Progres Pembangunan Hunian bagi Korban Bencana di Sulteng Capai 70 Persen

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 09 Juli 2020 | 20:06 WIB
Progres Pembangunan Hunian bagi Korban Bencana di Sulteng Capai 70 Persen
Pembangunan hunian tetap di Sulawesi Tengah. (Dok : PUPR)

Suara.com - Progres hunian tetap (huntap) yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk masyarakat korban bencana alam di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mencapai 70 persen. Proyek ini telah dilaksanakan pembangunannya pada Januari 2020.

“Kami akan terus mendorong pembangunan huntap di Palu agar bisa selesai tepat waktu. Huntap sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi korban bencana alam, sehingga mereka bisa tinggal di hunian yang layak huni,” ujar Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan KemenPUPR, Johny FS Subrata, saat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Huntap di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Pembangunan hunian tetap di Sulawesi Tengah. (Dok : PUPR)
Pembangunan hunian tetap di Sulawesi Tengah. (Dok : PUPR)

Hadir dalam kunjungan tersebut, Kepala Subdirektorat Wilayah III, Direktorat Rusus, Prakarsa Yoga, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, Suko Wiyono, dan Kepala SNVT Perumahan Sulteng, Rezki Agung.

Johny minta para pekerja di lapangan untuk tetap bersemangat bekerja di lapangan. Ia juga minta Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulteng, untuk memperhatikan empat hal guna percepatan pembangunan yaitu, tenaga kerja, kualitas, kematangan lahan, dan ketepatan waktu.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, Suko Wiyono menerangkan, saat ini Direktorat Jenderal Perumahan KemenPUPR, melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulteng sedang melaksanakan pembangunan huntap di dua lokasi yang berbeda. Lokasi pertama berada di Kelurahan Duyu sebanyak jumlah 230 unit dan di Pombewe sebanyak 400 unit.

“Progres pembangunan huntap di Duyu sudah mencapai 70,47 persen, sedangkan di Pombewe sekitar 52,48 persen. Jika ditotal, maka dari target pembangunan huntap yang akan dibangun 630 unit, yang progres pembangunannya mencapai 59 persen,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulteng, Rezki Agung mengatakan, saat ini, pelaksanaan pembangunan Huntap baru dilaksanakan selama enam bulan sejak dicanangkan pada awal tahun. KemenPUPR juga menargetkan pembangunan huntap harus segera selesai, sehingga bisa segera dihuni oleh masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu.

“Saat kondisi pandemi Covid-19 ini, tentunya masyarakat sangat membutuhkan hunian layak sehingga dapat terhindar dari kerumunan,” katanya.

Rezki menambahkan, huntap dibangun dengan struktur konstruksi memanfaatkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), sehingga proses pembangunanya tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Teknologi Risha ini memiliki keunggulan, diantaranya pengerjaan cepat dan merupakan rumah tumbuh yang dapat dikembangkan dengan menambah ruang baru maupun tingkat bangunan, dan rumah ini juga dirancang kuat dan tahan gempa.

“Tipe huntap yang dibangun adalah tipe 36, plus dengan dua kamar tidur, kamar mandi dan ruang tamu. Kami juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, semoga pembangunan segera selesai tanpa ada kendala apapun di lapangan,” harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Basuki Hadimuljono Kunjungi Rusun Pasar Jumat, Segera Bisa Ditempati ASN

Basuki Hadimuljono Kunjungi Rusun Pasar Jumat, Segera Bisa Ditempati ASN

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2020 | 12:10 WIB

Pemerintah Pusat dan Daerah akan Tingkatkan Koordinasi Program Sejuta Rumah

Pemerintah Pusat dan Daerah akan Tingkatkan Koordinasi Program Sejuta Rumah

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2020 | 11:51 WIB

Program Perumahan PUPR Tahun 2021 Bakal Diguyur Rp 7,48 Triliun

Program Perumahan PUPR Tahun 2021 Bakal Diguyur Rp 7,48 Triliun

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2020 | 14:17 WIB

PUPR Alokasikan Rp 243,28 Miliar untuk Program Bedah Rumah di Jabar

PUPR Alokasikan Rp 243,28 Miliar untuk Program Bedah Rumah di Jabar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2020 | 14:01 WIB

Untuk Program Sejuta Rumah, PUPR Tetapkan 19 Balai Pelaksana

Untuk Program Sejuta Rumah, PUPR Tetapkan 19 Balai Pelaksana

Bisnis | Senin, 06 Juli 2020 | 12:31 WIB

Pekerja Bersertifikat Dikerahkan, Dukung Pembangunan Wisata Borobudur

Pekerja Bersertifikat Dikerahkan, Dukung Pembangunan Wisata Borobudur

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2020 | 12:51 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB