Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Beberkan Penyebab Gas Melon Langka di Daerah

Reza Gunadha | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 24 Mei 2021 | 17:23 WIB
Pemerintah Beberkan Penyebab Gas Melon Langka di Daerah
Ilustrasi gas LPG ukuran 3 kilogram atau biasa disebut gas melon. [Antara]

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral buka suara terkait dengan kelangkaan LPG ukuran 3 kilogram atau gas melon di sejumlah daerah. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji  mengakui adanya permasalahan pada pengawasan. Karenanya, hal tersebut menjadi penghambat dalam penyaluran LPG 3 kg di berbagai daerah.

"‎Ini masalahnya memang ada di pengawasan ya. Ini akibat dari pengelolaan dana manajemen yang perlu looping. Loopingnya belum jalan," ujar Tutuka dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (24/5/2021). 

Tutuka juga menyadari, perlu adanya manajemen yang baik dalam menyalurkan LPG bersubsidi itu. Dalam hal ini, pihaknya tengah membenahi sistem manajemen penyaluran gas melon itu.‎

"Jadi saya jujur memang perlu ada manajemen lebih baik. Planning, dan controling ini yang kurang," ucap dia.‎

Sebelumnya, Gas elpiji 3 kglangka di Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung.

Warga setempat mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar gas (LPG) tabung ukuran 3 kilogram.

Parlan, warga Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Kecamatan Mesuji Timur, menyebutkan hampir seluruh warung dan pangkalan elpiji di Kecamatan Mesuji Timur yang selama ini menjual elpiji 3 kg tidak memiliki stok. 

"Elpiji 3 kg sulit didapatkan, karena persediaan di warung maupun pangkalan dan agen resmi elpiji langka," ujar Parlan.

Menurutnya, semua tabung gas yang mereka jejer di warung dalam keadaan kosong. Pemilik warung mengaku kini sulit mendapatkan elpiji 3 kg, karena stoknya di daerah ini terbatas, diduga elpiji ini dijual oknum agen ke Provinsi Sumatera Selatan, mengingat wilayah ini berbatasan dengan provinsi itu.
 
Dia mengatakan, untuk mendapatkan elpiji 3 kg di Kecamatan Mesuji Timur sangat sulit. Semua warung yang selama ini menjual elpiji sekarang hampir tidak lagi, diduga dijual oleh oknum agen elpiji ke Sumatera Selatan.

"Semua tabung elpiji 3 kg yang berjejer di warung dalam keadaan kosong. Meski mereka memiliki stok, jumlahnya terbatas dan harga jualnya Rp28.000 per tabung," ujarnya lagi.‎

Kelangkaan tabung gas LPG 3 kg juga terjadi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mulai langka di pasaran, pada awal puasa Ramadhan 2021 ini.Bahkan, akibat kelangkaaan elpiji ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) dari normalnya Rp 16 ribu menjadi Rp 30 ribu. 

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rachmat mengatakan, telah menyurati Pertamina terkait kondisi tersebut.

"Setelah kami lakukan evaluasi kemarin. Kami melakukan rapat terbatas, kok masih ada kelangkaan semacam ini. Padahal sudah melakukan upaya-upaya," katanya.

Kelangkaan tabung gas LPG 3 Kg ini, menurutnya, diduga karena pendistribusian yang tidak tepat. Seharusnya dari Pertamina ke SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) kemudian ke agen dan terakhir ke pangkalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pastikan Stok Gas Melon Aman, Pertamina dan Pemprov Lampung Sidak Pangkalan

Pastikan Stok Gas Melon Aman, Pertamina dan Pemprov Lampung Sidak Pangkalan

Lampung | Rabu, 12 Mei 2021 | 16:25 WIB

Kemenristek Dilebur, Anggota DPR Usul Wacanakan Pembubaran Komisi VII

Kemenristek Dilebur, Anggota DPR Usul Wacanakan Pembubaran Komisi VII

Malang | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:27 WIB

Viral! Emak-emak Bawa 4 Tabung Gas 3 Kg Naik Sepeda Bikin Publik Minder

Viral! Emak-emak Bawa 4 Tabung Gas 3 Kg Naik Sepeda Bikin Publik Minder

Hits | Rabu, 21 April 2021 | 20:28 WIB

Cabut Subsidi Listrik Diklaim Menghemat Belanja Negara Rp22 Triliun

Cabut Subsidi Listrik Diklaim Menghemat Belanja Negara Rp22 Triliun

News | Selasa, 13 April 2021 | 17:50 WIB

Pertamina Bakal Cadangkan 30 Persen Stok Tabung Gas Melon di Bintan

Pertamina Bakal Cadangkan 30 Persen Stok Tabung Gas Melon di Bintan

Batam | Selasa, 13 April 2021 | 10:33 WIB

Sidak Agen dan Pangkalan Gas 3Kg di Karimun, Polisi Beri Peringatan

Sidak Agen dan Pangkalan Gas 3Kg di Karimun, Polisi Beri Peringatan

Batam | Jum'at, 09 April 2021 | 12:59 WIB

Subsidi LPG Terus Membangkak, Diversifikasi Energi Harus Jadi Prioritas

Subsidi LPG Terus Membangkak, Diversifikasi Energi Harus Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 07 April 2021 | 17:48 WIB

Digerebek Jelang Puasa, Pengoplos Gas di Meruya Raup Rp72 Ribu per Tabung

Digerebek Jelang Puasa, Pengoplos Gas di Meruya Raup Rp72 Ribu per Tabung

News | Selasa, 06 April 2021 | 16:46 WIB

Tabung Gas 3Kg Langka di Karimun, Ternyata Gegara Diborong Orang Kaya

Tabung Gas 3Kg Langka di Karimun, Ternyata Gegara Diborong Orang Kaya

Batam | Selasa, 06 April 2021 | 16:19 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB