Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Boeing 737 Max: RI Segera Izinkan Terbang di Tengah Laporan Masalah Teknis

Siswanto | BBC | Suara.com

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:41 WIB
Boeing 737 Max: RI Segera Izinkan Terbang di Tengah Laporan Masalah Teknis
BBC

Suara.com - Pemerintah Indonesia mengatakan akan kembali mengizinkan penerbangan seluruh pesawat Boeing 737-8, lebih dikenal dengan sebutan 737 Max, di tengah laporan masih "ada ratusan gangguan teknis" pada pesawat tersebut.

Langkah ini diambil setelah pemerintah melakukan investigasi dan perbaikan pada sistem pesawat tersebut, menurut keterangan yang dipublikasi Ditjen Perhubungan Udara.

Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto, menyatakan telah berkoordinasi dengan otoritas dan operator penerbangan dari berbagai dunia, khususnya ASEAN.

"Hingga saat ini, beberapa negara telah mengizinkan kembali pengoperasian pesawat 737 Max," kata Novie.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melarang terbang Boeing 737 Max pada 13 Maret 2019 menyusul kecelakaan dua model pesawat, yang menewaskan 346 orang.

Kecelakaan pertama dialami oleh pesawat Lion Air JT-610 pada Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang, termasuk kru pesawat.

Empat bulan kemudian, pesawat sejenis dari maskapai Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan yang menewaskan 157 orang.

Baca juga:

Penilaian terhadap Boeing 737 Max oleh Ditjenhub dilakukan dengan mengevaluasi perubahan disain kendali pesawat (flight control) dan beban kerja pilot pesawat Boeing 737 Max, melalui Simulator Boeing Flight Services, yang bertempat di Singapura.

"Kegiatan itu, dihadiri perwakilan Otoritas Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) di Singapura, Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS), Boeing, dan juga dihadiri secara virtual oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, FAA dan Boeing Seattle.

"Selama proses evaluasi, dilaksanakan penyamaan persepsi, terutama untuk perubahan desain flight control dan dilakukan juga uji terbang, menggunakan simulator Boeing 737 Max," kata Novie.

Sejauh ini, Ditjen Perhubungan Udara juga berkoordinasi dengan operator penerbangan untuk menyiapkan pengoperasian kembali pesawat 737 Max baik dari sisi aturan maupun teknis.

Perintah kelaikudaraan dan pelatihan pilot

Persiapan yang sejauh ini dilakukan adalah penerbitan dan pelaksanaan perintah kelaikudaraan sesuai dengan ketentuan FAA, persiapan pelatihan dan pelaksanaan simulator untuk pilot dan pedoman teknis 737 Max yang mengacu dari Boeing.

Menurut Novie, beberapa operator penerbangan menyatakan "telah melaksanakan perintah kelaikudaraan untuk pesawat 737 Max, sesuai dengan ketentuan FAA dan akan mempersiapkan pelatihan dan simulator di fasilitas terdekat di Singapura".

"Kami minta, ketentuan yang telah ditetapkan, bisa dipenuhi operator penerbangan, dan kepada seluruh regulator penerbangan untuk berkomitmen dalam pemenuhan ketentuan keselamatan tersebut, sebelum pesawat 737 Max kembali beroperasi di Indonesia," ujar Novie.

Rencana pemerintah Indonesia mengizinkan lagi operasioal pesawat Boeing 737 Max disampaikan di tengah masih adanya kekhawatiran tentang keselamatan model ini.

Regulator penerbangan di AS mengizinkan operasional Boeing 737 Max pada 2020, namun tercatat "masih ada laporan masalah-masalah serius". Boeing sendiri menegaskan bahwa model 737 Max "aman dan andal".

Pada 14 Oktober 2021, satu pesawat 737 Max meninggalkan Seattle menuju Brussel. Ini merupakan pesawat baru yang dibeli grup perusahaan perjalanan Tui.

Tetapi hanya beberapa menit setelah perjalanan yang menempuh jarak 5.000 mil tersebut, tim pilot melaporkan ada "masalah kontrol penerbangan", yang memaksanya untuk kembali. Tak lama kemudian pesawat mendarat dengan selamat.

Masalah yang ia laporkan terkait dengan mode autopilot, yang dengan cepat bisa diperbaiki.

Pesawat tersebut terbang lagi ke Brussel keesokan harinya. Sejak itu, pesawat ini terbang secara reguler.

Namun, ini bukanlah insiden tunggal.

Kedaruratan

Setiap kali pihak maskapai atau stasiun perbaikan AS menemukan kegagalan yang serius, malfungsi atau kecacatan dalam pesawat, hal ini harus dilaporkan ke regulator yaitu Otoritas Penerbangan Sipil AS (FAA), melalui apa yang disebut "service difficulty report" (SDR).

Ada lebih dari 180 laporan sejenis sejak 737 Max kembali beroperasi.

Kebanyakan laporan permasalahan ditemukan pada pesawat yang sedang berada di darat. Lalu, sebanyak 22 terjadi saat berada di udara, dan empat di antaranya pilot menyatakan keadaan darurat.

Pilot AS juga menyatakan keadaan darurat pada dua kejadian lainnya menyusul kegagalan pada mesin.

Peristiwa ini tidak muncul dalam database FAA, tapi laporannya ada di dalam situs Aviation Herald yang mengumpulkan laporan kecelakaan dan insiden pada penerbangan komersial.

Persoalan yang terjadi di armada AS masih relatif kecil, dengan kurang dari 160 pesawat pada pertengahan Oktober. Beberapa di antaranya dilarang terbang beberapa minggu di awal tahun ini setelah ada temuan masalah kelistrikan.

SDR juga merupakan data publik di Kanada. Data ini dikeluarkan melalui regulatornya, Transport Canada. Basis data lembaga ini menunjukkan 56 penerbangan pesawat 737 Max terdapat 19 laporan, lima di antaranya terkait dengan insiden dalam penerbangan.

Perangkat lunak kendali pesawat telah dimodifikasi untuk menghilangkan cacat serius yang berimplikasi terhadap dua kecelakaan tersebut. Perubahan fisik pada pesawat juga dilakukan.

Penting untuk ditekankan, bahwa tak ada masalah yang dilaporkan kepada FAA dan Transport Canada secara langsung terkait dengan kecelakaan ini, atau dengan perubahan yang dilakukan setelahnya.

Hal ini termasuk masalah terhadap beberapa sistem penting, termasuk motor yang digunakan untuk menyetabilkan pesawat secara horizontal - bagian sayap kecil pada ekor pesawat.

Ada juga kegagalan dengan mesin, sistem pengendali penerbangan, hidrolik, dan kabel.

Penyetabil horizontal, khususnya, sangat berperan penting untuk menjaga pesawat tetap terkendali.

Hal ini bisa disesuaikan secara manual dengan sebuah roda yang ada dekat lutut pilot. Tapi dalam kondisi tertentu, misalnya ketika pesawat terbang terlalu cepat, hal ini tak mungkin dilakukan karena beban aerodinamis yang ikut mempengaruhi.

Joe Jacobsen adalah mantan insinyur keselamatan senior di FAA, yang mengkritik keras cara badan resmi memberi sertifikat kepada 737 Max.

Dia mengatakan, laporan-laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran, khususnya terhadap motor penstabil, kabel, dan sistem kendali pesawat. Masalah seperti itu, kata dia, kemungkinan besar akan disalahkan ke pihak manufaktur.

"Jika mereka tidak terkait dengan manufaktur," katanya "maka kita punya masalah dengan sistem analisis keamanan, karena saya tidak percaya kita akan memperkirakan jumlah kegagalan ini seperti rentang waktu yang singkat, dengan armada kecil seperti itu."

Gilles Primeau, ahli sistem pengendali pesawat dari Kanada juga memperingatkan.

Dia sebelumnya telah bereaksi terhadap anggota parlemen bahwa pendapatnya mengenai sistem trim penyeimbang pada semua jenis 737 - bukan hanya Max, adalah "usang", dan tak cukup menggantikan fungsi penting dalam komponen jika terjadi kegagalan.

Dia mengatakan, "konsep mendasar untuk sistem keselamatan adalah jika efek dan tingkat keparahan kegagalan menyebabkan bahaya, maka frekuensi masalah itu semestinya dirancang untuk dikurangi ... kehilangan posisi penyeimbang horizontal bisa menjadi bencana besar".

Baca juga:

Ed Pierson, manajer senior di pabrik Boeing 737, dekat Seattle, sebelumnya menyuarakan keprihatinannya mengenai standar manufaktur di dalam pabrik. Dia mengatakan jumlah laporan kegagalan dan kecacatan "sangat meresahkan".

"Saya prihatin ini hanya fenomena puncak gunung es," katanya.

Ia menambahkan, "Ini membuat orang bertanya-tanya apa yang dikatakan oleh laporan pemiliki perawatan pesawat mengenai kondisi pesawat-pesawat itu, jika laporan wajibnya seperti itu."

'Bisa dipahami'

Namun, tidak semua ahli mengeluarkan peringatan serupa. Dai Whittingham, Kepala Eksekutif Komite Keselamatan Penerbangan Inggris juga sudah melihat laporan SDR yang dipublikasi.

Ia mengatakan berbagai laporan tentang masalah yang dialamai 737 Max "bisa dipahami".

"Dengan armada sebesar itu, ini bukan masalah yang tidak terduga untuk jangka waktu yang lama ... sistem yang ada rumit, jadi hal semacam itu bisa terjadi," kata Whittingham.

Pihak Boeing tidak merespons pertanyaan spesifik mengenai kegagalan yang dipublikasi mengenai SDR.

Dalam sebuah pernyataan, Boeing mengatakan: "Sejak 737 Max kembali beroperasi, maskapai telah menerbangkan sedikitnya 240.000 penerbangan di seluruh dunia, dan melakukan lebih dari 1.300 penerbangan setiap hari.

