Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Anak Usaha Rekind Bangun Kerjasama Elektrikal Dukung Target NZE 2060

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 23 November 2022 | 08:50 WIB
Anak Usaha Rekind Bangun Kerjasama Elektrikal Dukung Target NZE 2060
PT Rekayasa Industri (Rekind) kepada Anak Usahanya, PT Rekayasa Engineering (RE), selalu menekankan komitmen untuk selalu bisa memberikan pelayanan terbaik.

Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) kepada Anak Usahanya, PT Rekayasa Engineering (RE), selalu menekankan komitmen untuk selalu bisa memberikan pelayanan terbaik. Atas komitmen yang dipegang teguhnya tersebut, belum lama ini RE, oleh PLN Enjiniring digandeng untuk menjajaki sejumlah rangkaian kerjasama di bidang elektrikal.

Ini bukan pertama kalinya kerjasama ini digelar. Namun yang membuat berbeda, aroma komitmen yang dibawa kiblatnya lebih condong pada kegiatan elektrikal yang visinya mengedepankan target Net Zerro Emission (NZE) 2060.

NZE merupakan misi yang ditargetkan Pemerintah Indonesia dan diharapkan bisa tercapai pada 2060 atau lebih cepat lagi. Karenanya, pemerintah tengah menyusun sebuah roadmap untuk merelisasikan NZE demi menghadapi berbagai tantangan serta risiko perubahan iklim di masa mendatang.

Bahkan di perhelatan Presidensi G20 NZE ditetapkan secara aklamasi melalui tiga pilar utama, yaitu mengamankan aksesibilitas terhadap energi, peningkatan teknologi cerdas dan energi bersih, serta peningkatan pembiayaan energi.

Maka dari itu kerjasama elektrikal yang ditandatangani Donal Silitonga selaku Direktur Utama RE dan Dirut PLN Enjiniring Chairani Rachmatullah di Nusa Dua Bali, Selasa (1/11) itu, merupakan salah satu bentuk upaya untuk mendukung target NZE 2060.

“Apa yang kami lakukan melalui rangkaian kerjasama ini merupakan bentuk dukungan Rekind melalui anak usahanya untuk menghadirkan peta jalan transisi energi terintegrasi sebagai langkah menuju target NZE 2060,” tegas Edy Sutrisman, SVP Corporate Secretary & Legal Rekind di tempat terpisah.

Melalui kesepakatan kesepakatan tersebut, katanya, kedua belah pihak sepakat akan memetakan perencanaan, studi dan pengembangan jasa engineering dan konstruksi di bidang ketenagalistrikan. Muaranya, menghadirkan ruang hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang, melalui penyaluran energi listrik hijau yang ramah lingkungan.

Rekind bersama seluruh Anak Usahanya, lanjut Edy, selalu berupaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kliennya melalui penciptaaan, peningkatan berkelanjutan dan menjadi mitra engineering terpercaya.

Selama 21 tahun mengabdi kepada bangsa, Anak Usaha Rekind ini dikenal piawai dalam mengembangkan industri di bidang energi baru terbarukan. Di antaranya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong II Power Plant 1x20 MW, Lahendong III Geothermal Power Plant Project 1 x 20 MW dan Lahendong IV Geothermal Power Plant 1x20 MW.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bentuk Tim Dekarbonisasi, Pupuk Indonesia Dukung Target Pengurangan Emisi Karbon Pemerintah

Bentuk Tim Dekarbonisasi, Pupuk Indonesia Dukung Target Pengurangan Emisi Karbon Pemerintah

Bisnis | Rabu, 16 November 2022 | 15:49 WIB

Menyelaraskan Transisi dan Ketahanan Energi untuk Net Zero Emission

Menyelaraskan Transisi dan Ketahanan Energi untuk Net Zero Emission

Bisnis | Selasa, 15 November 2022 | 15:11 WIB

Target 1 Juta Barel, RI Butuh Investasi 160 Miliar Dolar AS untuk Sektor Hulu Migas

Target 1 Juta Barel, RI Butuh Investasi 160 Miliar Dolar AS untuk Sektor Hulu Migas

Bisnis | Selasa, 15 November 2022 | 14:37 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB