Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Permudah Akses Petani, Pupuk Indonesia Luncurkan Penyeragaman Brand Produk Retail

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 28 Desember 2021 | 07:29 WIB
Permudah Akses Petani, Pupuk Indonesia Luncurkan Penyeragaman Brand Produk Retail
PT Pupuk Indonesia (Persero) meluncurkan penyeragaman produk retail urea dan NPK dengan brand baru, yaitu Urea Nitrea dan NPK Phonska Plus 16-16-16.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) meluncurkan penyeragaman produk retail urea dan NPK dengan brand baru, yaitu Urea Nitrea dan NPK Phonska Plus 16-16-16. Kedua brand ini diluncurkan dalam rangka semakin memudahkan akses pelanggan terhadap produk retail Pupuk Indonesia.

“Melalui penetapan kedua brand urea dan NPK ini, kami harap para pelanggan, khususnya petani, dapat semakin mudah memperoleh produk kami, terutama untuk produk retail dan komersil,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman ditulis Selasa (28/12/2021).

Saat ini, menurut Bakir, terdapat sekitar 100 varian produk urea dan NPK non subsidi yang dimiliki oleh Pupuk Indonesia Grup. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pengelolaan brand yang dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi perusahaan kedepan. Langkah ini penting untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

“Dan yang lebih penting, produk ini nantinya harus tersedia dan mudah didapatkan oleh masyarakat terutama yang membutuhkan pupuk non subsidi,” tegas Bakir.

Penetapan kedua brand tersebut didasari karena brand Nitrea dan NPK Phonska Plus sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Single branding ini akan memudahkan konsumen untuk mengidentifikasi produk pupuk yang saat ini masih diproduksi oleh kelima produsen pupuk dengan brand-nya masing-masing. Walaupun nantinya kemasan berubah, Pupuk Indonesia menjamin bahwa kualitas produk tetap sama, bahkan kedepan dapat ditingkatkan.

“Single branding ini juga bagian dari program transformasi bisnis Pupuk Indonesia yang berkomitmen untuk lebih fokus pada pelanggan,” kata Bakir.

Dengan adanya single branding, berbagai dampak dari multi brand diharapkan dapat tereliminasi. Dengan demikian brand dari produk yang dimiliki setiap anak perusahaan juga sudah saling terkonsolidasi. Loyalitas pelanggan terhadap Pupuk Indonesia grup pun dapat semakin meningkat.

“Biaya promosi pun dapat ditekan karena fokus terhadap satu brand saja. Kami berharap dengan peluncuran single branding Phonska Plus dan Nitrea, Pupuk Indonesia grup dapat menjadi market leader baik di pasar domestic maupun internasional. Ke depan, kita harus berfikir untuk menciptakan produk single branding lainnya, serta memiliki standar kualitas produk yang sama,” jelas Bakir.

Urea Nitrea adalah produk urea retail non subsidi dengan kandungan nitrogen 46%, berwarna putih dengan bentuk prill dan granulasi. Manfaat utamanya adalah memasok unsur nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman terutama dalam pembentukan hijau daun.
Sedangkan NPK Phonska Plus 16-16-16 adalah pupuk dengan kandungan Nitrogen, Phospor dan Kalium. Pupuk NPK sangat dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan buah, serta memperkuat batang dan akar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penduduk Miskin di Pesisir Selatan Bertambah, Tertinggi Kedua di Sumbar

Penduduk Miskin di Pesisir Selatan Bertambah, Tertinggi Kedua di Sumbar

Sumbar | Senin, 27 Desember 2021 | 11:04 WIB

Jelang Akhir Tahun 2021, Petani Cabai di Ciamis Sumringah Dapat Berkah

Jelang Akhir Tahun 2021, Petani Cabai di Ciamis Sumringah Dapat Berkah

Jabar | Sabtu, 25 Desember 2021 | 17:15 WIB

Petani di Bandung Barat Babat Habis Ribuan Pohon Tomat Gara-gara Ini

Petani di Bandung Barat Babat Habis Ribuan Pohon Tomat Gara-gara Ini

Jabar | Sabtu, 25 Desember 2021 | 12:52 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB