Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Hindari Penipuan Properti dengan Memilih Pengembang yang Kredibel

Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 27 November 2023 | 10:30 WIB
Hindari Penipuan Properti dengan Memilih Pengembang yang Kredibel
(Dok: Istimewa)

Suara.com - Permintaan terhadap properti khususnya perumahan tak pernah surut tiap tahunnya. Bahkan, menurut Indonesia Property Market Report, pada kuartal pertama 2023, pencarian dan permintaan properti berupa hunian tapak di Jabodetabek terus menunjukkan kenaikan yang positif.

Pada kuartal empat tahun 2022, permintaan masyarakat terhadap hunian masih didominasi oleh permintaan rumah tapak, yakni sebesar 92 persen dari total pencarian produk properti.

Masalahnya, meningkatnya permintaan terhadap properti dibuntuti oleh berbagai macam kasus yang melibatkan tanggung jawab pengembang. Seperti yang dapat dilihat pada data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pada 2015 saja terdapat 160 pengaduan terkait penipuan properti.

Sejauh ini perlu diakui jika pemerintah pun belum aktif dalam mengawasi pengembang nakal. Pemerintah hanya fokus terhadap perizinan dari entitas pengembang. Sementara terkait dengan kesepakatan antara pengembang dan konsumen, perlu didasari oleh pelaporan daripada konsumen itu sendiri.

Maraknya penipuan di dunia properti Indonesia sendiri sebenarnya tidak melulu terjadi akibat pengembang yang bandel. Kerap kali, penipuan juga muncul karena masyarakatnya sendiri yang belum sepenuhnya memahami bagaimana proses penyediaan rumah. Dalam situasi tersebut, pengembang sering kali memanfaatkan kelemahan konsumen untuk melakukan penipuan.

Maka itu, sejauh ini pemerintah getol mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan edukasinya terhadap properti, dan selalu hati-hati sebelum membeli.

Mencari tahu pengembang yang kredibel merupakan hal yang penting bagi konsumen, sebelum benar-benar melakukan booking fee atau pembelian properti. Pasalnya, pengembang yang kredibel justru memberi pemahaman terhadap konsumen, sebelum ada salah satu pihak yang merasa mengalami kerugian.

Misalnya Kavia Land, salah satu grup usaha pengembang properti berskala nasional yang dalam sepuluh tahun terakhir aktif membangun dan menyediakan hunian di seputar Jabodetabek.

CEO Kavia Land, Musthafa Hadid, menjelaskan bahwa perusahaannya mendapat kepercayaan dari publik karena beberapa hal di antaranya berkomitmen untuk mengelola perusahaannya dengan baik hingga melakukan perbaikan dan pengembangan pada produk.

Ia mengklaim sejauh ini Kavia Land mendapatkan minim aduan karena selalu melakukan serah terima kunci sesuai dengan waktu yang sudah disepakati bersama konsumen secara tertulis.

Tak hanya itu, mereka juga dapat memastikan bahwa pembangunan properti di bawah pengembang Kavia Land akan memakan waktu yang relatif lebih singkat karena unit dibangun oleh tim kontraktornya sendiri.

“Kami memastikan bahwa setelah serah terima kunci, konsumen bisa langsung menempati rumah impiannya. Kami bisa memastikan bahwa konsumen tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hunian impian yang nyaman,” kata Musthafa.

Sejauh ini mereka menyediakan rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam tiga proyek berbeda. Harga jual dari properti Kavia Land berkisar mulai dari Rp700 jutaan hingga Rp2 miliar.

Yang teranyar, mereka baru saja mengembangkan proyek perumahan yang berlokasi di kawasan Harjamukti, Depok, Jawa Barat.

Menurut Musthafa, merujuk pada data yang ada, Kavia Land dipercaya oleh banyak pasangan muda yang ingin memiliki rumah pertamanya. Tak hanya itu, kerap kali konsumen juga merupakan para orangtua yang ingin menghadiahkan hunian untuk anaknya, hingga karyawan-karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beli Properti Kini Tinggal Sat Set Sat Set, Begini Caranya

Beli Properti Kini Tinggal Sat Set Sat Set, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 17 November 2023 | 13:22 WIB

Harga di Jakarta Mahal, Konsumen Pindah Beli Rumah di Tangerang Selatan

Harga di Jakarta Mahal, Konsumen Pindah Beli Rumah di Tangerang Selatan

Bisnis | Kamis, 16 November 2023 | 09:22 WIB

Prospek Bisnis Properti IKN Diprediksi Meroket, Capai Rp12 Triliun Tiap Tahun

Prospek Bisnis Properti IKN Diprediksi Meroket, Capai Rp12 Triliun Tiap Tahun

Bisnis | Selasa, 07 November 2023 | 11:21 WIB

KAI Properti Komitmen Tingkatkan Keselamatan Kerja di Setiap Proyek Konstruksi

KAI Properti Komitmen Tingkatkan Keselamatan Kerja di Setiap Proyek Konstruksi

Bisnis | Senin, 06 November 2023 | 05:56 WIB

Bonus Akhir Tahun Cair, Lakukan Hal Ini untuk Amankan Properti dari Kerugian Secara Ekonomi

Bonus Akhir Tahun Cair, Lakukan Hal Ini untuk Amankan Properti dari Kerugian Secara Ekonomi

Press Release | Kamis, 02 November 2023 | 10:00 WIB

Sinar Primera Gandeng Gaw Capital Partners Kembangkan Pusat Data di Batam

Sinar Primera Gandeng Gaw Capital Partners Kembangkan Pusat Data di Batam

Bisnis | Kamis, 02 November 2023 | 06:26 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB