Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Melesat 1,5 Persen Seiring Menyusutnya Stok AS

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2022 | 07:48 WIB
Harga Minyak Dunia Melesat 1,5 Persen Seiring Menyusutnya Stok AS
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia melonjak sekitar 1,5 persen setelah menyentuh level terendah enam bulan pada perdagangan akhir hari Rabu, karena penarikan lebih curam dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS melampaui kekhawatiran atas peningkatan produksi dan ekspor Rusia serta ketakutan resesi.

Mengutip CNBC, Kamis (18/8/2022) stok minyak mentah Amerika menyusut 7,1 juta barel dalam sepekan hingga 12 Agustus menjadi 425 juta barel, berdasarkan data Badan Informasi Energi (EIA).

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,31, atau 1,42 persen menjadi USD93,65 per barel.
Pada awal sesi, kekhawatiran resesi mendorong harga Brent ke level terendah sejak Februari di USD91,51.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat USD1,58, atau 1,8 persen menjadi USD88,11 per barel.

Ekspor minyak mentah AS mencapai 5 juta barel per hari, rekor tertinggi, data EIA menunjukkan, ketika WTI diperdagangkan dengan diskon tajam terhadap Brent, membuat minyak mentah WTI lebih menarik bagi pembeli asing.

Sebagai tanda permintaan yang kuat, stok bensin melorot 4,6 juta barel, jauh lebih tinggi dari perkiraan 1,1 juta barel.

"Itu diperkirakan menjadi laporan yang bersahabat. Kekhawatiran kehancuran permintaan yang dialami pasar tampaknya sedikit berkurang," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

American Petroleum Institute, Selasa, mencatat penarikan 448.000 barel dalam stok minyak mentah dan 4,5 juta barel dalam persediaan bensin, menurut narasumber.

Minyak melambung pada 2022, mencapai level tertinggi sepanjang masa USD147 pada Maret setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Namun, Rusia mulai secara bertahap menaikkan produksi minyak setelah pembatasan terkait sanksi dan karena pembeli Asia telah meningkatkan pembelian, membuat Moskow mengatrol proyeksi untuk output dan ekspor hingga akhir 2025.

Pendapatan Rusia dari ekspor energi diperkirakan melesat 38 persen tahun ini sebagian karena volume ekspor minyak yang lebih tinggi, menurut dokumen tersebut, sebagai tanda bahwa pasokan dari negara itu tidak terpengaruh sebanyak yang diperkirakan pasar.

Prospek resesi baru-baru ini juga membebani harga minyak. Inflasi harga konsumen Inggris melonjak menjadi 10,1 persen pada Juli, tertinggi sejak Februari 1982, mengintensifkan tekanan pada rumah tangga, dan mendorong harga minyak lebih rendah pada awal sesi.

"Ada risiko penurunan yang meningkat sebagai akibat dari yang meningkat sebagai akibat dari prospek pertumbuhan dan ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar pembatasan Covid China," kata Craig Erlam, analis OANDA. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data Ekonomi Global Mengkhawatirkan, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi

Data Ekonomi Global Mengkhawatirkan, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2022 | 07:41 WIB

Data Ekonomi China Mengecewakan, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen

Data Ekonomi China Mengecewakan, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen

Bisnis | Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:18 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2022 | 08:09 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB