Kinerja Sektor Konstruksi Anjlok Imbas Pandemi, Ini Kata Pengamat

Iwan Supriyatna

Senin, 23 November 2020 | 15:40 WIB
Kinerja Sektor Konstruksi Anjlok Imbas Pandemi, Ini Kata Pengamat
Ilustrasi industri konstruksi. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Anjloknya kinerja sektor konstruksi tidak bisa dilepaskan dari faktor fenomena pandemi akibat mewabahnya Covid-19 di Indonesia. Oleh karenanya, perbaikan kinerja BUMN sektor konstruksi akan terbantu dengan realisasi program vaksinasi pemerintah.

Pengamat BUMN Toto Pranoto memproyeksikan kinerja negatif BUMN konstruksi pada sisa tahun 2020 masih akan berlanjut.

"Saya kira dengan melihat kinerja kuartal III 2020, kondisi buruk yang dihadapi BUMN sektor konstruksi masih akan berlanjut, dengan asumsi vaksin covid baru akan siap disebarluaskan pada awal tahun depan," kata Toto, ditulis Senin (23/11/2020).

Toto meyakini kehadiran vaksin akan mengembalikan geliat sektor konstruksi dengan mobilitas pekerja dan bahan baku baru yang akan berdampak positif pada laporan kuartal I tahun depan.

Sembari menanti vaksinasi terjadi, Toto mendorong BUMN konstruksi untuk bisa menyehatkan arus kas dengan mengontrol struktur biaya lebih ketat, terutama dampak dari beban bunga pinjaman dan utang jatuh tempo.

"Perlu upaya negosiasi ulang dengan kreditur untuk meringankan beban utang ini," ungkapnya.

Toto menyebut, dampak pandemi pun tidak hanya terjadi pada induk dari perusahaan pelat merah konstruksi, melainkan juga terhadap anak usaha.

"Grup konstruksi BUMN tentu terpengaruh juga dampak Covid-19. Bukan hanya kinerja induk yang menurun, tapi juga merembet ke anak usaha yang memiliki bisnis terkait induk usaha," katanya.

Untuk itu, Toto juga mendorong realisasi divestasi aset seperti sejumlah ruas tol yang masih dimiliki Waskita Karya sehingga mampu mengurangi beban likuiditas perusahaan.

baca juga

Selain itu, ia juga mendorong BUMN-BUMN karya dapat mengoptimalkan penyelesaian beberapa kontrak pembangunan infrastruktur yang sudah ada, sekaligus menyiapkan proyeksi pada 2021.

"Spesifikasi proyek tentu harus disesuaikan supaya tidak menggerus modal kerja dan kontribusi beberapa proyek internasional juga bisa ditingkatkan, misal Wijaya Karya punya proyek pembangunan gedung dan infrastruktur di Afrika," ucap Toto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Fendy Hidayat Membangun Raja Renov

Cerita Fendy Hidayat Membangun Raja Renov

Bisnis | Kamis, 19 November 2020 | 14:51 WIB

Waktu Pengadaan Tutup Bulan Depan, Jokowi Wanti-wanti Proyek Konstruksi

Waktu Pengadaan Tutup Bulan Depan, Jokowi Wanti-wanti Proyek Konstruksi

Banten | Rabu, 18 November 2020 | 17:28 WIB

Jokowi Geram, Rp40 Triliun Anggaran Konstruksi Belum Terserap

Jokowi Geram, Rp40 Triliun Anggaran Konstruksi Belum Terserap

News | Rabu, 18 November 2020 | 17:12 WIB

Terkini

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al-Sudais Kecam Serangan Houthi Ke Mekkah Dekat Kabah

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al-Sudais Kecam Serangan Houthi Ke Mekkah Dekat Kabah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri

Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:53 WIB

×