Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Lahirkan Entrepreneur Lewat Entrepreneurial Learing Model

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 24 Desember 2021 | 14:58 WIB
Lahirkan Entrepreneur Lewat Entrepreneurial Learing Model
Dosen PresUniv, Rendika Nugraha.

Suara.com - Jika ingin menjadi negara maju, Indonesia perlu berupaya lebih keras untuk mendorong lahirnya lebih banyak lagi pengusaha baru. Upaya itu dapat diwujudkan dengan membangun ekosistem yang lebih kondusif bagi bertumbuhnya pengusaha pengusaha baru dan berkembangnya usaha-usaha.

Di antaranya, melalui kemudahan dalam mendirikan usaha, akses terhadap permodalan, akses pasar, termasuk pengembangan jejaring dan skema mentorship.

Kurang kondusifnya ekosistem kewirausahaan membuat jumlah pengusaha di Indonesia, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, baru mencapai 3,47% dari seluruh penduduknya.

Jumlah ini masih terlalu sedikit. Bandingkan dengan Singapura yang sudah mencapai 8,5%, atau Malaysia dan Thailand yang 4,5%.

Masih kurang kondusifnya ekosistem ini juga tercermin dari peringkat Global Entrepreneurship Index (GEI). Menurut data GEI tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-75 dari 137 negara yang disurvei.

Dengan peringkat tersebut, posisi GEI Indonesia masih tertinggal dibanding beberapa negara tetangga di ASEAN. Misalnya, Singapura sudah menempati peringkat ke-27, Malaysia ke-43, Brunei Darussalam ke-48, Thailand ke-54, dan Vietnam ke-73.

GEI adalah indeks yang mengukur kualitas dan dinamika ekosistem entrepreneurship suatu negara. Indeks ini dipublikasikan oleh The Global Entrepreneurship and Development Institute (GEDI), institusi yang berkantor pusat di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

GEDI ini didirikan oleh para akademisi dalam bidang entrepreneurship dari George Mason University, AS, University ofg Pecs dari Hongaria, dan Imperial College London dan London School os Economic, keduanya dari United Kingdom.

Merujuk konsep GEI, salah satu institusi yang berperan penting dalam ekosistem kewirausahaan adalah perguruan tinggi. Di Indonesia, masih terlalu sedikit kampus yang mampu mencetak pengusaha-pengusaha baru.

Sebagai perbandingan, mengutip data Financial Times (2015), sebanyak 46% lulusan program MBA Babson College di Amerika Serikat (AS) berani langsung membuka usaha sendiri setelah lulus kuliah.

Begitu pula sebanyak 34% lulusan Stanford University, AS, juga berani langsung berbisnis setamat kuliah.

Sementara, lulusan Harvard Business School yang langsung berbisnis mencapai 28%, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Sloan School of Management sebesar 26%.

Untuk mendorong lebih banyak lagi pengusaha yang datang dari lingkungan perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menggelar program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Program ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta. President University (PresUniv) pun terlibat dalam program ini dengan melakukan beberapa kegiatan.

Salah satuanya adalah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Senin-Kamis (20-23 Desember) lalu, Rendika Nugraha, dosen PresUniv yang mengelola PKM tersebut, memaparkan kegiatannya dalam seminar internasional tentang pengabdian masyarakat yang dilangsungkan secara hybrid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komitmen Beri Dampak Positif ke Masyarakat, Jababeka Raih 2 Penghargaan dari Pemprov Jabar

Komitmen Beri Dampak Positif ke Masyarakat, Jababeka Raih 2 Penghargaan dari Pemprov Jabar

Bisnis | Jum'at, 24 Desember 2021 | 14:41 WIB

Mengembangkan Smart Ecosystem 4.0 dengan Open Innovation

Mengembangkan Smart Ecosystem 4.0 dengan Open Innovation

Bisnis | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:56 WIB

Pemerintah Minta Bantuan Ketujuh Pihak Ini, Untuk Atasi Permasalahan Kemiskinan di Depok

Pemerintah Minta Bantuan Ketujuh Pihak Ini, Untuk Atasi Permasalahan Kemiskinan di Depok

Bogor | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:25 WIB

Terkini

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:44 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB