facebook

Keterisian Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di RS Sentuh Angka 40 Persen

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Keterisian Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di RS Sentuh Angka 40 Persen
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy ratio (BOR) untuk perawatan pasien Covid-19 secara nasional kini berada pada angka 40 persen.

Suara.com - Keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy ratio (BOR) untuk perawatan pasien Covid-19 secara nasional kini berada pada angka 40 persen, bahkan ada disejumlah daerah jumlah keterisiannya mencapai 50 persen.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/6/2021).

"BOR rata-rata sudah 40 persen dan nanti Pak Menkes akan menjelaskan, 5 provinsi yang BOR-nya di atas 50 persen yaitu Kalbar, Jateng, Kepri, Jambi dan Riau," kata Airlangga.

Sementara dari sisi daerah yang disiplin menerapkan protokol kesehatan, wilayah Sumatera Barat, Jambi hingga Yogyakarta menjadi juaranya.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli, Bagaimana Nasib Anak dengan Penyakit Bawaan?

"Kepatuhan Sumbar, Jambi, Yogya 91-100 persen, yang kepatuhannya 61-57 persen adalah Jabar, Babel, Kalsel. Yang di bawah 60 persen adalah Sulteng dan Maluku dan kepatuhan ini yang penting untuk penanganan Covid," katanya.

Sebelumnya Airlangga mengaku optimistis bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal II 2021 ini bisa tumbuh 8 persen. Tentunya angka yang dipatok ini lebih tinggi dengan target Presiden Jokowi yang menginginkan diangka 7 persen.

"Proyeksi pertumbuhan diperkirakan 6,7 persen 7,5 persen dan pemerintah meyakini di kuartal II kita mampu pada range 7 persen 8 persen," ungkap Airlangga.

Mantan Menteri Perindustrian ini bilang sejumlah indikator ekonomi sepanjang kuartal II ini boleh dibilang cukup menggembirakan. Seperti halnya data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai 55,30, tertinggi sepanjang sejarah.

Kemudian juga soal penjualan kendaraan bermotor yang naik pascapemberlakuan stimulus pajak.

Baca Juga: WHO Sebut Vaksin Covid-19 Anak Bukan Prioritas, Bagaimana Kata IDAI?

"Kenaikan kendaraan bermotor penjualan mobil sebesar 208 persen. Motor 227 persen secara yoy," paparnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar