facebook

Percepat Layanan, Krakatau Bandar Samudera Bakal Integrasikan Sistem Logistik Kipos-NLE

Reza Gunadha | Achmad Fauzi
Percepat Layanan, Krakatau Bandar Samudera Bakal Integrasikan Sistem Logistik Kipos-NLE
Ilustrasi truk logistik.

Selain itu, Akbar melanjutkan, dengan adanya integrasi sistem ini, maka sistem dari 16 kementerian dan lembaga itu sudah dalam satu atau single window.

Suara.com - PT Krakatau Bandar Samudera tengah menyiapkan integrasi sistem logistik miliknya yaitu Krakatau International Port Solution (Kipos) ke dalam National Logistic Ecosystem (NLE).

Direktur Utama Akbar Djohar menerangkan, dengan adanya integrasi sistem tersebut, maka pelabuhan logistik non kontainer bisa masuk dalam sistem NLE.

"Saat ini kita lagi persiapan untuk menjadi role model National Logistic Ecosystem. Selama ini NLE hanya berorientasi kepada containerized," kata Akbar saat konferensi pers Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Selasa (2/11/2021). 

Selain itu, Akbar melanjutkan, dengan adanya integrasi sistem ini, maka sistem dari 16 kementerian dan lembaga itu sudah dalam satu atau single window. 

Baca Juga: Rebranding Cigading Port Jadi Krakatau International Port Didukung Bamsoet

Karenanya, proses logistik dalam pelabuhan itu bisa lebih cepat dan terhubung ke seluruh pelabuhan Indonesia.

"Throughput volume harusnya lebih tumbuh. Selain itu, kementerian dan lembaga juga bisa meyakinkan bahwa layanan di Banten ini atau di Cigading juga terintegrasi dengan pelabuhan seluruh Indonesia," jelas dia. 

Namun demikian, tambah Akbar, peluncuran integrasi sistem harus menunggu keputusan pemerintah. 

Selama ini, Akbar menyatakan, rata-rata hanya pelabuhan kontainer yang proses bisnis telah terintegrasi NLE.

"NLE ada beberapa pelabuhan, namun rata-rata pelabuhan yang sudah terkoneksi dengan NLE itu adalah pelabuhan kontainer. Sekarang sudah masuk Krakatau International Port yang layanan non-kontainer, yaitu dry bulk," pungkas Akbar.

Baca Juga: BLE Diharapkan Jadi Solusi Kegundahan Pengusaha Soal Sistem Logistik

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar