Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Penasaran Siapa Bos AdaKami? Ini Jajaran Direktur hingga Pemegang Saham Pinjol Viral

Rifan Aditya

Senin, 25 September 2023 | 14:44 WIB
Penasaran Siapa Bos AdaKami? Ini Jajaran Direktur hingga Pemegang Saham Pinjol Viral
Logo perusahaan pinjol, AdaKami. (AdaKami) - Penasaran Siapa Bos AdaKami?

Suara.com - Kasus yang melibatkan sebuah platform pinjaman online AdaKami terus bergulir. Lantas sebenarnya siapa Bos AdaKami?

Berita mengenai nasabah yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena teror dari pihak penagih hutang ternyata tidak lekas menguap. Tidak sedikit pula yang kemudian penasaran dengan sosok siapa bos AdaKami, yang kemudian menyediakan layanan pinjaman dan sistem penagihan demikian.

AdaKami sendiri merupakan merk layanan yang digunakan oleh PT Pembiayaan Digital Indonesia. Namanya sebenarnya sudah cukup dikenal, tapi kemudian viral lantaran oknum debt collection AdaKami dinilai melakukan teror, hingga berujung pada salah satu nasabahnya yang memutuskan bunuh diri.

Siapa Bos AdaKami?

Didirikan oleh Bernardino Moningka Vega, kini ia menjabat sebagai Direktur Utama. Ia didampingi oleh Li Meng Michael sebagai Direktur Operasional, dan ada pula Isenta Hioe sebagai Komisaris Utama, Ho Tak Leung Simon dan Amelia Kurniawan yang menjabat sebagai Komisaris.

Bernardino merupakan orang yang cukup senior di dunia bisnis. Ia menjabat pula sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Hubungan Luar Negeri.

Lulusan Teknik Sipil University of Southern California pada tahun 1984 lalu, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Providence College Amerika Serikat dan mendapat gelar Master of Business Administration di tahun 1986.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua National Secretariat for Sub-Regional Cooperation dibawah  Kemenko Perekonomian tahun 2005 hingga 2007 lalu, dna pernah juga menjadi direktur PT Korporindo Konsultasi selama  8 tahun sejak 2007 lalu. Perusahaan ini adalah perusahaan manajemen investasi.

Di tahun 2015 ia membangun PT Pembangkit Energi Mandiri, dan masih aktif sebagai salah satu orang paling berpengaruh di perusahaan tersebut.

baca juga

Pemegang Saham AdaKami

Saat ini, pemegang saham AdaKami adalah FinVolution Group, yang merupakan perusahaan kenamaan asal Tiongkok yang sudah berdiri sejak tahun 2007 lalu. Perusahaan ini juga sudah melantai di bursa Amerika Serikat, dengan kode saham FINV.

Mengacu pada laporan keuangannya, mereka memegang porsi sampai 80% kepemilikan PT Pembiayaan Digital Indonesia. Sisa dari saham yang ada dimiliki oleh PT Paraduta Satya Wahana, yang merupakan perusahaan lokal.

Meski demikian perusahaan ini terafiliasi dengan grup Northstar, yang merupakan perusahaan investasi terkemuka di kawasan Asia Tenggara milik Patrick Waluyo.

Itu tadi sekilas profil singkat mengenai siapa bos AdaKami yang belakangan viral karena kasus penagihan yang dilakukannya. Semoga artikel ini menjadi artikel yang berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Pemilik AdaKami? Ini Profil Bos Pinjol yang Ikut Disorot Usai Nasabah Bunuh Diri

Siapa Pemilik AdaKami? Ini Profil Bos Pinjol yang Ikut Disorot Usai Nasabah Bunuh Diri

News | Minggu, 24 September 2023 | 12:51 WIB

Kasus Nasabah AdaKami, Ini 7 Cara Melunasi Pinjol dengan Cepat

Kasus Nasabah AdaKami, Ini 7 Cara Melunasi Pinjol dengan Cepat

News | Minggu, 24 September 2023 | 12:25 WIB

OJK Akan Telusuri Metode Order Fiktif AdaKami untuk Teror Nasabah

OJK Akan Telusuri Metode Order Fiktif AdaKami untuk Teror Nasabah

Bisnis | Minggu, 24 September 2023 | 09:02 WIB

Terkini

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:18 WIB

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:59 WIB

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

×