Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Kinerja Rupiah Terapresiasi Pada 2023, Bagaimana Proyeksi Tahun 2024

M Nurhadi

Rabu, 03 Januari 2024 | 10:54 WIB
Kinerja Rupiah Terapresiasi Pada 2023, Bagaimana Proyeksi Tahun 2024
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Secara keseluruhan, rupiah terapresiasi sebesar 1,11 persen persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada tahun 2023 lalu.

"Rupiah berhasil terapresiasi sebesar 1,11 persen (yoy) di tahun 2023," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Rabu (3/1/2023).

Hari ini, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 6,16 persen (yoy) di 2023, terutama didorong oleh sentimen risk-on dari pasar global dalam dua bulan terakhir.

Dari awal tahun 2023 hingga 28 Desember 2023, total arus modal masuk bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp80,45 triliun, sementara di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp52,81 triliun. Sebaliknya, terdapat arus modal asing keluar bersih sebesar Rp10,74 triliun dari pasar saham.

Pada paruh pertama tahun 2023, rupiah mengalami apresiasi dan mencatatkan nilai di bawah Rp15.000 per dolar AS. Namun, ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memberikan indikasi "higher for longer" di awal semester kedua, terjadi perubahan tren pada kuartal III-2023.

Selanjutnya dalam dua bulan terakhir, rupiah menguat terhadap dolar AS karena pelonggaran indikator perekonomian AS dan sinyal dovish dari The Fed.

The Fed mengisyaratkan penurunan suku bunga secara signifikan pada tahun 2024. Indeks dolar AS terdepresiasi sebesar 2,11 persen (yoy) pada akhir tahun 2023.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah berlanjut sejalan dengan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia dan mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan global.

Di samping kebijakan stabilisasi BI, berlanjutnya apresiasi nilai tukar rupiah didorong oleh masuknya aliran portofolio asing, menariknya imbal hasil aset keuangan domestik, serta tetap positifnya prospek ekonomi.

baca juga

Ke depan, Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko yang mungkin muncul dan memastikan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pupuk Kaltim Dukung Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah

Pupuk Kaltim Dukung Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah

Bisnis | Sabtu, 30 Desember 2023 | 06:31 WIB

Gilbert PDIP Sebut Anies yang Hoaks Usai Tuding Mahasiswa Pakai Data Palsu Soal Rumah DP Rp 0

Gilbert PDIP Sebut Anies yang Hoaks Usai Tuding Mahasiswa Pakai Data Palsu Soal Rumah DP Rp 0

Kotak Suara | Jum'at, 29 Desember 2023 | 16:40 WIB

Bukan Sekedar Utang, Ini Sisi Positif Pinjol Bagi Masyarakat Unbanked

Bukan Sekedar Utang, Ini Sisi Positif Pinjol Bagi Masyarakat Unbanked

Bisnis | Rabu, 27 Desember 2023 | 17:12 WIB

Anies: Kalau Sekarang Ada yang Menemukan Metromini di Jakarta, Saya Traktir Makan Malam

Anies: Kalau Sekarang Ada yang Menemukan Metromini di Jakarta, Saya Traktir Makan Malam

Kotak Suara | Kamis, 21 Desember 2023 | 12:59 WIB

Capai Triliunan Rupiah! KPK Tunggu Laporan PPATK soal Dana Kampanye Diduga Hasil Korupsi

Capai Triliunan Rupiah! KPK Tunggu Laporan PPATK soal Dana Kampanye Diduga Hasil Korupsi

Kotak Suara | Senin, 18 Desember 2023 | 18:07 WIB

Cari Informasi Kurs dan Suku Bunga? Bisa Menghubungi Layanan Contact BRI 1500017

Cari Informasi Kurs dan Suku Bunga? Bisa Menghubungi Layanan Contact BRI 1500017

Bisnis | Senin, 18 Desember 2023 | 08:12 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB