The Fed Makin Agresif, Awas Beban Bunga Utang RI Makin Melejit

Rabu, 27 Juli 2022 | 16:22 WIB
The Fed Makin Agresif, Awas Beban Bunga Utang RI Makin Melejit
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve [Shutterstock]

Suara.com - Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) saat ini tengah agresif untuk terus mengerek naik suku bunga acuannya. Beberapa waktu lalu, The Fed telah menyetujui kenaikan suku bunga terbesarnya yaitu 75 basis poin, menjadi yang tertinggi sejak hampir tiga dekade.

Agresifnya The Fed dalam mengkatrol naik suku bunga acuannya demi melawan ganasnya laju inflasi di Negeri Paman Sam dimana pada Juni lalu inflasi AS telah menyentuh 8,6 persen.

Kondisi ini tak boleh dianggap enteng, pasalnya ada sejumlah konsekuensi yang bisa ditimbulkan dari dampak kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR), salah satunya beban bunga utang Indonesia yang berpotensi ikut membengkak.

Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Soesamto mengatakan bahwa pembayaran bunga utang telah mencakup 17,8 persen dari total belanja negara hingga semester I/2022. Dia bilang angka ini merupakan tertinggi.

Dia menjelaskan bahwa pada 2014 porsi pembayaran bunga utang terhadap pengeluaran anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) masih di 7,5 persen. Angkanya terus naik hingga 2019 menyentuh 11,9 persen, hingga kemudian melonjak pada tahun ini.

"Persentase pembayaran bunga utang terhadap total belanja mencapai 17,8 persen. Ini saya kira yang tertinggi, walaupun rekor yang tidak bagus," ujar Akbar dalam acara CORE Midyear Review 2022 bertajuk Menjaga Pemulihan Domestik di Tengah Potensi Resesi Global secara daring, Rabu (27/7/2022).

Dia khawatir kondisi akan membuat kenaikan tingkat bunga utang seiring dengan naiknya suku bunga acuan di banyak negara.

Saat ini, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) telah mencapai 42,7 persen. Angka itu memang relatif lebih rendah dari negara-negara lain, tetapi Akbar tidak menyebut bahwa kondisi Indonesia serta merta baik.

"Dikatakan baik-baik saja juga tidak, karena ini lebih buruk dari yang lalu. Beban ini akan mengurangi ruang anggaran untuk yang lain," ujar Akbar.

Baca Juga: Inflasi Indonesia Diprediksi di Bawah 6% Akhir Tahun 2022, Apa Saja Faktor Pendukungnya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI