Harga Minyak Dunia Menguat Karena Pasokan yang Ketat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 18 Januari 2022 | 08:25 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Karena Pasokan yang Ketat
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin karena investor berspekulasi bahwa pasokan global akan tetap ketat.

Mengutip CNBC, Selasa (18/1/2022) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 42 sen, atau 0,5 persen menjadi USD86,48 per barel. Di awal sesi, kontrak tersebut menyentuh harga tertinggi sejak 3 Oktober 2018, yakni USD86,71 per ounce.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, meningkat 53 sen, atau 0,6 persen menjadi USD84,35 per barel setelah menyentuh harga tertinggi sejak 10 November di USD84,78.

Perdagangan relatif tenang karena hari libur di Amerika untuk menghormati pemimpin hak sipil yang terbunuh Martin Luther King Jr.

Keriuhan aksi beli, didorong kendala pasokan dan tanda-tanda varian Omicron tidak akan mengganggu seperti yang dikhawatirkan terhadap permintaan bahan bakar, mendongkrak sejumlah  grade  minyak mentah ke posisi tertinggi multi-tahun, menunjukkan reli Brent dapat dipertahankan lebih lama, ungkap trader.

"Sentimen bullish terus berlanjut karena (kelompok produsen) OPEC Plus tidak menyediakan pasokan yang cukup untuk memenuhi permintaan global yang kuat," kata Toshitaka Tazawa, analis Fujitomi Securities Co Ltd.

Organisasi Negara Eksportir Minyak, Rusia dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC Plus, secara bertahap melonggarkan pengurangan output yang diterapkan ketika permintaan merosot pada 2020.

Tetapi banyak produsen yang lebih kecil tidak dapat meningkatkan pasokan dan yang lain ketar-ketir untuk memompa terlalu banyak minyak jika terjadi kehancuran lagi akibat Covid-19.

Sementara itu, total produksi minyak Libya kembali ke 1,2 juta barel per hari (bph), menurut National Oil Corp. Output Libya sekitar 900.000 bph pekan lalu karena blokade ladang minyak di sebelah barat.

baca juga

"Produksi minyak Libya turun menjadi 700.000 barel per hari pada awal tahun, yang berperan dalam kenaikan harga," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Kekhawatiran atas kendala pasokan melebihi berita tentang kemungkinan pelepasan cadangan minyak China, ungkap Tazawa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Presiden Jokowi Mengapa Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Plt Wali Kota Bandung Beri Jawaban Ini

Ditanya Presiden Jokowi Mengapa Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Plt Wali Kota Bandung Beri Jawaban Ini

Jabar | Senin, 17 Januari 2022 | 16:01 WIB

Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit

Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit

Bisnis | Senin, 17 Januari 2022 | 07:34 WIB

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Bogor | Senin, 17 Januari 2022 | 06:25 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×