alexametrics

Bahlil Lahadalia: Investasi Jadi Pintu Masuk Terciptanya Lapangan Pekerjaan

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Bahlil Lahadalia: Investasi Jadi Pintu Masuk Terciptanya Lapangan Pekerjaan
Bahlil Lahadalia saat dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri Investasi, Rabu 28 April 2021 / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Bahlil menyebut saat ini terdapat 16 juta orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan

Suara.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut investasi menjadi pintu masuk bagi penciptaan lapangan pekerjaan di tanah air. Menurutnya, tidak mungkin lapangan pekerjaan terus tersedia apabila tidak adanya investasi.

Itu disampaikan Bahlil menyikapi hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia. Hasilnya, mayoritas responden dalam survei tersebut menginginkan pemerintah membuat program untuk penciptaan lapangan pekerjaan.

"Kami dari Kementerian Investasi/BKPM berpandangan bahwa untuk menciptakan lapangan pekerjaan di negara kita pintu masuknya adalah investasi," kata Bahlil seperti yang disiarkan melalui YouTube Indikator Politik Indonesia, Selasa (4/5/2021).

Bahlil menyebut saat ini terdapat 16 juta orang yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Jumlah tersebut terdiri dari 7 juta orang menganggur, 2,9 juta orang angkatan kerja baru setiap tahunnya dan 6 juta orang yang di-PHK akibat Covid-19.

Baca Juga: Investasi Bodong 212 Mart Bikin Rugi Investor Miliaran Rupiah

Menurut Bahlil, pemerintah tidak bisa menampung 16 juta orang tersebut untuk bekerja sebagai pegawai negeri sipil, pegawai BUMN, ataupun instansi negara lainnya.

"Pintu masuknya adalah investasi," katanya.

Bahlil lantas menjelaskan cara untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui investasi, yakni membuat pengurusan izin investasi menjadi mudah melalui melalui Undang-undang Cipta Kerja. Dalam legislasi tersebut diatur bagaimana perizinan investasi bisa dilakukan melalui elektonik.

Nantinya, Kementerian Investasi/BKPM yang bakal mengelola perizinan investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

"Baik (investasi) yang besar maupun yang kecil kita kolaborasikan maka ini menjadi momentum terpenting dalam rangka penciptaan lapangan pekerjaan untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi kita yang berkeadilan."

Baca Juga: Dari Demo Anti Ahok, Kini 212 Mart Diguncang Isu Kasus Investasi Bodong

Sebelumnya, lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencoba untuk menemukan pandangan publik terkait program penting yang mesti dipenuhi pemerintah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Hasilnya, penyediaan lapangan pekerjaan menjadi pilihan mayoritas responden untuk mengatasi masalah pasca diterjang pandemi.

Sebanyak 1.200 responden diberikan pertanyaan "Dalam melakukan realokasi anggaran belanja pemerintah, menurut Ibu/Bapak program apa yang paling penting untuk mengatasi dampak virus corona/Covid-19?". Hasilnya, terdapat 28 persen responden yang menilai pemerintah harus membuat program penciptaan lapangan pekerjaan bagi warga yang kehilangan pekerjaan.

Kemudian, sebanyak 25,8 persen responden menilai pemerintah mesti membuat program bantuan bahan kebutuhan pokok bagi rakyat kecil.

"Sekarang paling banyak adalah lapangan pekerjaan, meskipun yang meminta sembako dan uang tunai tidak kecil, tapi yang paling banyak secara absolut adalah lapangan kerja," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi dalam paparannya secara daring, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu, 24,7 persen responden memilih program bantuan pelaku usaha unit mikro kecil menengah (UMKM). Lebih lanjut, sebanyak 8,7 persen responden memilih program kesehatan seperti perlindungan tenaga kesehatan, beli alat-alat kesehatan, dan lain-lain.

Sedangkan 0,4 persen responden meminta pemerintah membuat program berupa bantuan untuk perusahaan seperti keringanan pajak, pemberian kredit, dan lainnya. Sisanya ada 1,4 responden memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Komentar