Industri Hulu Migas Juga Bisa Bantu Nelayan Anambas Raih Omzet Rp 1 Miliar

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 14:38 WIB
Industri Hulu Migas Juga Bisa Bantu Nelayan Anambas Raih Omzet Rp 1 Miliar
Ilustrasi blok migas. [ANTARA]

Suara.com - Dampak positif industri hulu migas tidak hanya pada penerimaan negara, tetapi juga pada masyarakat sekitar kilang. Berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, para nelayan berhasil mendulang omzet fantastis dani hasil budidaya ikan kerapu binaan Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P).

Medco E&P memperkenalkan budidaya kerapu yang saat itu masih diperoleh para nelayan secara manual dani laut. Kini sejumlah 125 nelayan dari 12 desa tergabung dalam program budi daya ikan kerapu dengan Keramba Jaring Apung (KJA) yang awainya didirikan pada 2007.

"Kita bikin program balai benih ikan tujuannya untuk mensuplai bibit kerapu bagi nelayan budidaya, sebelumnya masyarakat ngambil dari alam, kalau ambil di alam itu akan mempengaruhi bibit di alam karena sebelumnya, asal ambil-ambil," ujar Community Development Spesialist Medco E&P Natuna, Fahmi Abdila ditulis Jumat (22/10/2021).

Dalam program pembinaan tersebut, Medco E&P memfokuskan pada teknik penetasan kerapu, seperti pemijahan, telur, dan larva. Selain itu juga mendirikan pakan pembibitan alami di Keramba Jaring Apung yang merupakan fasilitas terapung yang dikernbangkan sebagai sarana praktis untuk menciptakan usaha pembenihan ikan karang.

Tak berhenti sampai di situ, Medco E&P juga melakukan pendampingan para nelayan untuk dapat menguasai masalah pengelolaan kelembagaan usaha, pendistribusian, penjualan benih ikan dan juga memperluas akses ke pemasok dan pasar.

Saat ini Keramba Jaring Apung telah berkembang menjadi Balai Benih ikan. Dalam empat tahun terakhir balai tersebut telah mendistribusikan sebanyak 39.667 benih ikan dengan omzet senilai Rp 1,24 miliar.

Adanya Balai Benih Ikan itu membuat para nelayan menjadi lebih mudah mendapatkan bibit ikan karena adanya sarana pemeliharaan bibit dalam program Keramba Jaring Apung. Nelayan dapat membeli sejumiah bibit sesuai kemampuan.

Sebelumnya, dengan modal Rp 5 juta, mereka belum bisa mendapatkan 100 ekor bibit karena bibit harus dibeli dari kawasan Natuna. Kini, nelayan dapat memelihara bibit ukuran kecil dengan metode keramba tancap yang memakai jaring gantung atau apung.

baca juga

Kini Balai Benih Ikan mendapat dukungan dari Balai Budidaya Laut Batam dalam melakukan uji coba pemijahan ikan kerapu. Hal ini diharapkan agar dapat menghasilkan benih ikan sendin dan menjadi pusat benih ikan sukses di Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Kita ingin mereka naik kelas, tidak hanya mampu melakukan pemijahan sendiri mensuplai, tetapi juga bisa sebuah unit bisnis di tingkat desa, sehingga mendapatkan pendapatan lain," pungkas Fahmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Janji Dukung Pengembangan Penunjang Migas

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Janji Dukung Pengembangan Penunjang Migas

Bisnis | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 11:44 WIB

SKK Migas: TKDN Pada Pembelanjaan Barang Industri Hulu Migas Capai 58 Persen

SKK Migas: TKDN Pada Pembelanjaan Barang Industri Hulu Migas Capai 58 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:47 WIB

Pasien COVID-19 di Anambas Tinggal 1 Orang,  Bintan 2 orang

Pasien COVID-19 di Anambas Tinggal 1 Orang, Bintan 2 orang

Batam | Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:30 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×