk Pejabat!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Mengupas Sengketa Ijazah Gibran: Potensi Bencana Ketatanegaraan di Balik Putusan MK

Mengupas Sengketa Ijazah Gibran: Potensi Bencana Ketatanegaraan di Balik Putusan MK

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:09 WIB

MMA Indonesia Umumkan Daftar Pendek SMARTIES Indonesia 2026 Awards

MMA Indonesia Umumkan Daftar Pendek SMARTIES Indonesia 2026 Awards

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi

Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi

Kaltim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:06 WIB

Kulit Auto Adem dan Lembap! 6 Cica Sheet Mask Korea untuk Redakan Kemerahan

Kulit Auto Adem dan Lembap! 6 Cica Sheet Mask Korea untuk Redakan Kemerahan

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Apa yang Berubah Menuju Pemilu 2029?

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Apa yang Berubah Menuju Pemilu 2029?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Candy Caddy: Kisah Caddy Golf Melawan Stigma Sosial

Review Serial Candy Caddy: Kisah Caddy Golf Melawan Stigma Sosial

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar

Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar

Batam | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Bikin Anak-Anak Gampang Beli Miras, Toko 'Nakal' di Pemukiman Wonokromo Disegel Satpol PP Surabaya

Bikin Anak-Anak Gampang Beli Miras, Toko 'Nakal' di Pemukiman Wonokromo Disegel Satpol PP Surabaya

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Habis Pull, Kartunya Mau Diapain? Panduan Mengelola Hasil Oripa Online

Habis Pull, Kartunya Mau Diapain? Panduan Mengelola Hasil Oripa Online

Tekno | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:52 WIB

×