Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Rekind Siapkan Pabrik Percontohan yang Mampu Mengolah Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk Kimia dan Energi Terbarukan

Iwan Supriyatna

Kamis, 13 Juli 2023 | 14:37 WIB
Rekind Siapkan Pabrik Percontohan yang Mampu Mengolah Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk Kimia dan Energi Terbarukan
Rekind tengah merancang pabrik percontohan dengan balutan teknologi moderen yang mampu mengubah Limbah kelapa sawit.

Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) tengah merancang pabrik percontohan dengan balutan teknologi moderen yang mampu mengubah Limbah kelapa sawit atau yang biasa dikenal dengan sebutan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi senyawa glukosa, xilosa dan lignin (GXL).

Ketiga senyawa tersebut mampu melahirkan produk bernilai jual tinggi, mulai dari produk kimia hingga turunan energi terbarukan (bioetanol). 

Dalam melahirkan tiga senyawa itu, Rekind tidak sendirian. Perusahaan EPC (Engineering, Procurement, Construction) terintegrasi milik bangsa ini juga menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), Balai Besar Industri Agro (BBIA) - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

Saat ini, persiapan pabrik percontohan tersebut sudah sampai pada tahapan instalasi beberapa peralatan utama. Lokasinya berada di Cikaret, Bogor, Jawa Barat.

Konsentrasinya menyiapkan pabrik yang bisa memaksimalkan kehadiran tiga senyawa tadi, melalui proses fraksionasi (teknik pemisahan dan pengelompokan kandungan kimia ekstrak) baik secara kimiawi, fisika maupun biologi.

Upaya ini merupakan pertama kalinya di Indonesia, karena sebelumnya belum ada pelaku industri di tanah air yang mampu melahirkan tiga senyawa tersebut sekaligus melalui proses fraksionasi tadi. 

Pabrik yang disiapkan untuk melakukan proses ini digadang-gadang ramah lingkungan. Bahkan limbah hasil pengolahannya bisa dijadikan pupuk, sehingga tidak ada yang tersisa.

Padahal, sebelumnya oleh pelaku industri, limbah kelapa sawit hanya digunakan untuk proses pembakaran guna menunjang kerja boiler (sejenis bejana untuk mengubah air menjadi uap energi).

“Ini pertama kalinya di Indonesia. Belum ada pelaku industri di tanah air yang bisa melahirkan tiga senyawa sekaligus dengan turunannya bisa menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Jelas ini sangat membanggakan. Kami selaku ‘Perusahaan Merah Putih’ akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan sumbangsih yang terbaik yang inovatif bagi bangsa dan negara,” ungkap Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih, yang akrab disapa Yani ditulis Kamis (13/7/2023).

Produk turunan yang dihasilkan senyawa GXL , antara lain, untuk glukosa produk turunannya Butandiol. Produk turunan ini merupakan zat yang biasa dipergunakan dalam produk-produk kosmetika. Selain itu juga ada Bioethanol Fuel (bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan untuk kendaraan bermotor).

Sedangkan untuk xylitol produk turunannya bisa diarahkan untuk pengembangan pabrik xylitol (pemanis alami yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya kesehatan tulang dan gigi) dan untuk Lignin nantinya akan jadi BTX Plant (BTX ialah Benzene, Toluene, dan Xylene yang merupakan bahan baku utama industri, misalnya pada industri serat sintetik dan pelembut).

Penelitian terkait limbah kelapa sawit ini awalnya dirintis oleh Rekind bersama ITB sejak tahun 2013, dengan skala laboratorium dan rampung pada 2017. Kemudian di tahun 2019-2021, Rekind dan ITB melakukan Bench Scale Research dengan fokus pada Optimasi Desain Reaktor Skala Bench, uji coba fraksionasi (proses pemisahan) dan kelayakan tekno ekonominya.

Dan sekarang untuk bisa merealisasikan hasil riset tersebut secara konkret, Rekind dan ITB digandeng BBIA untuk pengembangan teknologi skala pilot dengan pendanaan dari BPDPKS. 

“Sinergi yang kami lakukan melalui pembangunan pilot project ini semata – mata sebagai gambaran dari semangat kami dalam menghadapi perubahan industri global sekaligus sebagai jawaban atas tinggginya daya saing industri nasional dewasa ini,” tegas Yani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Gembira buat Petani Plasma, Harga Sawit Riau Naik Sepekan ke Depan

Kabar Gembira buat Petani Plasma, Harga Sawit Riau Naik Sepekan ke Depan

Riau | Rabu, 12 Juli 2023 | 12:19 WIB

Insan Pendidikan Bumi Lancang Kuning Berkolaborasi untuk Cegah Kampanye Negatif tentang Sawit

Insan Pendidikan Bumi Lancang Kuning Berkolaborasi untuk Cegah Kampanye Negatif tentang Sawit

Jakarta | Selasa, 11 Juli 2023 | 11:50 WIB

Heboh, Sungai di Pamekasan Berwarna Merah

Heboh, Sungai di Pamekasan Berwarna Merah

Jatim | Selasa, 11 Juli 2023 | 08:10 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB