Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Tingkatkan Kesejahteraan Hidup, Menteri Erick Resmi Luncurkan Program Solar untuk Nelayan di Cilacap

Fabiola Febrinastri

Minggu, 18 September 2022 | 11:23 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Hidup, Menteri Erick Resmi Luncurkan Program Solar untuk Nelayan di Cilacap
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Dok: Pertamina)

Suara.com - Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para nelayan, sesuai pesan Presiden Joko Widodo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir  resmi meluncurkan Program Solar untuk koperasi (Solusi) Nelayan, di Pelabuhan Perikanan Samudera, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sabtu (17/9/2022).

Peluncuran Program Solusi Nelayan ini juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, dan Anggota Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto.

"Kesejahteraan nelayan harus menjadi bagian penting dari program pemerintah. Salah satunya dengan Program Solusi Nelayan untuk memberikan akses harga BBM (solar) bagi nelayan. Kita pastikan harga bagi nelayan Rp6.800 per liter," ujar Erick.

Dalam program ini, lanjutnya, Pertamina menyalurkan langsung solar bersubsidi ke SPBU Nelayan, di bawah Koperasi Mino Saroyo yang beranggota 8.500 nelayan.

Pria kelahiran Jakarta itu menyampaikan, program inisiatif Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap para nelayan di tengah kebijakan pengalihan subsidi BBM. Erick menyebut, Program Solusi dapat memperbaiki akses nelayan terhadap solar, sehingga subsidi solar lebih tepat sasaran dan langsung dialokasikan kepada nelayan.

Erick dan Teten juga memastikan, koperasi jadi ujung tombak agar solar subsidi benar-benar tepat sasaran.  

"Dengan koperasi itu berarti ada nama, alamat, dan sistem digital. Kalau ada yang bawa jeriken tidak masalah, karena ada barcode, datanya kelihatan," ucap mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Erick mengatakan, hal ini membuat Program Solusi tak sekadar mendistribusikan solar subsidi, melainkan juga membenahi model bisnis perikanan rakyat dengan melibatkan koperasi sebagai agregator dan penjamin pertama bagi nelayan.

Bagi Erick, nelayan Indonesia adalah pelaut tangguh yang bukan sekedar membutuhkan subsidi, melainkan juga ekosistem bisnis perikanan rakyat yang sehat dan berpihak pada nelayan.

baca juga

"Dari Pak Teten, nanti koperasinya diberikan pembiayaan (modal kerja). Kami dari BRI juga mendorong pembiayaan untuk nelayan, ibu-ibu nelayan juga tidak ditinggalkan. Ada PNM Mekaar juga yang akan hadir," sambung Erick.

BUMN, lanjutnya, juga berupaya membuka akses pasar di dalam dan luar negeri, serta melibatkan pihak swasta sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi para nelayan. Erick berharap, Program Solusi Nelayan ini dapat menjadi gebrakan dalam menjawab permasalahan nelayan. 

"Bukan sekadar menyentuh masalah di permukaan namun juga membenahi ekosistem bisnis sebagai wujud solusi jangka panjang. Apa pun masalahnya, kita hadapi, kita atasi. Pikiran yang produktif bisa mengantarkan kita pada solusi konkret demi Indonesia yang maju, makmur, dan mendunia," lanjut Erick.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi kolaborasi bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta dukungan Pertamina dalam Program Solusi Nelayan. Selain Cilacap, ucap Erick, terdapat enam lokasi percontohan program Solusi Nelayan di Lhoknga, Aceh; Deli Serdang, Sumatera Utara; Indramayu, Jawa Barat; Pekalongan, Semarang, Jawa Tengah; Surabaya, Jawa Timur; dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang akan dijalankan selama tiga bulan ke depan

"Cilacap ini pilot project. Kalau ini berjalan baik, maka akan dikembangkan di tujuh lokasi dan diperluas ke seluruh Indonesia," katanya menambahkan.

Pada kesempatan itu, Teten Masduki merasa yakin, Program Solusi menjadi jawaban atas sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi para nelayan. Teten menyebut, 60 persen biaya produksi nelayan selama ini untuk BBM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung G-20, Subholding Gas Pertamina Tambah Penetrasi LNG Bagi Industri Hotel di Bali

Dukung G-20, Subholding Gas Pertamina Tambah Penetrasi LNG Bagi Industri Hotel di Bali

News | Jum'at, 16 September 2022 | 14:11 WIB

Tingkatkan Sinergi dan Pemanfaatan Teknologi, Subholding Gas Pertamina Laksanakan Terobosan Pemanfaatan LNG

Tingkatkan Sinergi dan Pemanfaatan Teknologi, Subholding Gas Pertamina Laksanakan Terobosan Pemanfaatan LNG

News | Jum'at, 16 September 2022 | 10:00 WIB

Hubungi Pertamina, Ganjar Minta Alokasi BBM Nelayan dan Petani Ditambah

Hubungi Pertamina, Ganjar Minta Alokasi BBM Nelayan dan Petani Ditambah

Jawa Tengah | Kamis, 15 September 2022 | 15:43 WIB

Pertamina Bakal Tambah 250 Pertashop Khusus Nelayan

Pertamina Bakal Tambah 250 Pertashop Khusus Nelayan

Foto | Rabu, 14 September 2022 | 20:05 WIB

Begini Strategi Pertamina Bantu 455 UMKM Binaan Go Global

Begini Strategi Pertamina Bantu 455 UMKM Binaan Go Global

Metro | Rabu, 14 September 2022 | 18:33 WIB

Supaya BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina Diminta Serius Kembangkan Digitalisasi Sistem Distribusi

Supaya BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina Diminta Serius Kembangkan Digitalisasi Sistem Distribusi

Bisnis | Rabu, 14 September 2022 | 16:39 WIB

Terkini

HUT RI ke-81, Kilang Plaju Teguhkan Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional

HUT RI ke-81, Kilang Plaju Teguhkan Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Rilis September, Minho SHINee Umumkan Comeback Album Solo 'Make It Hot'

Rilis September, Minho SHINee Umumkan Comeback Album Solo 'Make It Hot'

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Bisnis Mandek, Toko Senjata Kini Jualan Roti Demi Bertahan Hidup

Bisnis Mandek, Toko Senjata Kini Jualan Roti Demi Bertahan Hidup

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:14 WIB

HP Baru Dicas Berapa Lama? Ini Durasi Ideal dan Cara Merawat Baterainya

HP Baru Dicas Berapa Lama? Ini Durasi Ideal dan Cara Merawat Baterainya

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:13 WIB

Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia

Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia

Jakarta | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review

Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Tas Chanel Iriana Jokowi di HUT RI 81 Sangat Langka, Harganya Bikin Tepok Jidat

Tas Chanel Iriana Jokowi di HUT RI 81 Sangat Langka, Harganya Bikin Tepok Jidat

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:09 WIB

Tim Hukum Sebut Proses Geledah dan Sita Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Tanpa Dasar Hukum Sah

Tim Hukum Sebut Proses Geledah dan Sita Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Tanpa Dasar Hukum Sah

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Bukan Sekadar Simbol Politik! Gerindra Ungkap Makna Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran

Bukan Sekadar Simbol Politik! Gerindra Ungkap Makna Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan

Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:07 WIB

×