Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jelang Masa Jabatan Jokowi Berakhir, Harga Pangan Naik Gila-gilaan

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 26 September 2024 | 11:40 WIB
Jelang Masa Jabatan Jokowi Berakhir, Harga Pangan Naik Gila-gilaan
Aktivitas pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Selasa (2/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat sejumlah komoditas pangan secara umum naik, mulai beras, bawang hingga cabai rawit merah naik Rp2.450 menjadi Rp48.200 per kilogram (kg), per Kamis (26/9/2024).

Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas pukul 07.20 WIB yag dikutip Antara, harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium naik 2,19 persen atau Rp340 menjadi Rp15.860 per kg.

Begitu pun harga beras medium naik 2,28 persen atau Rp310 menjadi Rp13.900 per kg; begitu pun beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog naik 0,16 persen atau Rp20 menjadi Rp12.590 per kg.

Sama dengan harga komoditas bawang merah naik 4,02 persen atau Rp1.110 menjadi Rp28.730 per kg; lalu bawang putih bonggol juga naik 1,86 persen atau Rp740 menjadi Rp40.490 per kg.

Begitu pun harga komoditas cabai merah keriting naik tipis 0,85 persen atau Rp280 menjadi Rp33.249 per kg; lalu cabai rawit merah juga naik 5,36 persen atau Rp2.450 menjadi Rp48.200 per kg.

Sedangkan harga daging sapi murni turun 6,46 persen atau Rp8.700 menjadi Rp126.070 per kg; berbeda dengan daging ayam ras naik 7,91 persen atau Rp2.740 menjadi Rp37.380 per kg; begitu pun telur ayam ras naik 4,22 persen atau Rp1.200 menjadi Rp29.640 per kg.

Berikutnya, harga kedelai biji kering (impor) juga terpantau turun 0,09 persen atau Rp10 menjadi Rp10.810 per kg; lalu gula konsumsi naik 2,08 persen atau Rp370 menjadi Rp18.200 per kg.

Kemudian, harga minyak goreng kemasan sederhana naik 0,33 persen atau Rp60 menjadi Rp18.210 per kg; lalu minyak goreng curah juga naik 0,86 persen atau Rp140 menjadi Rp16.480 per kg.

Berikutnya harga tepung terigu curah naik 0,59 persen atau Rp60 menjadi Rp10.250 per kg; lalu tepung terigu non curah juga naik tipis 2,75 persen atau Rp360 menjadi Rp13.470 per kg.

baca juga

Kemudian harga jagung di tingkat peternak naik hingga 9,68 persen atau Rp580 menjadi Rp6.570 per kg; lalu harga garam halus beryodium juga naik 1,39 persen atau Rp160 menjadi Rp11.660 per kg.

Berikutnya, harga ikan kembung naik 0,93 persen atau Rp350 menjadi Rp37.810 per kg; sedangkan ikan tongkol turun 0,35 persen atau Rp110 menjadi Rp31.770 per kg; lalu ikan bandeng terpantau naik hingga 5,42 persen atau Rp1.800 menjadi Rp35.020 per kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp1,6 Juta Per Kilo! Seperti Apa Rasa Beras Jepang yang Lebih Mahal dari Emas?

Rp1,6 Juta Per Kilo! Seperti Apa Rasa Beras Jepang yang Lebih Mahal dari Emas?

News | Kamis, 26 September 2024 | 09:25 WIB

Beras Mahal Petani Miskin, SPI Desak Prabowo Pecat Kepala Bapanas

Beras Mahal Petani Miskin, SPI Desak Prabowo Pecat Kepala Bapanas

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 06:08 WIB

Sejarah Popcorn sampai Dirayakan Jadi Google Doodle Gara-gara Mesin Pembuat yang Terbesar

Sejarah Popcorn sampai Dirayakan Jadi Google Doodle Gara-gara Mesin Pembuat yang Terbesar

Lifestyle | Rabu, 25 September 2024 | 17:11 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×