Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Sepanjang September 2021 Harga Minyak Dunia Sudah Meroket 20 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:47 WIB
Sepanjang September 2021 Harga Minyak Dunia Sudah Meroket 20 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia menyentuh level tertinggi multi-tahun pada perdagangan Senin, sebelum bergerak relatif stabil, karena pasokan global yang ketat dan penguatan permintaan bahan bakar di Amerika serta negara lainnya mendongkrak harga.

Mengutip CNBC, Selasa (26/10/2021) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 46 sen menjadi USD85,99 per barel. Kontrak Brent sempat melesat ke posisi USD86,70 per barel, level tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), tidak berubah di USD83,76 per barel setelah menembus USD85,41 per barel, level tertinggi sejak Oktober 2014.

Kedua tolok ukur itu melambung sekitar 20 persen sejak awal September. Minyak mentah WTI meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, sementara Brent naik selama tujuh pekan.

"Krisis pasokan energi global terus menunjukkan taringnya, ketika harga minyak memperpanjang kenaikannya pekan ini, akibat dari para trader yang memperhitungkan kenaikan permintaan bahan bakar yang sedang terjadi - di tengah respons pasokan yang terbatas menguras stok global," kata Louise Dickson, analis Rystad Energy.

Goldman Sachs mengatakan rebound kuat dalam permintaan minyak global dapat mendorong harga minyak mentah Brent di atas perkiraan akhir tahunnya sebesar USD90 per barel. Bank itu memperkirakan peralihan gas-ke-minyak dapat berkontribusi setidaknya 1 juta barel per hari untuk permintaan minyak.

Setelah lebih dari satu tahun permintaan bahan bakar mengalami tekanan, konsumsi bensin dan produk penyulingan kembali sejalan dengan rata-rata lima tahun di Amerika Serikat, konsumen bahan bakar terbesar di dunia.

Harga minyak juga didukung oleh kekhawatiran atas kekurangan batu bara dan gas di China, India serta Eropa, yang mendorong peralihan bahan bakar ke BBM untuk pembangkit listrik.

"Alasan kita melihat penguatan hari ini ada banyak hal, tetapi di antaranya adalah pergantian bahan bakar," kata Bob Yawger, Director of Energy Futures di Mizuho.

baca juga

Di India, produksi minyak mentah perusahaan penyulingan pada September naik tipis dari bulan sebelumnya, data pemerintah menunjukkan, Jumat, ketika kilang meningkatkan output untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Goreng di Batam Merangkak Naik, Pedagang Gorengan Bingung

Minyak Goreng di Batam Merangkak Naik, Pedagang Gorengan Bingung

Batam | Senin, 25 Oktober 2021 | 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Menguat, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Dunia Terus Menguat, Apa Sebabnya?

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 09:03 WIB

Harga Minyak Goreng Mahal di Kepri, Kenaikan Rp3000-Rp5000 per Kg

Harga Minyak Goreng Mahal di Kepri, Kenaikan Rp3000-Rp5000 per Kg

Batam | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:43 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB