Impor KRL Bekas Belum Berlangsung, Masih Proses Kajian BPKP

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 27 Maret 2023 | 14:05 WIB
Impor KRL Bekas Belum Berlangsung, Masih Proses Kajian BPKP
Ilustrasi KRL Bekas yang tak terpakai. [Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Rencana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk mengimpor KRL Bekas masih belum berlangsung. Pasalnya, saat ini pihak KCI masih menunggu kajian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Jadi hasil rapat di Kemenko Marves tanggal 6 Maret isinya adalah bahwa proses impor KRL bukan baru masih dalam tahap review oleh BPKP," ujar Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/3/2023).

Menurut dia, saat ini tim BPKP dan KCI telah bertemu dengan tim di Jepang yang memasok KRL ke dalam negeri. Didiek menyebut, tim tersebut sudah melihat bahwa KRL yang akan diimpor sebenarnya masih beroperasi.

"Dan, melihat sendiri bahwa kereta-kereta yang akan diimpor itu masih beroperasi hingga sekarang," ucap dia.

Namun demikian, Didiek memastikan, perseroan tetap menunggu kajian dari BPKP itu selesai. Kemudian, baru melangsungkan impor KRL dari Jepang.

"Sehingga, memang apa yang menjadi catatan rapat di Kemenko Marves ini menjadi review oleh BPKP dan saat ini KAI dan KCI masih menunggu hasil review dari BPKP," imbuh dia.

Sebelumnya, encana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk melakukan impor KRL bekas dari Jepang menjadi polemik. Hal ini setelah, impor KRL itu terganjal restu dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Padahal, Kementerian teknis terkait Kementerian BUMN dan Perhubungan telah memberi lampu hijau aksi korporasi KCI. Alasannya, Kemenperin ingin KRL bisa menggunakan produk lokal buatan PT INKA.

Namun meski ditentang, impor KRL ini memang sangat urgensi bagi KCI. Sebab, gerbong KRL yang digunakan sudah lewat masa operasional. Sehingga, jika dipaksakan beroperasi, maka akan berbahaya dari sisi keselamatan.

baca juga

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan, untuk kebutuhan gerbong KRL saat ini paling relevan melakukan impor. Karena, produksi gerbong KRL di PT INKA tidak bisa dalam waktu cepat, butuh proses hingga 3 tahu.

"Kan saat ini INKA kalau sesuai kebutuhan sekarang nggak bisa penuhi, nggak sanggup penuhi, sementara KCI butuh," ujar Arya kepada wartawan yang ditulis, Selasa (7/3/2023).

Menurut dia, kondisi ini memang dilema. Arya tahu Kemenperin mementingkan produk nasional, akan tetapi saat ini KCI membutuhkan segera gerbong KRL di tengah kenaikan penumpang yang masif.

"Apakah kita tetap tunggu INKA mampu atau kita impor. Itu dilema tapi kita serahkan Kemenperin. Sementara, kebutuhan kita akan gerbong itu naik," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Dapat Tiket Kereta Api Mudik Lebaran

Cara Dapat Tiket Kereta Api Mudik Lebaran

Bisnis | Senin, 27 Maret 2023 | 10:15 WIB

Tiket Kereta Api Mudik Makin Ludes, Segera Beli Biar Nggak Kehabisan

Tiket Kereta Api Mudik Makin Ludes, Segera Beli Biar Nggak Kehabisan

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2023 | 16:43 WIB

Ingat Tak Ada Calo Beli Tiket Kereta Api Mudik, 1 Kursi 1 Penumpang

Ingat Tak Ada Calo Beli Tiket Kereta Api Mudik, 1 Kursi 1 Penumpang

Bisnis | Kamis, 23 Maret 2023 | 16:43 WIB

Terkini

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 17:20 WIB

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 17:05 WIB

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 16:40 WIB

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:25 WIB

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

×