Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB
Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui defisit tersebut terjadi meski secara kumulatif neraca perdagangan sepanjang Januari-Mei 2026 masih mencatat surplus sekitar US$4 miliar. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Neraca dagang RI defisit US$1,6 miliar pada Mei 2026.
  • Lonjakan impor migas US$3,7 miliar dipicu harga minyak di atas US$100.
  • Surplus nonmigas tak mampu menutup beban impor energi yang membengkak.

Suara.com - Kinerja perdagangan Indonesia mulai menunjukkan tekanan setelah neraca perdagangan pada Mei 2026 berbalik mengalami defisit. Lonjakan nilai impor minyak dan gas (migas) akibat melonjaknya harga minyak dunia menjadi faktor utama yang menggerus surplus perdagangan nasional.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui defisit tersebut terjadi meski secara kumulatif neraca perdagangan sepanjang Januari-Mei 2026 masih mencatat surplus sekitar US$4 miliar. Namun, pelemahan pada Mei menjadi sinyal bahwa gejolak harga energi global masih menjadi ancaman serius bagi stabilitas perdagangan Indonesia.

"Secara kumulatif Januari-Mei kita surplus 4,0 sekian miliar. Kemudian ekspornya juga naik 3,02 persen. Tapi memang yang bulan Mei itu defisit," kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Data Kemendag menunjukkan impor migas pada Mei melonjak hingga sekitar US$3,7 miliar. Di sisi lain, surplus perdagangan nonmigas yang mencapai sekitar US$2,1 miliar tidak mampu menutup besarnya tagihan impor energi tersebut sehingga neraca perdagangan nasional berakhir defisit sekitar US$1,6 miliar.

"Defisitnya karena impor migas tinggi kan, 3,7. Nonmigasnya kita tetap surplus 2,1. Jadi kita defisit 1,6," ujar Budi.

Ironisnya, defisit itu bukan dipicu meningkatnya kebutuhan impor, melainkan kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat melampaui US$100 per barel. Kondisi tersebut membuat nilai impor membengkak meski volume impor justru mengalami penurunan.

"Kenapa bisa defisit? Karena bulan April itu lagi tinggi-tingginya harga minyak. Padahal volume impornya sebenarnya turun. Volume impor migas dan nonmigas itu turun, tapi nilainya naik karena harga minyaknya lagi pas tinggi, di atas 100 lebih itu," jelasnya.

Situasi ini menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi masih menjadi titik lemah perekonomian. Ketika harga minyak global melonjak, tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan devisa ikut meningkat meskipun aktivitas impor secara fisik tidak bertambah.

Budi berharap tekanan tersebut hanya bersifat sementara. Ia optimistis neraca perdagangan pada Juni berpotensi kembali membaik apabila harga minyak dunia terus bergerak turun. Namun, ia mengakui kondisi pasar energi global masih sangat dinamis sehingga risiko pembengkakan impor migas tetap perlu diwaspadai.

baca juga

"Mudah-mudahan Juni nanti bisa membaik karena kalau saya lihat grafiknya kan sudah mulai turun minyak. Mudah-mudahan enggak berubah lagi ya, ini kan situasinya juga sering berubah. Jadi itu, pengaruhnya sebenarnya di situ," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:03 WIB

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:47 WIB

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:28 WIB

Terkini

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:31 WIB

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:22 WIB

×