PMI Manufaktur RI Anjlok, PHK Bak Wabah yang Merebak

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 02 Agustus 2024 | 17:51 WIB
PMI Manufaktur RI Anjlok, PHK Bak Wabah yang Merebak
Ilustrasi PHK Massal (Antara)

Suara.com - Data Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali mencatat penurunan tajam pada bulan Juli 2024 turun ke level 49,3 atau terkontraksi. Pada Juni 2024, PMI Manufaktur Indonesia masih ekspansif di level 50,7.

Hal ini mengindikasikan kontraksi yang semakin dalam dalam sektor manufaktur, yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Anjloknya PMI Manufaktur ini memicu kekhawatiran akan terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Sejumlah perusahaan manufaktur telah mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah karyawan guna memangkas biaya produksi di tengah lesunya permintaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyadari kondisi ini, dia bilang akan mempelajari masalah yang ada agar kontraksi ini tidak berlangsung lama.

"Kita lihat datanya, kemudian kita akan merumuskan kebijakan supaya masa kontraksinya tidak lama dan bisa kembali," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers KSSK pada Jumat (2/8/2024).

Menurutnya pemerintah akan terus mendukung dengan berbagai macam dukungan agar sektor padat karya ini bisa kembali ke jalur terbaiknya.

"Pemerintah akan melakukan langkah korektif. Biasanya instrumennya menggunakan PMK anti dumping dan berbagai hal, ini kami berkoordinasi dengan menteri terkait yaitu Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian," ucapnya.

Terkait permintaan yang melemah karena faktor luar negeri atau ekspor, Sri Mulyani menyebut hal itu karena ekonomi beberapa negara memang menunjukkan pelemahan seperti Amerika Serikat (AS) dan China. Untungnya, lanjut dia Indonesia bisa diselamatkan oleh India.

baca juga

"Kita masih punya harapan terhadap India, hanya kalau India itu mungkin bukan barang manufaktur. Jadi ekspor kita bisa kuat, tapi barang manufaktur yang diukur dalam PMI itu memang cenderung pada manufaktur yang sifatnya labour intensive tradisional manufaktur Indonesia seperti tekstil, alas kaki sehingga mungkin tidak mencerminkan katakanlah manufaktur yang sekarang ini lagi banyak di Indonesia yaitu terutama hilirisasi," ucapnya.

Sri Mulyani berharap anjloknya PMI manufaktur hanya bersifat sementara. Pasalnya jika dilihat melalui kepercayaan bisnis dari proses produksi PMI pada Juli 2024 justru mengalami peningkatan.

"Jadi ini harapannya positif. Kondisi hari ini mungkin permintaannya melemah, tapi optimisme mereka dari sisi bisnis dan kepercayaan bahwa demand tahun depan menguat, itu memberikan harapan sehingga kita harapkan koreksi PMI zona kontraktif ini sifatnya sementara," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shopee Diisukan Kembali Lakukan PHK Massal Karyawan

Shopee Diisukan Kembali Lakukan PHK Massal Karyawan

Bisnis | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Pabrik Jok Mewah Recaro Bangkrut, 215 Nasib Pekerja Tak Jelas

Pabrik Jok Mewah Recaro Bangkrut, 215 Nasib Pekerja Tak Jelas

Bisnis | Rabu, 31 Juli 2024 | 15:17 WIB

Lepas Ekspor Produk Alas Kaki Senilai Rp6,50 Miliar di Salatiga, Mendag Terus Dorong Peningkatan Ekspor

Lepas Ekspor Produk Alas Kaki Senilai Rp6,50 Miliar di Salatiga, Mendag Terus Dorong Peningkatan Ekspor

Bisnis | Senin, 29 Juli 2024 | 17:30 WIB

Terkini

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Promo Hotel Agoda dari BRI, Bisa Dipakai Liburan Bertahun-tahun ke Depan

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:25 WIB

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Hiu Paus Terdampar di Abdya, Gagal Dievakuasi hingga Akhirnya Mati

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:15 WIB

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

Promo Diskon 10% Dusit Thani untuk Seluruh Pemegang Debit Virtual BRI

Promo Diskon 10% Dusit Thani untuk Seluruh Pemegang Debit Virtual BRI

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:00 WIB

Promo BRI Terbaru, Diskon hingga 40% untuk Persiapan Kuliah di Luar Negeri

Promo BRI Terbaru, Diskon hingga 40% untuk Persiapan Kuliah di Luar Negeri

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 15:53 WIB

Kode Promo Healing di Banyan Group Khusus Nasabah BRI

Kode Promo Healing di Banyan Group Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 15:49 WIB

×