Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Vale Indonesia Gandeng Perusahaan Asal China Garap Proyek Smelter Nikel di Pomalaa

M Nurhadi

Jum'at, 29 April 2022 | 14:25 WIB
Vale Indonesia Gandeng Perusahaan Asal China Garap Proyek Smelter Nikel di Pomalaa
Salah seorang pekerja berada di ruang produksi nikel milik PT Vale Indonesia (Tbk) yang beroperasi di Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (29/7/2021). ANTARA/HO

Suara.com - Selepas Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) yang mundur dari proyek smelter nikel di Pomalaa, Kolaka Sulteng PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kini sudah mendapatkan mitra baru yakni Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd.

Disampaikan oleh Direktur Utama PT Vale Indonesia Febriany Eddy, mitra dari China itu menjanjikan kerja sama rendah karbon lantaran tak menggunakan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara (PLTU).

Terlebih, Huayou sebelumnya dianggap memiliki tren baik dalam konstruksi dan operasi HPAL di Indonesia.

"Vale sudah merampungkan tanda tangan FCA dengan Huayou untuk membangun proyek HPAL Pomalaa. Kalau melihat pengumuman ini harusnya sangat positif bukan hanya pada INCO tapi juga masyarakat Pomalaa, Pemerintah Daerah, dan bangsa," kata Eddy di Jakarta, Kamis (28/4/2022) lalu.

Kerangka kerja sama atau Framework Cooperation Agreement kedua perusahaan sudah dilakukan pada Rabu (27/4/2022) lalu dengan kesepakatan berikut:

1. Huayou akan membangun dan melaksanakan Proyek HPAL Pomalaa, dan PT Vale akan memiliki hak untuk mengakuisisi hingga 30% saham Proyek HPAL Pomalaa tersebut.

Proyek HPAL Pomalaa mengadopsi dan menerapkan proses, teknologi dan konfigurasi HPAL Huayou yang telah teruji untuk memproses bijih limonit dan bijih saprolit kadar rendah dari tambang PT Vale di Pomala.

Sehingga, nantinya menghasilkan Produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan potensi kapasitas produksi 120.000 metrik ton nikel per tahun.

2. Kedua perusahaan menjalin kerja sama dengan karbon yang minim dan sepakat tanpa menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara captive sebagai sumber listrik dalam bentuk apapun.

baca juga

Keduanya bakal menandatangani perjanjian-perjanjian definitif tidak lebih dari jangka waktu enam bulan setelah penandatanganan FCA terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng Perusahaan Asal China, PT Vale Indonesia Garap Smelter di Kolaka Sulawesi Tenggara

Gandeng Perusahaan Asal China, PT Vale Indonesia Garap Smelter di Kolaka Sulawesi Tenggara

Bisnis | Kamis, 28 April 2022 | 20:06 WIB

Catat Kinerja Positif Tahun 2021, MBSS Pesan 23 Unit Kapal untuk Kembangkan Kargo Nikel

Catat Kinerja Positif Tahun 2021, MBSS Pesan 23 Unit Kapal untuk Kembangkan Kargo Nikel

Bisnis | Rabu, 20 April 2022 | 09:41 WIB

Neraca Dagang Surplus Terus, Airlangga: Bisa Tarik Investor

Neraca Dagang Surplus Terus, Airlangga: Bisa Tarik Investor

Bisnis | Kamis, 07 April 2022 | 17:19 WIB

Habiskan Rp42 Triliun, Proyek Pabrik Smelter Freeport Gresik Dikebut

Habiskan Rp42 Triliun, Proyek Pabrik Smelter Freeport Gresik Dikebut

Bisnis | Rabu, 06 April 2022 | 08:06 WIB

Prospek Antam Semakin Mengkilap dan Menjanjikan, Dampak Investasi Tesla?

Prospek Antam Semakin Mengkilap dan Menjanjikan, Dampak Investasi Tesla?

Bisnis | Selasa, 29 Maret 2022 | 17:02 WIB

Bangun Industri Nikel di Halmahera, PP Presisi Klaim 34 Persen Pekerja Dari Warga Lokal

Bangun Industri Nikel di Halmahera, PP Presisi Klaim 34 Persen Pekerja Dari Warga Lokal

News | Jum'at, 25 Maret 2022 | 21:09 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB