facebook

Telah Lewati Gelombang Kedua Covid-19, Tahun Ini Ekonomi Indonesia Diprediksi Mulai Rebound

Fabiola Febrinastri
Telah Lewati Gelombang Kedua Covid-19, Tahun Ini Ekonomi Indonesia Diprediksi Mulai Rebound
Indonesia Industry Outlook #IIO2022, Jakarta, Rabu (9/2/2022). (Suara.com/Nessy Febrinastri)

Sebanyak 66,5% responden merasa yakin, kondisi keuangan akan pulih pada pertengahan tahun 2022/

Suara.com - Indonesia telah melewati gelombang pertama dan kedua Covid-19 dan kini optimisme masyarakat terhadap prospek perekonomian sangat tinggi. Optimisme ini merupakan modal berarti bagi ekonomi Indonesia untuk mulai rebound tahun ini.

Hal ini mengemuka dalam Indonesia Industry Outlook #IIO2022, yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

"Dengan konsumen yang kian optimistis terhadap bakal berakhirnya pandemi, maka hal ini merupakan modal berarti bagi ekonomi Indonesia untuk mulai rebound di tahun 2022 ini," kata Yuswohady, Founding Chairman Indonesia Industry Outlook (IIO).

Dengan fakta ini, berarti pada 2022, konsumen Indonesia sudah siap untuk beraktivitas kembali seperti sebelum pandemi dan mulai berani melakukan spending, termasuk untuk durable goods dan barang bernilai besar.

Baca Juga: Tahun 2021, Ekonomi Indonesia Tumbuh 3,69 Persen Target Pemerintah Meleset

#IIO2022 mencoba mengungkap perubahan-perubahan yang terjadi di 25 industri/pasar berdasarkan survei yang dilakukan akhir Desember 2021 terhadap 770 responden di 10 kota utama di Indonesia.

"Kami juga melakukan riset digital monitoring dengan mengumpulkan percakapan-percakapan di media sosial untuk mengetahui sentimen dari berbagai isu di 25 industri. Hasil riset ini diwujudkan dalam laporan berjudul 10 Megashifts in the 25 Hottest Industries Post-Pandemic," ujar Yuswohady.

Menurut survei, sebanyak 66,5% responden merasa yakin, kondisi keuangan akan pulih pada pertengahan tahun 2022 dan sebanyak 74,8% responden yakin, pandemi bakal berakhir di pertengahan tahun 2022.

Walaupun varian baru Covid-19 Omicron masuk ke Indonesia, yang menandai adanya gelombang ketiga, namun hal ini tidak membuat optimisme konsumen Indonesia menurun. Publik tidak mengalami kekhawatiran yang berlebihan, karena sudah berpengalaman menghadapi varian Delta.

Berdasarkan hasil riset Inventure-Alvara, sebanyak 26,2% responden yakin bahwa varian Omicron tidak lebih menular dan tidak lebih mematikan. Hal ini berarti responden merasa lebih siap hidup berdampingan dengan pandemi.

Baca Juga: Jokowi: 2022 Jadi Tahun Yang Tepat Untuk Pemulihan Ekonomi, Tapi Harus Tetap Waspada

Kondisi ini semakin didukung dengan suksesnya program vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah, yang membuat risiko kematian akibat Covid-19 makin rendah dan herd immunity semakin cepat terbentuk.

Komentar