Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Ditugaskan Bangun Jargas, PGN Usul Harga Gas Bumi dari Hulu USD 4,72/MMBTU

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 02 Februari 2023 | 15:38 WIB
Ditugaskan Bangun Jargas, PGN Usul Harga Gas Bumi dari Hulu USD 4,72/MMBTU
PT Perusahaan Gas Negara Tbk membangun pipa gas bumi ruas Gresik-Lamongan-Tuban sepanjang 141 kilometer. [Dok PGN]

Suara.com - PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina mengusulkan harga beli gas bumi dari hulu tertinggi sebesar USD 4,72 per MMBTU. Hal ini untuk mendukung pembangunan infrastruktur jaringan gas lebih masif.

Direktur Utama PGN Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto mengatakan, total pembangunan jargas rumah tangga hingga 2022 mencapai 982 ribu sambungan rumah (SR), terdiri dari 597.708 SR didanai APBN dan 382.652 SR berasal dari investasi PGN sebagai Subholding Gas Pertamina.

"Pada saat ini jargas yang sudah dikelola dan dibangun jargas yang sudah dibangun sebanyak 982 ribu SR," ujarnya di Jakarta yang dikutip, Kamis (2/2/2023).

Haryo menuturkan, pada 2022 pemerintah memutuskan untuk tidak menganggarkan pembangunan jargas dalam APBN, sehingga pembangunan infrastruktur tersebut dibebankan seluruhnya ke PGN.

"Pada 2022 APBN tidak menganggarkan kembali jargas sehingga kami diminta untuk melanjutkan program jargas," imbuhnya.

Dalam satu tahun pemerintah mencanangkan pembangunan jargas sebanyak 1 juta SR, namun karena kemampuan investasi PGN terbatas maka pembangunan jargas hanya mampu sebanyak 400 ribu SR.

Sebab itu pembangunan jargas tersebut perlu dilakukan dengan beberapa skema, yaitu Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dan keterlibatan swasta.

"Kemampuan PGN karena investasi PGN sendiri di 400 ribu SR, harapannya sisa 600 ribu itu bisa dilakukan oleh pemerintah melalui KPBU dan swasta lain," tuturnya.

Haryo mengungkapkan, dalam berinvestasi PGN bertanggung jawab untuk juga mengembalikan investasi, walau tetap  memberikan layanan ke masyarakat dengan harga yang murah. Dengan demikian perusahaan harus cari cara untuk tetap memiliki kemampuan membangun jaringan gas sesuai yang dicanangkan pemerintah.

baca juga

Subholding Gas Pertamina pun mengajukan permohonan untuk mendapat dukungan penurunan harga gas dari sisi hulu, yaitu maksimal sebesar US$D4,72 per mmbtu. Sedangkan harga rata-rata saat ini sebesar USD 6,5 sampai 7 per mmbtu. Pasalnya harga gas tersebut PGN sulit melakukan investasi.

"Ini yang kami mohonkan kiranya kalau kami bisa suport untuk mendapatkan harga gas hulu itu maksimal di USD 4,72 per mmbtu, karena kami saat ini masih membeli gas hulunya dengan harga B to B ada yang 6,5 -7 hingga ini memberatkan memberatkan keekonomian investasi kami namun kami tetap menjalankan investasi itu, kami juga sudah menulis surat permohonan tersebut," pungkas Haryo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Lagi Nih Bahan Bakar Pengganti BBM, Namanya CNG

Ada Lagi Nih Bahan Bakar Pengganti BBM, Namanya CNG

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2023 | 11:13 WIB

PGN Mulai Uji Coba Gas Bumi Untuk Bahan Bakar Truk, Begini Hasilnya

PGN Mulai Uji Coba Gas Bumi Untuk Bahan Bakar Truk, Begini Hasilnya

Bisnis | Rabu, 25 Januari 2023 | 07:06 WIB

Subholding Pertamina Mulai Salurkan Gas Bumi Perdana ke Petrokimia Gresik

Subholding Pertamina Mulai Salurkan Gas Bumi Perdana ke Petrokimia Gresik

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2023 | 18:06 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB