facebook

India Larang Ekspor Gandum ke Berbagai Negara, Ini Alasannya

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
India Larang Ekspor Gandum ke Berbagai Negara, Ini Alasannya
Ilustrasi gandum. (Shutterstock)

Pemerintah India melarang ekspor gandum ke berbagai negara.

Suara.com - Pemerintah India melarang ekspor gandum ke berbagai negara. Hal ini, karena adanya gelombang panas melanda negeri India, sehingga membuat produksi terbatas.

Pemerintah mengatakan masih akan mengizinkan ekspor bagi negara-negara yang telah membuat perjanjian jual beli gandum sebelum kebijakan dikeluarkan.

"Ini untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan mereka," kata Pemerintah India seperti dikutip dari CNN Business, Senin (16/5/2022).

Menurut pejabat senior pemerintah, larangan ini hanya sementara, dan pemerintah akan melihat kondisi dalam negeri untuk mencabut aturan tersebut.

Baca Juga: India Larang Ekspor Gandum, Ancam Harga Murah Mie Instan Indonesia?

Para pejabat menambahkan, tidak ada penurunan produksi gandum tahun ini, tetapi ekspor yang tidak diatur telah menyebabkan kenaikan harga lokal.

"Kami tidak ingin perdagangan gandum terjadi dengan cara yang tidak diatur atau terjadi penimbunan," kata sekretaris perdagangan BVR Subrahmanyam kepada wartawan di New Delhi.

Larangan ini mengejutkan para negara-negara global, karena mengandalkan gandum dari India imbas dari penyetopan ekspor negara-negara di wilayah laut hitam, akibat perang Rusia-Ukraina.

Meskipun bukan salah satu pengekspor gandum utama dunia, larangan India dapat mendorong harga global kembali tinggi.

"Larangan itu mengejutkan. Kami mengharapkan pembatasan ekspor setelah dua hingga tiga bulan, tetapi sepertinya angka inflasi mengubah pikiran pemerintah," kata seorang Pedagang yang berbasis di Mumbai.

Baca Juga: Siap-siap! Harga Terigu Hingga Mie Instan Di Indonesia Bakal Naik, Imbas Larangan Ekspor Gandum India

Naiknya harga makanan dan energi mendorong inflasi ritel tahunan India mendekati level tertinggi selama delapan tahun di bulan April, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih agresif.

Komentar