Suara.com - India kembali mendapatkan kecaman dari dunia Islam setelah juru bicara Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Jannata (BJP), Nupur Sharma, membuat pernyataan yang menghina Nabi Muhammad Saw.
Profil Nupur Sharma selama ini dikenal dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi yang juga berasal dari partai yang sama. Kebijakan Modi banyak ditentang kalangan muslim di dunia dan India.
Sebelum pernyataan Nupur Sharma viral di media sosial, Modi terlebih dahulu membuat kebijakan yang melarang siswi muslim di Karnataka, India mengenakan jilbab ke sekolah, seperti diwartakan Aljazeera.
Kini, Nupur Sharma membuat pernyataan yang tak kalah kontroversial. Melansir BBC, saat Sharma mengikuti debat di televisi lokal Times Now pada 27 Mei 2022 tentang perselisihan Masjid Gyanvapi dia dituding menghina Nabi Muhammad.
Tidak jelas apa yang dikatakan Sharma, namun kasusnya didaftarkan di kepolisian Kota Pune Maharashtra pada 1 Juni 2022 lalu karena menimbulkan sentimen terhadap Islam.
Sherma serta Kepala Media Unit Delhi BJP, Naveen Jindal, telah mengeluarkan permintaan maaf resmi. Di media sosial Twitter, Sherma menulis jika pernyataannya membuat pemeluk agama lain merasa tidak nyaman dan terhina, dia telah menarik semua kata-katanya. Sherma juga menyatakan dirinya tidak pernah bermaksud menyakiti hati pemeluk agama lain.
Seperti diketahui, Sherma adalah seorang politisi muda. Dia tidak diketahui tengah menjalankan bisnis. Lahir di New Delhi, wanita 37 tahun itu mengenyam pendidikan di bidang ekonomi di Hindu College, New Delhi. Kemudian, melanjutkan studi master bidang hukum London School of Economics di Inggris.
Ketertarikan di bidang politik dimulai ketika Sherma bergabung dengan serikat kemahasiswaan Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP) di Delhi. Dia sempat menjadi presiden di organisasi tersebut, yang sekaligus menjadi gerbang bersentuhan dengan Islam secara politis.
Dia pernah bertemu dengan Syed Abdul Rehman (SAR) Geelani di kampus. Geelani merupakan muslim yang dituduh sebagai teroris dan dijatuhi hukuman mati karena menyerang parlemen India pada 2001. Namun, hukuman itu kemudian dicabut oleh Pengadilan Tinggi Delhi pada 2005.
Setelah menyelesaikan studi di bidang hukum, Nupur Sharma berkarier sebagai pengacara. Dia juga menekuni dunia politik praktis dengan bergabung bersama Partai Hindu BJP. Di sana dia banyak bekerja bersama dengan politisi senior.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni