alexametrics

Anthoni Salim Bakal Tambah Modal Bank INA Rp 1,24 Triliun

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Anthoni Salim Bakal Tambah Modal Bank INA Rp 1,24 Triliun
Bank Ina Perdana.

PT Bank INA Perdana Tbk (IDX:BINA) menyebut harga pelaksanaan kisaran Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)

Suara.com - PT Bank INA Perdana Tbk (IDX:BINA) menyebut harga pelaksanaan kisaran Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue berkisar antara Rp 4.200 hingga Rp 4.380  per saham.

Melansir prospektus right issue BINA yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/9/2021), bahwa jumlah saham baru yang akan dilepas sebanyak 282.718.750 lembar saham atau setara 4,76 persen dari modal ditempatkan disetor penuh.

Sehingga BINA berpotensi meraup dana sebesar Rp1, 238 triliun.

Sementara itu, Anthoni Salim, melalui PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham pengendali telah menyatakan akan melaksanakan right issue yang menjadi haknya.

Baca Juga: Perjalanan Idea Indonesia dari Bangunan Tua Hingga Melantai di BEI

Rencana ini kian mulus, jika OJK memberikan pernyataan efektif right issue yang diharapkan pada tanggal 27 Oktober 2021.

Jika demikian halnya, maka setiap pemegang 20  saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 8 November 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu).

Selanjutnya, 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga tebus Rp 4.200 hingga Rp 4.380 per saham.

Lebih lanjut, prospektus itu juga menyebutkan, dana yang diperoleh dari right issue akan digunakan untuk modal kerja dalam hal pelaksanaan kegiatan operasional serta pengembangan usaha, sesuai dengan strategi perseroan untuk menerapkan digitalisasi dalam proses bisnis Perseroan.

“Adapun dengan dana yang diperoleh dari hasil pelaksanaan PUT III ini, maka Perseroan juga memenuhi persyaratan Modal Inti yang ditetapkan oleh OJK dalam Peraturan OJK No. 12/2020 mengenai Konsolidasi Bank Umum.” tulis manajemen BINA.

Baca Juga: Petinggi BEI Prediksi Tahun Depan Bakal Lebih Cuan

Dengan demikian, usai pelaksanaan right issue, porsi saham PT Indolife Pensiontama pada BINA akan meningkat menjadi 23,33 persen dari saat ini yang sebesar 22,47 persen. 

Komentar