Proyek Hybrid Green Ammonia Pertama Dunia Akan Dibangun di Indonesia

Iwan Supriyatna

Selasa, 12 November 2024 | 14:21 WIB
Proyek Hybrid Green Ammonia Pertama Dunia Akan Dibangun di Indonesia
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.

Suara.com - Berpartisipasi sebagai anggota delegasi Indonesia di Conference of the Parties (COP) UN Climate Change Conference ke-29 di Azerbaijan, PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan posisi Indonesia dalam transisi energi hijau global melalui Proyek GAIA (Green Ammonia Initiative from Aceh) yang akan menjadi fasilitas hybrid green ammonia pertama di dunia.

Proyek ini memanfaatkan pabrik amonia milik anak perusahaan Pupuk Indonesia, yakni Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh. Selain memproduksi amonia dari bahan baku gas alam, pabrik ini juga akan menghasilkan amonia hijau dari hidrogen yang dihasilkan lewat proses elektrolisis air.

“Proyek GAIA bukan hanya upaya meningkatkan efisiensi penggunaan aset yang ada, namun juga inovasi kami dalam menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak positif bagi lingkungan, perekonomian, bahkan mendukung ketahanan pangan dan energi,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi ditulis Selasa (12/11/2024).

Apabila amonia hijau ini dapat diproduksi secara konsisten, lanjut Rahmad, Indonesia berpotensi menjadikannya sebagai komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomis tinggi seiring meningkatnya permintaan global. Selain tentunya mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.

Untuk merealisasikannya, Pupuk Indonesia bekerja sama dengan dua perusahaan asal Jepang, Toyo Engineering Corporation dan ITOCHU Corporation, dalam sebuah joint venture yang mendukung rantai nilai produksi dan distribusi amonia hijau.

Kerja sama ini tidak hanya mempercepat implementasi teknologi rendah karbon di Indonesia, tetapi juga mencerminkan komitmen Pupuk Indonesia untuk memerangi perubahan iklim melalui kolaborasi internasional.

Dengan menggabungkan keahlian dari berbagai negara, Project GAIA diharapkan dapat menjadi solusi energi bersih yang berdampak positif secara global dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta transisi energi hijau dunia.

Dalam ekosistem Project GAIA ini, listrik untuk menghasilkan hidrogen hijau berasal dari sumber energi terbarukan yang dipasok PLN, teknologi rancang bangun atau EPC dari Toyo, serta dukungan rantai pasok bahan bakar kapal (marine bunkering) dari ITOCHU.

Project GAIA juga ditujukan untuk mempercepat hilirisasi industri kimia di Indonesia, dengan pendekatan yang mendukung keberlanjutan melalui energi terbarukan.

baca juga

Proyek ini akan menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam memproduksi hybrid amonia hijau, yang tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan domestik, tetapi juga sebagai komoditas bernilai tinggi untuk ekspor.

Di masa depan, model bisnis ini dapat direplikasi di fasilitas-fasilitas produksi amonia lain di Indonesia, bahkan internasional, mendukung hilirisasi berkelanjutan dengan memanfaatkan energi hijau.

Proyek GAIA diprediksi dapat berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Selain mendatangkan investasi, proyek ini dipastikan juga dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi hijau.

Terlebih lagi, secara jangka panjang Proyek GAIA dapat diperluas ke fasilitas produksi amonia lain di Indonesia bahkan mancanegara.

Perluasan model bisnis Proyek GAIA pada fasilitas produksi amonia Pupuk Indonesia grup ke depannya diharapkan dapat menjamin pasokan bahan baku pupuk ramah lingkungan.

Hal ini esensial mengingat pupuk berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri hingga regional.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, yang menjadi lokasi Project GAIA, menyediakan infrastruktur yang mendukung investasi hijau dan mempercepat realisasi potensi ekonomi dari proyek ini.

Dengan keahlian dan pengalaman lebih dari 50 tahun dalam memproduksi, menyimpan, dan mendistribusikan amonia, Pupuk Indonesia berada pada posisi strategis untuk membawa Indonesia menjadi pemain utama amonia hijau di tingkat global.

Karena selain untuk pupuk dan pangan, pengembangan amonia hijau juga dapat mendukung sektor maritim global, yang diproyeksikan akan mengadopsi amonia hijau sebagai bahan bakar ramah lingkungan pada 2050.

“Melalui Project GAIA, Pupuk Indonesia berada di garis terdepan inovasi teknologi rendah karbon. Inisiatif ini tak hanya menjadi milestone bagi dekarbonisasi industri pupuk nasional, tetapi juga berpotensi menjadi model bagi negara lain yang ingin mengembangkan green ammonia,” tutup Rahmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emak-Emak Jadi Andalan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Beri Pelatihan Khusus

Emak-Emak Jadi Andalan Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Beri Pelatihan Khusus

Bisnis | Rabu, 30 Oktober 2024 | 14:18 WIB

Pupuk Indonesia Berdayakan UMKM Kain Songket Jadi Berjual Nilai Tinggi

Pupuk Indonesia Berdayakan UMKM Kain Songket Jadi Berjual Nilai Tinggi

Bisnis | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 16:03 WIB

Optimalkan Hasil Panen Program Makmur, Pupuk Indonesia Terapkan Teknologi Pertanian Presisi Dalam Budidaya Padi

Optimalkan Hasil Panen Program Makmur, Pupuk Indonesia Terapkan Teknologi Pertanian Presisi Dalam Budidaya Padi

Bisnis | Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:56 WIB

Terkini

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap

Jatim | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:45 WIB

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Fakta SEEN, Boy Group Baru Asal Indonesia yang Lagi Curi Perhatian

Fakta SEEN, Boy Group Baru Asal Indonesia yang Lagi Curi Perhatian

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Hari ke-22 Pencarian KM Virgo Transport 8, Dua Jasad Ditemukan di Kalimantan Tengah

Hari ke-22 Pencarian KM Virgo Transport 8, Dua Jasad Ditemukan di Kalimantan Tengah

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Dapur MBG Bertambah di 16 Provinsi, Jumlah Capai Lebih dari 27.000 Unit

Dapur MBG Bertambah di 16 Provinsi, Jumlah Capai Lebih dari 27.000 Unit

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Rekor Milik Gajah Perang, Garuda Punya Modal SUGBK

Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Rekor Milik Gajah Perang, Garuda Punya Modal SUGBK

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Digelar, Ini Cara UMKM Agar Bisa Ikut Serta

Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Digelar, Ini Cara UMKM Agar Bisa Ikut Serta

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:01 WIB

×