Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Korban Nasabah Asuransi Pertanyakan Kerja, Ini Respons OJK

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 06 Desember 2021 | 20:38 WIB
Korban Nasabah Asuransi Pertanyakan Kerja, Ini Respons OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim telah menindaklanjuti pelaporan-pelaporan yang dilayangkan korban nasabah asuransi. Bahkan, OJK juga telah memanggil perusahaan-perusahaan asuransi yang bermasalah dengan nasabah.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Riswinandi mengatakan, saat ini pelaporan-pelaporan yang dilayangkan korban nasabah tersebut memang masih dalam koordinasi dengan perusahaan-perusahaan asuransi.

"Kita meminta mereka untuk tidak lanjuti, mengklarifikasi, menyelesaikan permasalahan ini. Karena ini memang akan mengganggu reputasi daripada perusahaan asuransi kalau sampai terjadi masalah-masalah itu," ujar Riswinandi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Riswinandi juga mengklaim, pengawasan yang dilakukan OJK terhadap perusahaan asuransi juga sudah sesuai dengan ketentuan.

Akan tetapi, dia menilai dalam produk asuransi ada penyelesaian sengketa yang telah disepakati, ketika nasabah mengajukan penutupan polis.

"Masalah tidak paham programnya, tadi ibu maria bilang nggak mau baca lagi polis, padahal kalau mau melakukan perikatan kan memang perjanjian itu harus kita pahami. ini bukan membela diri ya tapi ini secara umum saja," ucap dia.

Riswinandi menambahkan, para nasabah juga harus memahami ketentuan yang ada dalam produk-produk asuransi, mulai dari keuntungan hingga risiko yang akan dihadapi ke depan.

"Ada hal-hal yang memang harus dipahami. memang betul produk daripada unit link ini adalah produk yang sangat kompleks, harus mengerti risiko-risiko nya. kalau tadi disampaikan bahwa ada informasi-informasi yang terkait dengan apa yang dilakukan oleh agen ini juga akan menjadi masukan buat kami untuk mendalami dengan perusahaan asuransi yang terkait," tutur dia.

Sebelumnya, Korban nasabah asuransi mempertanyakan tindak lanjut OJK terkait pelaporan yang dilayangkan. Pasalnya, laporan tersebut sampai saat ini, diklaim nasabah belum pernah ditindak lanjut oleh OJK.

baca juga

Salah satu Korban nasabah asuransi, Andrew mengatakan, meskipun OJK telah mengklarifikasi laporan nasabah ke perusahaan asuransi, tetapi tidak ada penyelesaian masalah yang dihadapi nasabah.

"Apakah benar tanggung jawab sebagai pengawasan seperti itu, langsung lepas tangan semuanya," tanya Andrew dalam rapat dengar pendapat dengan komisi XI DPR di Jakarta, Senin (6/12/2021).

Selain itu, Andrew menganggap OJK takut dengan perusahaan asuransi, karena setelah pihak penyidik OJK hanya memastikan ke perusahaan asuransi tersebut terkait dengan permasalahan yang terjadi.

"Info dari penyidik OJK sudah pernah dipanggil untuk laporan saya. Saya satu kendala penyidik itu karena OJK mengatakan di BAP, kalau menurut prudensial ini tak ada masalah. Ya sudah tidak ada masalah. Segitu takutkah dengan perusahaan asuransi," tutur Andrew.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Nasabah Asuransi Pertanyakan Kerja OJK Terkait Pelaporan Tindak Kejahatan Polis

Korban Nasabah Asuransi Pertanyakan Kerja OJK Terkait Pelaporan Tindak Kejahatan Polis

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 20:23 WIB

Garda Oto Peroleh Tiga Penghargaan, Buktikan Mutu Pelayanan yang Konsisten

Garda Oto Peroleh Tiga Penghargaan, Buktikan Mutu Pelayanan yang Konsisten

Otomotif | Senin, 06 Desember 2021 | 14:20 WIB

OJK Minta Masyarakat Waspada, Jangan Mau Jadi Korban Investasi Ilegal

OJK Minta Masyarakat Waspada, Jangan Mau Jadi Korban Investasi Ilegal

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 11:54 WIB

Terkini

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Daftar Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Pegadaian per 15 Juli 2026

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:07 WIB

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli, Tabung 12 Kg Kini Rp220.00

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:59 WIB

Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia

Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:47 WIB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:09 WIB

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:06 WIB

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55 WIB

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:46 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

×