Bos BI Beberkan Risiko-risiko yang Pengaruhi Perekonomian 2022

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 29 November 2021 | 14:59 WIB
Bos BI Beberkan Risiko-risiko yang Pengaruhi Perekonomian 2022
Gubernur BI, Perry Warjiyo. (Dokumentasi Humas Bank Indonesia)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tetap optimis perekonomian Indonesia bakal pulih pada tahun 2022. Akan tetapi, ia masih melihat adanya risiko-risiko yang harus diantisipasi agar tak mempengaruhi perekonomian nasional.

Salah satunya, tekanan inflasi pada tahun depan yang bisa membayangi perekonomian nasional tahun 2022. Hal ini, terjadi jika ada penyesuaian harga khususnya di sektor energi dari pemerintah.

Untuk diketahui, BI mengasumsikan tingkat inflasi pada tahun 2022 sebesar 3 plus minus 1 persen.

"Ada beberapa risiko disitu yang harus kita pantau dari waktu ke waktu, risiko ada kemungkinan ada tekanan-tekanan inflasi khususnya paruh kedua tahun depan, kalau terjadi kenaikan angka energi, dan kenaikan permintaan yang cepat," ujar Perry dalam Rapat Panja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (29/11/2021).

Selain itu, tambah Perry, ada juga risiko kenaikan nilai tukar rupiah dengan ada rencana Bank Sentral Amerika Serikat untuk mengurangi pembelian obligasi atau tappering off dalam waktu dekat ini.

Dalam hal ini Perry menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 bisa lebih tinggi dibanding 2021. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2022 akan mencapai 4,7-5,5 persen.

Menurut dia, tinggi pertumbuhan ekonomi didorong oleh perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor dan meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi ini juga akan didukung oleh vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.

"Sinergi kebijakan yang erat dan kinerja perekonomian tahun 2021 menjadi modal untuk semakin bangkit dan optimis akan pemulihan ekonomi Indonesia yang lebih baik pada tahun 2022," kata Perry.

baca juga

Ia juga memperkirakan, tingkat inflasi bakal rendah dan terkendali pada sasaran 3 plus minus 1 persen pada tahun 2022. Hal ini, didukung oleh kenaikan kapasitas produksi nasional melalui peningkatan efisiensi dan produktivitas.

"Defisit transaksi berjalan rendah, pada kisaran 1,1-1,9 persen pada 2022," ucap dia.

Sementara, tutur Perry, stabilitas sistem keuangan juga akan terjaga dengan kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah. Sedangkan, dana pihak ketiga dan kredit akan tumbuh 7,0-9,0 persen dan 6,0-8,0 persen pada 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Proyek Strategis di Sumut Ditawarkan Kepada Investor, Ini Rinciannya

9 Proyek Strategis di Sumut Ditawarkan Kepada Investor, Ini Rinciannya

Sumut | Minggu, 28 November 2021 | 10:44 WIB

Legislator Dorong BI Jaga Inflasi dan Stabilisasi Rupiah

Legislator Dorong BI Jaga Inflasi dan Stabilisasi Rupiah

DPR | Jum'at, 26 November 2021 | 14:23 WIB

Permudah Transaksi, Bank Indonesia Perluas QRIS ke Pasar Tradisional

Permudah Transaksi, Bank Indonesia Perluas QRIS ke Pasar Tradisional

Jakarta | Kamis, 25 November 2021 | 18:48 WIB

Terkini

Agar Lebih Efisien, BUMN Mulai Ubah Tata Kelola Proses Bisnis

Agar Lebih Efisien, BUMN Mulai Ubah Tata Kelola Proses Bisnis

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan Selama FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan Selama FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Pakar Jelaskan Kenapa PHPU Tak Bisa Diajukan Setelah Presiden Dilantik

Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Pakar Jelaskan Kenapa PHPU Tak Bisa Diajukan Setelah Presiden Dilantik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Sinopsis The Lament of Autumn: Pertaruhan Nyawa 10 Hari Demi Keadilan

Sinopsis The Lament of Autumn: Pertaruhan Nyawa 10 Hari Demi Keadilan

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Tumbang dari China, Recurve Beregu Putri Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games 2026

Tumbang dari China, Recurve Beregu Putri Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games 2026

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Ojol Bisa Ajukan KUR Rp100 Juta Tanpa Agunan, Tapi Tak Otomatis Cair Penuh

Ojol Bisa Ajukan KUR Rp100 Juta Tanpa Agunan, Tapi Tak Otomatis Cair Penuh

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Kemenkeu Sudah Anggarkan Cicilan KDMP ke Himbara, Pencairan Tunggu Audit BPK

Kemenkeu Sudah Anggarkan Cicilan KDMP ke Himbara, Pencairan Tunggu Audit BPK

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:26 WIB

×