facebook

Leganya Sri Mulyani, Bisa Kurangi Utang Hingga Rp216 Triliun Tahun Ini

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Leganya Sri Mulyani, Bisa Kurangi Utang Hingga Rp216 Triliun Tahun Ini
Menteri keuangan Sri Mulyani dan sejumlah anggota DPR dalam persidangan V tahun 2021-2022 pada Jumat (20/5/2022). [Antara]

Menkeu Sri Mulyani Indrawati bisa bernafas lega pada tahun ini, lantaran pemerintah bisa mengurangi jumlah penarikan utang hingga Rp216 triliun.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bisa bernafas lega pada tahun ini, lantaran pemerintah bisa mengurangi jumlah penarikan utang hingga Rp216 triliun. Kelonggaran pembiayaan utang ini disebabkan karena pemerintah tak akan menarik utang ditengah terus naiknya suku bunga acuan bank sentral dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani saat berada di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta.

"Pembiayaan utang kita outlook sampai akhir tahun akan turun jadi Rp750 triliun. Ini Rp 216 triliun lebih rendah, ada penurunan tajam sebanyak 22 persen," kata Sri Mulyani di Gedung DPR pada Jumat (1/7/2022).

Untuk diketahui dalam rencana awal APBN 2022, anggaran pembiayaan utang ditargetkan mencapai Rp973 triliun. Namun, jumlahnya diturunkan pada target APBN melalui Perpres Nomor 98 Tahun 2022 menjadi Rp943 triliun.

Baca Juga: Tax Amnesty Jilid II Berakhir, Sri Mulyani Kantongi Pendapatan Rp61 Triliun

Sekarang, Sri Mulyani kembali menurunkan outlook pembiayaan utang lagi hingga Rp750 triliun yang ia janjikan.

Menurutnya, dengan ketatnya kebijakan likuiditas di Amerika Serikat (AS) dan negara-negara maju lainnya dapat membuat biaya penarikan utang menjadi makin tinggi. Maka dari itu pemerintah akan mengurangi penerbitan utang baru tahun ini.

"Penurunan issue utang ini memberikan posisi Indonesia lebih aman dan baik," ungkap Sri Mulyani.

Hingga semester I-2022, dalam bahan paparan Sri Mulyani realisasi pembiayaan utang sudah mencapai Rp191,9 triliun.

Pemerintah kata dia tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan dan pengelolaan utang, serta fleksibel dan oportunistik pada sisa akhir tahun 2022. Pemanfaatan SAL juga akan digunakan untuk mengurangi utang.

Baca Juga: Subsidi Bengkak, Anggaran Belanja Negara Naik Hingga Rp3.169 Triliun

Komentar