Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ganjar Pranowo Kritik Habis-habisan Pemerintah Pusat dan Kemendag Terkait Minyak Goreng: Saya Malu!

M Nurhadi

Kamis, 24 Maret 2022 | 08:40 WIB
Ganjar Pranowo Kritik Habis-habisan Pemerintah Pusat dan Kemendag Terkait Minyak Goreng: Saya Malu!
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. [Dok Pemprov Jateng]

Suara.com - Kementerian Perdagangan yang belakangan kena sorot karena kebijakan 'tak jelas' terkait minyak goreng turut mengundang kritik dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Hal ini ia sampaikan saat menyampaikan keresahan warga dalam forum High Level Meeting (HLM) dengan tema “Mitigasi Risiko Tekanan Harga dan Pasokan Komoditas Global terhadap Inflasi Jawa Tengah" pada Selasa (22/3/2022).

"Mohon maaf pak, silahkan disampaikan ke Pak Mendag atau Menko. Kita tidak bisa lagi seperti ini, muka pemerintah hari ini ditampar habis-habisan,” kata Ganjar, dalam acara yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan yaitu Direktur Barang Kebutuhan Pokok & Barang Penting Isy Karim yang hadir secara virtual itu.

Ganjar menyebut, Indonesia selaku salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar justru tidak bisa memenuhi kebutuhan rakyatnya.

"Mohon maaf kalau kalimat saya kurang berkenan. Kita ini produsen sawit terbesar, produsen minyak goreng terbesar dan kita seperti tikus mati di lumbung padi. Kita kebingungan di daerah, karena semua produksi dan kebijakannya ada di pusat,” ujar dia.

Ia juga mengatakan, jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan tegas maka dampaknya akan berlangsung kebih lama.

"Saya sebagai gubernur saja ikut malu. Maaf sekali lagi ini harus saya sampaikan, karena mungkin suara saya mewakili banyak orang," ujarnya.

"Kalau kaitannya harga minyak dunia, mari untuk merah putih tidak mengambil untung banyak-banyak, ini soal moralitas dan saya yakin kementerian perdagangan bisa melakukan itu," lanjut dia.

Jika berkaitan dengan, omestic Market Obligation (DMO) sebesar 20 persen, ia menyarankan, beban distribusi bisa diserahkan pada perusahaan.

baca juga

“Tadi ide yang paling bagus adalah siapa yang mengawasi, siapa yang mengawasi? yang mengawasi adalah produsen sendiri, bukan dari kita, mereka yang mengawasi dan harus sampai pada rakyat," kata dia.

Jadi mereka dibebani, mohon maaf ini para pengusaha minyak goreng ya. Dibebani usaha untuk mendistribusikan kepada konsumen sehingga harganya bisa 14 ribu, ini menurut saya penting," imbuh Ganjar.

Ia juga berharap, penanganan minyak goreng tidak bisa melulu fokus pada sisi hilir. Justru penanganan dari sisi hulu adalah poin paling penting.

“Maka saya minta teman-teman dari perhutani untuk menyiapkan lahan bekerjasama dengan distan kita agar kita bisa tanam. Ini mestinya kita mengambil tindakan, aturan yang bisa menguntungkan petani juga dan sinergi dengan mereka,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atasi Kelangkaan, Anies Baswedan Bakal Bangun Pabrik Minyak Goreng

Atasi Kelangkaan, Anies Baswedan Bakal Bangun Pabrik Minyak Goreng

News | Kamis, 24 Maret 2022 | 08:18 WIB

Pasar Murah Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribuan di Pasar Pemedilan Digeruduk Warga Denpasar

Pasar Murah Minyak Goreng Curah Rp 14 Ribuan di Pasar Pemedilan Digeruduk Warga Denpasar

Bali | Kamis, 24 Maret 2022 | 07:15 WIB

Ganjar Pranowo Dapat Dukungan dari Santri, Kali Ini Datang dari NTT

Ganjar Pranowo Dapat Dukungan dari Santri, Kali Ini Datang dari NTT

News | Kamis, 24 Maret 2022 | 06:05 WIB

Miris! Sejumlah Pedagang Gorengan di Pangandaran Tak Bisa Jualan karena Minyak Goreng Langka

Miris! Sejumlah Pedagang Gorengan di Pangandaran Tak Bisa Jualan karena Minyak Goreng Langka

Jabar | Kamis, 24 Maret 2022 | 06:00 WIB

Sentil Gilang Juragan 99 dan Istri, Nikita Mirzani Bagi-Bagi Minyak Goreng Tanpa Syarat

Sentil Gilang Juragan 99 dan Istri, Nikita Mirzani Bagi-Bagi Minyak Goreng Tanpa Syarat

Entertainment | Kamis, 24 Maret 2022 | 07:10 WIB

Harga Minyak Goreng Meroket, Tapi di Sini Ada Diskon Bimoli, Filma, Tropical, Sania, Sunco dan Fortune Loh Buibu!

Harga Minyak Goreng Meroket, Tapi di Sini Ada Diskon Bimoli, Filma, Tropical, Sania, Sunco dan Fortune Loh Buibu!

Lifestyle | Kamis, 24 Maret 2022 | 07:55 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×