alexametrics

Naik Lagi, Anggaran PEN Jadi Rp699,43 Triliun

Siswanto | Mohammad Fadil Djailani
Naik Lagi, Anggaran PEN Jadi Rp699,43 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Antara/Yudhi Mahatma)

Kenaikan anggaran demi menggenjot kegiatan ekonomi dari beberapa sektor pada kuartal I tahun ini.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali menambah anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional menjadi Rp699,43 triliun di 2021 dari sebelumnya Rp688,33 triliun.

Kenaikan anggaran demi menggenjot kegiatan ekonomi dari beberapa sektor pada kuartal I tahun ini.

Dia bilang anggaran sebesar Rp699,43 triliun tersebut naik 21 persen dari realisasi PEN tahun lalu yang mencapai Rp579,78 triliun.

Anggaran PEN yang naik 21 persen kita harapkan akan menjadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan terutama terutama Januari sampai Februari dan diharapkan terus continue sampai Maret,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Airlangga Hartarto dan Sandiaga Uno Gelar Pertemuan Tertutup

Anggaran PEN tahun 2021 yang mencapai Rp699,43 triliun, fokus untuk lima bidang, yakni kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, insentif usaha, serta dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi.

Pertama, anggaran dibidang kesehatan anggaran kesehatan sebesar Rp176,3 triliun, naik dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp63,5 triliun. 

“Anggaran ini karena kebutuhan belanja sektor kesehatan yang juga meningkat. Pada tahun lalu sebesar Rp63,5 triliun, naik menjadi Rp176,3 triliun pada tahun ini,” kata dia.

Bidang kedua adalah perlindungan sosial Rp157,41 triliun meliputi PKH bagi 10 juta KPM Rp28,71 triliun, kartu sembako Rp45,12 triliun, Pra Kerja Rp20 triliun, BLT Dana Desa Rp14,4 triliun, bansos tunai bagi 10 juta KPM Rp12 triliun, perlinsos lainnya Rp37,18 triliun.

Bidang ketiga adalah program prioritas sebesar Rp125,06 triliun meliputi padat karya K/L Rp27,33 triliun, ketahanan pangan Rp47,1 triliun, kawasan industri Rp11,33 triliun, pinjaman daerah Rp10 triliun, ICT Rp16,65 triliun, pariwisata Rp8,66 triliun, prioritas lainnya Rp4,11 triliun.

Baca Juga: Orang Miskin Tambah Banyak, Ini Kata Anak Buah Sri Mulyani

Bidang keempat adalah sektor UMKM dan pembiayaan korporasi sebesar Rp186,8 triliun. Pada tahun lalu, anggaran UMKM dan pembiayaan korporasi terealisasi Rp173,17 triliun. 

Terakhir, anggaran program prioritas dianggarkan Rp125,1 triliun dan insentif usaha dalam PEN dianggarkan Rp53,9 triliun. 

“PEN melonjak mendekati 21 persen anggarannya karena ini adalah motor paling penting di dalam perekonomian kita saat ini,” kata dia.  

Komentar