Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Bersama Petani di Kolaka, Antam Optimalkan Produktivitas Kopi dan Kakao dalam Program Sipatuo

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Rabu, 31 Mei 2023 | 14:12 WIB
Bersama Petani di Kolaka, Antam Optimalkan Produktivitas Kopi dan Kakao dalam Program Sipatuo
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersinergi dengan petani kopi dan kakao di Kolaka, Sulawesi Tenggara, membuat Program Kebun Edukasi Kopi dan Kakao untuk Keberlanjutan Petani Sopura (Sipatuo). (Dok: Antam)

Suara.com - Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan dan komitmen untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bersinergi dengan petani kopi dan kakao di Kolaka, Sulawesi Tenggara, membuat kebun edukasi dan pelatihan, yang disebut sebagai Program Kebun Edukasi Kopi dan Kakao untuk Keberlanjutan Petani Sopura (Sipatuo).

“Sejalan dengan Sinergi Berdaya, program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kemandirian petani di Desa Sopura, mengingat kopi dan kakao adalah produk unggulan dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara,” kata Sekretaris Perusahaan Antam, Syarif Faisal Alkadrie.

Ia menyebut, program ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk dapat bertumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Menurutnya, Program Sipatuo yang dilakukan sejak 2021 ini merupakan upaya mempertahankan komoditas kopi dan kakao sebagai produk unggulan Kolaka.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, Antam berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani terkait penanaman, peningkatan produktivitas tanaman kopi dan kakao, serta pemasaran.

“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan para petani yang menjadi anggota kelompok yang tergabung dalam Sipatuo,” tambah Syarif.

Antam juga bersinergi dengan pemerintah daerah di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten Kolaka untuk bisa memaksimalkan sinergi peningkatan produktivitas kopi dan kakao di Kolaka.

Hingga saat ini, sebanyak 1.267 pohon kopi dan 617 pohon kakao sudah ditaman para kelompok tani di Program Sipatuo. Program ini telah dibentuk kelompok wanita tani yang beranggotakan 12 orang, yang terbukti memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan kopi dan kakao di Kolaka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Aulia Akbar? Pembuat Logo IKN 'Pohon Hayat' Dapat Hadiah Rp 185 Juta

Siapa Aulia Akbar? Pembuat Logo IKN 'Pohon Hayat' Dapat Hadiah Rp 185 Juta

Your Say | Rabu, 31 Mei 2023 | 13:17 WIB

Makna Di Balik Pohon Hayat, Logo Resmi IKN Nusantara Yang Baru Diresmikan Jokowi

Makna Di Balik Pohon Hayat, Logo Resmi IKN Nusantara Yang Baru Diresmikan Jokowi

Deli | Rabu, 31 Mei 2023 | 12:14 WIB

Makna Logo IKN Nusantara Pohon Hayat, Resmi Diluncurkan Presiden Jokowi

Makna Logo IKN Nusantara Pohon Hayat, Resmi Diluncurkan Presiden Jokowi

News | Rabu, 31 Mei 2023 | 11:47 WIB

Presiden Jokowi Resmi Merilis Pohon Hayat sebagai Logo IKN yang Terpilih

Presiden Jokowi Resmi Merilis Pohon Hayat sebagai Logo IKN yang Terpilih

Your Say | Rabu, 31 Mei 2023 | 11:12 WIB

Jokowi Luncurkan Logo IKN Bertema Pohon Hayat, Apa Maknanya?

Jokowi Luncurkan Logo IKN Bertema Pohon Hayat, Apa Maknanya?

Bisnis | Rabu, 31 Mei 2023 | 10:57 WIB

IHSG Lagi Ambruk, Harga Emas Antam Justru Berkilau

IHSG Lagi Ambruk, Harga Emas Antam Justru Berkilau

Bisnis | Rabu, 31 Mei 2023 | 09:54 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB