Ditanya tentang saham Antam yang masih cenderung naik-turun di awal tahun 2022, Lucky mengaku sama sekali tidak khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, terjadinya pelemahan belakangan ini bersifat hanya temporal saja.
"Jadi menurut saya, justru saya melihat Antam dalam kondisi discount. Jadi pelemahan ini dimaknai sebagai koreksi temporer, peraturan kan bisa mengalami perubahan," ungkapnya.
Dia mencontohkan, beberapa kebijakan yang sudah ada di sektor komoditi apakah itu pajak ekspor-impor di industri Kelapa Sawit, termasuk DMO (domestik market obligation) di batu bara. Hal itu akan mengikuti dinamika di sektor tersebut.
"Jadi pandangan saya, sentimennya ini temporer," pungkasnya.
Berita ini sebelumnya dimuat Wartaekonomi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Feronikel Bakal Bangkitkan Saham Antam"