Hashim Sebut Rasio Utang di Pemerintah Prabowo Bisa Naik 50%, Jika Pendapatan Moncer

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 12 Juli 2024 | 14:36 WIB
Hashim Sebut Rasio Utang di Pemerintah Prabowo Bisa Naik 50%, Jika Pendapatan Moncer
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusomo menilai isu tiga periode yang dikaitkan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan berita lama. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan rencana Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang ingin menaikkan rasio utang negara menjadi 50 persen. Menurut dia, kebijakan itu bisa terlaksana setelah pendapatan negara juga ikut alami kenaikan.

Kekinian, pemerintah Joko Widodo (Jokowi) mematok rasio utang sebesar 39 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Idenya adalah untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan tingkat utang," ujar Hashim seperti dikutip Financial Times, Jumat (12/7/2024).

Hashim juga bilang, kenaikan rasio utang hingga 50 persen juga masih dianggap relevan oleh Bank Dunia. Sehingga, sah-sah saja, jika pemerintahan baru ingin menjalankan kebijakan itu.

"Saya telah berbicara dengan Bank Dunia dan mereka berpendapat bahwa 50 persen adalah angka yang bijaksana," ucap dia.

Sebelumnya, Ekonom Faisal Basri mengkritik keras soal rencana Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang bakal menaikkan rasio utang RI terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 50 persen.

Faisal mengatakan akan ada dampak besar dari wacana itu, yakni pelebaran defisit hingga stabilitas keuangan yang bisa goyang.

"Kalau dipaksakan, ya siap-siap saja makro stability-nya goyang. Ongkosnya mahal," kata Faisal Basri kepada wartawan dikutip Kamis (11/7/2024).

Faisal juga 'menyemprot' Prabowo dengan kata arogan tak kala memuluskan rencana itu demi menjalankan program yang ia janjian semasa kampanye.

"Artinya arogan sekali generasi sekarang, ingin mewujudkan keinginan mereka sekarang, tapi yang membiayai melalui utang," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hashim Diam-diam Bicara ke Bank Dunia Soal Prabowo Mau Kerek Naik Rasio Utang 50% PDB

Hashim Diam-diam Bicara ke Bank Dunia Soal Prabowo Mau Kerek Naik Rasio Utang 50% PDB

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2024 | 14:31 WIB

Adik Prabowo Bongkar Rencana Ambisius Soal Utang Negara

Adik Prabowo Bongkar Rencana Ambisius Soal Utang Negara

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2024 | 10:37 WIB

Faisal Basri Semprot Prabowo Soal Rencana Kerek Rasio Utang: Arogan Generasi Sekarang!

Faisal Basri Semprot Prabowo Soal Rencana Kerek Rasio Utang: Arogan Generasi Sekarang!

Bisnis | Kamis, 11 Juli 2024 | 20:21 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB