Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Harga Minyak Dunia Menguat Karena Pasokan yang Ketat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 18 Januari 2022 | 08:25 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Karena Pasokan yang Ketat
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin karena investor berspekulasi bahwa pasokan global akan tetap ketat.

Mengutip CNBC, Selasa (18/1/2022) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 42 sen, atau 0,5 persen menjadi USD86,48 per barel. Di awal sesi, kontrak tersebut menyentuh harga tertinggi sejak 3 Oktober 2018, yakni USD86,71 per ounce.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, meningkat 53 sen, atau 0,6 persen menjadi USD84,35 per barel setelah menyentuh harga tertinggi sejak 10 November di USD84,78.

Perdagangan relatif tenang karena hari libur di Amerika untuk menghormati pemimpin hak sipil yang terbunuh Martin Luther King Jr.

Keriuhan aksi beli, didorong kendala pasokan dan tanda-tanda varian Omicron tidak akan mengganggu seperti yang dikhawatirkan terhadap permintaan bahan bakar, mendongkrak sejumlah  grade  minyak mentah ke posisi tertinggi multi-tahun, menunjukkan reli Brent dapat dipertahankan lebih lama, ungkap trader.

"Sentimen bullish terus berlanjut karena (kelompok produsen) OPEC Plus tidak menyediakan pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan global yang kuat," kata Toshitaka Tazawa, analis Fujitomi Securities Co Ltd.

Organisasi Negara Eksportir Minyak, Rusia dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC Plus, secara bertahap melonggarkan pengurangan output yang diterapkan ketika permintaan merosot pada 2020.

Tetapi banyak produsen yang lebih kecil tidak dapat meningkatkan pasokan dan yang lain ketar-ketir untuk memompa terlalu banyak minyak jika terjadi kehancuran lagi akibat Covid-19.

Sementara itu, total produksi minyak Libya kembali ke 1,2 juta barel per hari (bph), menurut National Oil Corp. Output Libya sekitar 900.000 bph pekan lalu karena blokade ladang minyak di sebelah barat.

baca juga

"Produksi minyak Libya turun menjadi 700.000 barel per hari pada awal tahun, yang berperan dalam kenaikan harga," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Kekhawatiran atas kendala pasokan melebihi berita tentang kemungkinan pelepasan cadangan minyak China, ungkap Tazawa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Presiden Jokowi Mengapa Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Plt Wali Kota Bandung Beri Jawaban Ini

Ditanya Presiden Jokowi Mengapa Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Plt Wali Kota Bandung Beri Jawaban Ini

Jabar | Senin, 17 Januari 2022 | 16:01 WIB

Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit

Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit

Bisnis | Senin, 17 Januari 2022 | 07:34 WIB

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Bogor | Senin, 17 Januari 2022 | 06:25 WIB

Terkini

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

×