"Keandalan layanan lebih besar dari 99%, dan konsisten dengan model pesawat komersial lain."

Namun orang-orang yang dekat dengan program 737 Max, mengakui bahwa ada masalah spesifik dengan penstabil trim motor, dan terdapat perubahan untuk memperbaikinya.

BBC juga mendapatkan informasi bahwa ada pertemuan mingguan reguler antara Boeing dan perwakilan dari produsen mesin CFM Internasional, sebagian untuk mengatasi akar penyebab kegagalan dan larangan penerbangan.

Sementara itu, FAA mengatakan, "Ketika kami mengizinkan 737 Max kembali beroperasi, kami mencatat insiden rutin akan terjadi dengan pesawat, sama halnya seperti yang terjadi dengan setiap merek dan model pesawat lainnya.

"FAA mengatasi masalah ini dengan proses Keselamatan Operasional Berkelanjutan yang sama, bahwa kami menyediakannya untuk seluruh pesawat komersial AS. Kami juga melihat tidak ada insiden yang dilaporkan terkait dengan sistem kontrol pesawat otomatis yang didesain ulang pada Max."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Pertimbangkan Skema 'Cicil' Beli 50 Pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia

Danantara Pertimbangkan Skema 'Cicil' Beli 50 Pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia

Video | Senin, 02 Maret 2026 | 15:00 WIB

Garuda Indonesia Mau Tambah Pesawat Boeing, Danantara: Bagian Restrukturisasi!

Garuda Indonesia Mau Tambah Pesawat Boeing, Danantara: Bagian Restrukturisasi!

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2025 | 19:44 WIB

Garuda Siap Borong Pesawat Boeing Setelah Kesepakatan Tarif Trump, Berapa Banyak?

Garuda Siap Borong Pesawat Boeing Setelah Kesepakatan Tarif Trump, Berapa Banyak?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 13:32 WIB

RI Kena Tarif 19% AS: Untung atau Buntung? Ini Fakta yang Bikin Tercengang!

RI Kena Tarif 19% AS: Untung atau Buntung? Ini Fakta yang Bikin Tercengang!

Video | Jum'at, 18 Juli 2025 | 12:05 WIB

Sayap Boeing 'Senggol' Ekor Airbus di Bandara Hanoi, Ratusan Penumpang Vietnam Airlines Tegang

Sayap Boeing 'Senggol' Ekor Airbus di Bandara Hanoi, Ratusan Penumpang Vietnam Airlines Tegang

News | Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:55 WIB

Maskapai Indonesia Berpeluang Tampung Pesawat Boeing yang DIkembalikan China

Maskapai Indonesia Berpeluang Tampung Pesawat Boeing yang DIkembalikan China

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 15:08 WIB

Daftar Kecelakaan Boeing 737-800 dan 737 Max 8: Dari Brasil Hingga Kini Korea Selatan

Daftar Kecelakaan Boeing 737-800 dan 737 Max 8: Dari Brasil Hingga Kini Korea Selatan

Bisnis | Senin, 30 Desember 2024 | 14:28 WIB

Boeing Mengaku Bersalah atas Kecelakaan Lion Air, Ekspor Pesawat Terancam!

Boeing Mengaku Bersalah atas Kecelakaan Lion Air, Ekspor Pesawat Terancam!

Bisnis | Selasa, 09 Juli 2024 | 18:50 WIB

Boeing 'Tertekan', Pesawat Terus Bermasalah Hingga Bikin Bos Maskapai Marah

Boeing 'Tertekan', Pesawat Terus Bermasalah Hingga Bikin Bos Maskapai Marah

Bisnis | Rabu, 15 Mei 2024 | 12:05 WIB

Dua Pembongkar Skandal Boeing Tiba-tiba Meninggal Misterius

Dua Pembongkar Skandal Boeing Tiba-tiba Meninggal Misterius

News | Jum'at, 03 Mei 2024 | 21:13 WIB

Terkini

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Jangan Lewatkan Promo BRImo Tiket Pestapora 2026, Harga Dijamin Lebih Hemat

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:41 WIB

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:25 WIB

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:14 WIB

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:06 WIB

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Harga Tiket Pesawat Domestik Garuda Indonesia Resmi Naik!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:57 WIB

Jelang RUPS, BBRI Dikabarkan Bakal Bagi Dividen Lebih Besar

Jelang RUPS, BBRI Dikabarkan Bakal Bagi Dividen Lebih Besar

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:47 WIB

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 'Gantung', Wayan Koster: Kami Malu Ditanya Masyarakat Terus!

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 'Gantung', Wayan Koster: Kami Malu Ditanya Masyarakat Terus!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:43 WIB

6 Fakta Sepeda Motor Listrik untuk Pengadaan Program MBG, Jumlahnya 21 Ribu

6 Fakta Sepeda Motor Listrik untuk Pengadaan Program MBG, Jumlahnya 21 Ribu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:29 WIB

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB