Array

Pagebluk Corona Berlarut-larut, Pemulihan Ekonomi Jadi Tidak Stabil

Selasa, 25 Agustus 2020 | 20:29 WIB
Pagebluk Corona Berlarut-larut, Pemulihan Ekonomi Jadi Tidak Stabil
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akibat pagebluk corona covid-19 yang berlarut-larut, membuat proses pemulihan ekonomi nasional berjalan tidak stabil.

Maka dari itu, kata dia, pemerintah berkomitmen untuk menempatkan APBN sebagai instrumen fiskal untuk melindungi masyarakat dan perekonomian di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini.

“Artinya kita perlu untuk terus menjaga bulan Agustus ini, gerakan indikatornya masih sangat bervariasi. Ada yang masih tetap positif, ada yang sudah menunjukkan flat, atau bahkan terjadi pembalikan dari bulan Juni menjadi ke zona negatif lagi.," kata Sri Mulyani dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Jadi, kata Sri Mulyani, pemerintah harus berhati-hati karena proses pemulihan ekonomi tidak berjalan secara stabil dan solid, yang terlihat pada indikator bulan Juli.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, APBN akan terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan dan pemulihan ekonomi, baik dari sisi penerimaan maupun belanja.

"Sehingga tren untuk pemulihan ekonomi bulan Juli bisa semakin distabilkan dan dibuat jauh lebih bertahan dan positif, agar kita betul-betul bisa memulihkan ekonomi pada kuartal ketiga dan selanjutnya," katanya.

Wanita kelahiran Lampung ini menambahkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 bisa negatif sampai 2 persen.

Jika itu benar terjadi, ekonomi Indonesia dipastikan sudah masuk dalam jurang resesi, karena kuartal II sudah negatif 5,32 persen.

"Kalau indikator di Juli di kuartal III down side risk tetapi suatu risiko nyata. Kuartal III 0 sampai negatif 2 persen," kata dia.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Indonesia Resesi Jika Kuartal III Negatif

Dengan pergeseran yang belum solid ini dirinya memperkirakan keseluruhan tahun ekonomi untuk 2020 pada kisaran minus 1,1 sampai dengan 0,2 persen.

Meski memperkirakan tumbuh negatif,  Sri Mulyani akan tetap mendorong kinerja konsumsi dan investasi, demi menyelamatkan ekonomi dari kejatuhan yang lebih dalam lagi.

"Kunci utama konsumsi dan invetasi, kalau tetap negatif meski pemerintah sudah all out maka akan sulit masuk netral di tahun ini," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2020 akan berada pada kisaran minus 0,4 persen hingga 2,3 persen.

Namun, pemerintah kembali merevisi prediksi tersebut setelah ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 terkontraksi cukup dalam, yaitu minus 5,32 persen secara year-on-year (yoy).

"Makanya Presiden minta untuk masuk ke faktor-faktor investasi. Konsumsi dari bansos dan kita sangat optimistis bisa terjadi," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI