Inovasi Uap Panas Bumi PLTP Kamojang Dongkrak Produksi Bibit Kentang Naik 2 Kali Lipat

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 04:55 WIB
Inovasi Uap Panas Bumi PLTP Kamojang Dongkrak Produksi Bibit Kentang Naik 2 Kali Lipat
PGE melakukan inovasi, dengan menggunakan Geotato (Geothermal Potato).

Suara.com - Energi panas bumi (geothermal) terbukti tidak hanya sekedar energi bersih karena memiliki emisi karbon yang sangat rendah, tapi juga berhasil memberikan manfaat yang lebih besar. Salah satu yang merasakan manfaat ini adalah pertanian kentang yang ada di sekitar wilayah Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang.

Di Dusun Kamojang, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, kentang menjadi budidaya utama pertanian. Terdapat penangkaran bibit kentang varietas G0 yang menggunakan cocopeat sebagai media tanam.

Sayangnya, limbah cocopeat tidak dapat digunakan kembali untuk pembibitan kentang tanpa melalui proses sterilisasi. Selama ini, para petani biasa melakukan proses sterilisasi dengan mengukusnya secara konvensional.

Demi bisa memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat, PGE melakukan inovasi, dengan menggunakan Geotato (Geothermal Potato), alat inovasi pemanfaatan uap geothermal untuk proses sterilisasi cocopeat. Hasil cocopeat yang disterilkan dengan Geotato terbukti sangat membantu petani dalam menghemat biaya pembelian cocopeat baru dan bahan bakar konvensional untuk mengukus cocopeat dalam proses produksi bibit kentang.

Berbekal inovasi ini kualitas cocopeat juga menjadi lebih baik dan menghasilkan peningkatan panen bibit kentang G0. Dari yang awalnya rata-rata hanya dapat menghasilkan 22 ribu sampai dengan 30 ribu knol bibit kentang dari 7 ribu stek tanaman menjadi 28 ribu sampai dengan 35 ribu knol bibit kentang dari jumlah stek tanaman yang sama setelah menggunakan uap geothermal dalam proses sterilisasi cocopeat.

“Hadirnya energi geothermal telah menciptakan multiplier effect. Tidak saja menghasilkan energi bersih, tapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal,” tutur Ahmad Yuniarto, Direktur Utama PGE.

Dampak positif pun berlanjut. Penggunaan uap geothermal untuk sterilisasi cocopeat mampu menurunkan timbunan limbah cocopeat yang terbuang sampai dengan 300 persen karena dapat digunakan kembali sampai dengan 4 kali. Dengan menggunakan uap geothermal, maka emisi karbon juga dapat diturunkan dari hasil penggunaan bahan bakar konvensional dalam proses sterilisasi cocopeat.

“Kami biasanya hanya tahu sterilisasi cocopeat dilakukan dengan mengukus secara tradisional. Seringkali kami harus membeli cocopeat baru. Uap geothermal dari PGE sangat membantu dalam sterilisasi cocopeat karena bisa digunakan lagi sampai empat kali. Itu sangat menghemat biaya produksi bibit kentang,” ungkap Zamzam Nurzaman, ketua LMDH Mustika Hutan binaan PGE Area Kamojang.

Program “Kentang Geothermal” ini merupakan salah satu inisiatif PGE dalam menjalankan bisnis dengan menerapkan aspek environment, social, dan governance (ESG). Upaya menekan limbah serta menurunkan emisi karbon dari aktivitas sterilisasi menggunakan alat konvensional sejalan dengan aspek lingkungan.

baca juga

Selain itu program ini juga menjadi komitmen PGE untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) goal ketujuh tentang energi bersih dan terjangkau. Aktivitas petani kentang ini amat terbantu dalam inovasi untuk proses sterilisasi cocopeat dengan memanfaatkan panas bumi yang bersih dan terjangkau.

Tak hanya itu, kontribusi terhadap hasil panen petani sejalan dengan aspek sosial juga sejalan dengan tujuan kedelapan dari SGDs yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua.

Tidak berhenti di situ, PGE juga turut mendampingi kelompok petani LMDH Mustika Hutan dalam melakukan pembibitan varietas baru kentang. Varietas baru tersebut dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) di greenhouse yang difasilitasi oleh PGE dan diberi nama varietas PAUS PERTATO (Pusat Antar Universitas Satu Pertamina Potato). Dengan mengembangkan varietas ini, petani tidak perlu lagi membeli bibit kentang dari tengkulak. Hal ini tentunya sangat membantu menekan biaya produksi bagi petani.

Penanaman stek PAUS PERTATO kembali dilakukan pada 4 Oktober 2021 di Greenhouse Kentang Geothermal. Kegiatan penanaman stek dihadiri langsung oleh Prof.Dr.Ir.Suharsono DEA sebagai ketua tim pengembangan bibit PAUS PERTATO. Bibit kentang PAUS PERTATO yang ditanam pada kegiatan ini sebanyak 5.000 stek.

Penanaman stek akan menghasilkan kentang G0 yang kemudian akan didistribusikan ke petani kentang Proses penanaman bibit hingga panen membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

"Varietas kentang ini ditujukan untuk dikembangkan di Garut dengan nama PAUS PERTATO, kita juga tidak menutup kemungkinan bahwa nanti kentang ini dikembangkan petani di seluruh Indonesia,” ungkap Prof.Dr.Ir.Suharsono DEA.

Program "Kentang Geothermal" yang dilakukan PGE ini telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan di ajang Asean Energy Awards 2020. PGE meraih Juara Pertama (winner) dalam kategori ASEAN Energy Renewable Energy Best Practice awards untuk sub-kategori Special Submission.

PGE menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berhasil masuk dan menerima penghargaan pada kategori tersebut. Penghargaan tingkat kawasan ASEAN ini diberikan pada rangkaian pelaksanaan 38th ASEAN Minister on Energy Meeting di Da Nang, Vietnam pada November 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PGE Terus Berkomitmen Kembangkan Panas Bumi Tanah Air

PGE Terus Berkomitmen Kembangkan Panas Bumi Tanah Air

Bisnis | Jum'at, 01 Oktober 2021 | 15:41 WIB

Proyek Bor Sumur Panas Bumi di Manggarai Akan Digarap Geo Dipa Energi Awal 2022

Proyek Bor Sumur Panas Bumi di Manggarai Akan Digarap Geo Dipa Energi Awal 2022

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 11:52 WIB

Archi dan Ormat Akan Jalankan Program Pengeboran Eksplorasi Proyek Geothermal di Sulut

Archi dan Ormat Akan Jalankan Program Pengeboran Eksplorasi Proyek Geothermal di Sulut

Bisnis | Senin, 27 September 2021 | 16:06 WIB

Terkini

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

Daftar Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap, Ada Presiden RI Sebelum Prabowo Subianto

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Menjaga Habitat Macan Tutul Jawa, Mengapa Restorasi Hutan Tak Cukup dengan Menanam Pohon?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 12:04 WIB

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

Buntut Jadi Tersangka Sadap Presiden, Gelar Bintang Mahaputera Listyo Sigit Didesak Dicopot

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:03 WIB

×