Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Ramai-ramai Bank Daerah Ingin Bentuk Holding, Ada Apa?

Siswanto, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 08 Maret 2022 | 16:56 WIB
Ramai-ramai Bank Daerah Ingin Bentuk Holding, Ada Apa?
Ilustrasi bank

Suara.com - Bank Pembangunan Daerah dinilai memiliki peran dalam mengakselerasi perekonomian. Apalagi jika kemudian potensi besar itu mampu disatukan.

Langkah sejumlah BPD bersinergi dinilai tepat karena akan memperkuat ekosistem dan bisnis.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Amin Nurdin mengatakan langkah sejumlah BPD yang bertemu, seperti dilakukan bank bjb dengan sejumlah bank daerah lain merupakan hal positif.

Apalagi sinergi kolaborasi BPD juga semakin diperlukan seiring keluarnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan OJK Nomor 12 /POJK.03/2021 tentang Bank Umum dengan kategorisasi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti.

Seperti diketahui, masih banyak bank daerah yang memiliki modal inti di bawah Rp1 triliun.

Setelah terbit POJK, banyak BPD yang mulai melirik terbangunnya kelompok usaha bersama.

Buktinya, beberapa BPD mulai saling bertemu untuk melakukan sinergi bisnis. Tak hanya itu, beberapa kali pertemuan juga membahas tentang pengembangan BPD, termasuk opsi pembentukan holding atau bisa juga dalam bentuk bersinergi dengan KUB.

“Kolaborasi sindikasi, artinya kemudian saling mengenalkan, terbuka mengisi satu sama lain. Apalagi saat ini, semua menuntut efisen, semua serba kolaborasi. Mungkin ini saat tepat saya bilang kita butuh membangun sistem BPD untuk kemudian disatukan dalam platform sama,” ujar Amin, Selasa (8/3/2022).

Ia mengakui sebagai bank daerah, akan ada beberapa perbedaan. Namun, hal itu tetap dapat ditengahi jika kemudian terdapat kesungguhan semua pihak untuk sama-sama mendorong bank daerah semakin berkontribusi, membangun perekonomian daerah.

“Apalagi saat ini dunia tanpa batas, perlu bersinergi bersatu untuk kepentingan bersama. Tujuannya untuk membangun daerah, itu sangat mulia. Sebagai patokan implementasi supaya semua sehat kuat secara industri,” ujar Amin.

Apalagi, saat ini, sudah ada beberapa bank daerah yang berstatus terbuka, dengan memiliki kinerja positif, seperti Bank BJB maupun Bank Jatim. Tentu saja, terdapat juga beberapa BPD lain yang bagus. Tinggal dikolaborasikan disinergikan, katanya.

“Yang sudah go publik sudah ada, ada juga BPD dengan aset besar. Sah-sah saja untuk kemudian misal sebagai leading,” ujarnya.

Seperti diketahui, sudah dilakukan beberapa pertemuan yang telah terjadi diantaranya antara bank bjb dengan Bank Bengkulu, Bank Sumut, Bank Kalteng, Bank Jateng, dan lainnya. Pertemuan itu mayoritas dihadiri jajaran direksi, komisaris, pemda, dan lainnya.

Kerja sama Bank BJB dan Bank Bengkulu misalnya dalam rangka penggunaan infrastruktur bersama khususnya teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, likuiditas, pembiayaan bahkan permodalan. Kerja sama ini penting mengingat bank Bengkulu berada pada kelompok KBMI 1 dengan modal inti sebesar Rp1 triliun (per September 2021).

Sementara, kunjungan BPD Kalteng dan BPD Sumut berlangsung selama dua hari pada hingga 11 Februari 2022. Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan belajar banyak dari Bank BJB. Meskipun saham mayoritas milik pemerintah daerah, keberadaannya bisa diterima masyarakat luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:37 WIB

Penukaran Uang Baru di Bank BPD DIY, Cek Lokasi dan Jadwalnya

Penukaran Uang Baru di Bank BPD DIY, Cek Lokasi dan Jadwalnya

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:21 WIB

OJK Tancap Gas Konsolidasi Bank, Ratusan BPR/S Akan Digabung

OJK Tancap Gas Konsolidasi Bank, Ratusan BPR/S Akan Digabung

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 08:53 WIB

Genjot Ekonomi Inklusif, BPD Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan

Genjot Ekonomi Inklusif, BPD Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:09 WIB

Bakal Diguyur Uang Likuiditas, Menkeu Tunggu Kesiapan BPD

Bakal Diguyur Uang Likuiditas, Menkeu Tunggu Kesiapan BPD

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:39 WIB

Persaingan Makin Ketat, OJK Minta Bank Daerah Terus Berbenah

Persaingan Makin Ketat, OJK Minta Bank Daerah Terus Berbenah

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:15 WIB

Asbanda Catat Total Nasabah Tabungan Simpeda Hingga Juni Capai 8,9 Juta dengan Saldo Rp 73 Triliun

Asbanda Catat Total Nasabah Tabungan Simpeda Hingga Juni Capai 8,9 Juta dengan Saldo Rp 73 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 19:59 WIB

BPD Andalkan Siskeudes Dorong Pembangunan Daerah

BPD Andalkan Siskeudes Dorong Pembangunan Daerah

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 10:18 WIB

Kejagung Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Sritex

Kejagung Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Korupsi Sritex

Foto | Selasa, 22 Juli 2025 | 08:37 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB