Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Waskita Karya Tercekik Utang Rp 82 Triliun: Rating Anjlok, Restrukturisasi Gagal Maning

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 15 Oktober 2024 | 11:05 WIB
Waskita Karya Tercekik Utang Rp 82 Triliun: Rating Anjlok, Restrukturisasi Gagal Maning
Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'.

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali menghadapi tantangan finansial. Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'.

Kondisi ini berarti Waskita Karya gagal memenuhi sebagian kewajiban finansialnya yang telah jatuh tempo. Data ini dipublikasikan Pefindo pada 11 Oktober 2024 atau beberapa hari lalu.

Menurut Pefindo, meskipun mengalami kesulitan dalam membayar beberapa utang, Waskita Karya masih mampu memenuhi kewajiban lainnya secara tepat waktu.

Status 'selective default' ini tentunya menjadi sorotan bagi investor dan pasar keuangan, mengingat Waskita Karya merupakan salah satu perusahaan konstruksi BUMN terbesar di Indonesia.

Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'.
Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'. (Dok Pefindo)

Menurut Pefindo, efek utang diberi peringkat idD pada saat gagal bayar, atau gagal bayar atas efek utang terjadi dengan sendirinya pada saat pertama kali timbulnya peristiwa gagal bayar atas efek utang tersebut.

Efek utang dengan peringkat idB mengindikasikan parameter proteksi yang lemah dibandingkan efek utang Indonesia lainnya.

"Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang, dibandingkan emiten Indonesia lainnya, akan sangat mungkin diperlemah oleh memburuknya kondisi bisnis, keuangan atau perekonomian," papar Pefindo dikutip Selasa (15/10/2024).

Meski demikian penetapan peringkat idSD oleh Pefindo kepada Waskita Karya menjadi alarm bagi perusahaan konstruksi pelat merah ini. Status 'selective default' yang disandang Waskita Karya juga mengindikasikan adanya masalah serius dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Kondisi ini berpotensi menghambat akses Waskita Karya terhadap pendanaan baru dan dapat mempengaruhi kepercayaan investor. Ke depan, Waskita Karya perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangannya dan keluar dari situasi sulit ini.

Begitu juga dengan kondisi peringkat Obligasi Berkelanjutan (PUB) III Tahap IV di idD karena WSKT belum mendapatkan persetujuan restrukturisasi dari pemegang obligasi tersebut, dan menegaskan peringkat PUB III Tahap II, Tahap III, dan PUB IV Tahap I Perusahaan di idB.

Di sisi lain, Pefindo juga menegaskan peringkat untuk Obligasi III dan Obligasi IV WSKT di idAAA(gg) serta Sukuk Mudharabah I di idAAA(sy)(gg) yang mencerminkan jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari Pemerintah Indonesia. Peringkat perusahaan mencerminkan profil keuangan WSKT yang sangat lemah.

"Kami dapat merevisi peringkat menjadi lebih tinggi jika WSKT telah menyelesaikan program restrukturisasi dengan pemegang obligasi serta menunjukkan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban keuangannya secara berkelanjutan," kata Pefindo.

Untuk diketahui, total utang Waskita Karya mencapai Rp 82 triliun per kuartal II-2024, berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit. Utang perusahaan tersebut di antaranya mencakup utang terhadap kreditur perbankan sebesar Rp 26,3 triliun dan obligor senilai Rp 4,3 triliun.

Salah satu penyebab perusahaan terlilit utang karena penugasan proyek jalan tol. Waskita Karya sendiri baru saja mendapatkan persetujuan restrukturisasi utang senilai Rp 26,3 triliun dari 21 perbankan. Restrukturisasi ini juga jadi upaya penyehatan keuangan perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rating Melesat, Ini 3 Alasan Drama Korea 'Jeongnyeon' Wajib Ditonton!

Rating Melesat, Ini 3 Alasan Drama Korea 'Jeongnyeon' Wajib Ditonton!

Your Say | Selasa, 15 Oktober 2024 | 08:30 WIB

Rating Drama Korea Jeongnyeon Meningkat Hampir Dua Kali Lipat untuk Episode 2

Rating Drama Korea Jeongnyeon Meningkat Hampir Dua Kali Lipat untuk Episode 2

Your Say | Senin, 14 Oktober 2024 | 16:24 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak 7% di Agustus 2024

Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak 7% di Agustus 2024

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2024 | 14:22 WIB

Terkini

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB