Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Gerbong Eks Karyawan Lior Air Masuk Garuda Indonesia dan Digaji Tinggi, APG Protes

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 20 Maret 2025 | 08:49 WIB
Gerbong Eks Karyawan Lior Air Masuk Garuda Indonesia dan Digaji Tinggi, APG Protes
Pesawat Garuda Indonesia [shutterstock]

Suara.com - Kebijakan terbaru PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menuai polemik setelah direksi perusahaan merekrut 14 mantan karyawan Lion Air ke dalam manajemen dan mendapatkan gaji tinggi.

Keputusan ini mendapat protes keras dari Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang menilai rekrutmen tersebut tidak transparan, berpotensi melanggar prinsip Good Corporate Governance (GCG), dan menimbulkan ketidakadilan bagi karyawan internal.

Serikat karyawan yang terdiri dari Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menyatakan bahwa rekrutmen ini mengabaikan sumber daya manusia (SDM) internal yang telah lama mengabdi bagi perusahaan.

"Kami mempertanyakan dasar keputusan ini. Apakah benar-benar untuk kepentingan perusahaan atau ada agenda lain?" ujar Capt. Ruli Wijaya selaku Presiden Asosiasi Pilot Garuda dan juga Ketua Sekretariat Bersama dalam keterangannya dikutip Kamis (20/3/2025).

Pada 5 Maret 2025, serikat karyawan resmi mengirimkan surat kepada Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, menuntut agar 14 eks karyawan Lion Air tersebut dinonaktifkan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari manajemen.

Polemik ini tidak hanya memicu ketegangan internal, tetapi juga berdampak langsung pada pasar. Pada 18 Maret 2025, saham Garuda Indonesia anjlok ke Rp 33 per lembar, level terendah dalam sejarahnya. Kepercayaan investor dan publik terhadap maskapai nasional ini semakin tergerus.

Serikat karyawan mendesak direksi untuk segera bertindak transparan dan menghentikan kebijakan yang berpotensi merusak stabilitas perusahaan. "Garuda harus kembali kepada prinsip profesionalisme, bukan kepentingan kelompok tertentu," tegas salah satu perwakilan serikat.

Akankah manajemen Garuda memberikan klarifikasi dan meredakan gejolak ini? Ataukah polemik ini akan terus berlanjut dan semakin mengguncang stabilitas perusahaan? Semua pihak kini menanti keputusan manajemen Garuda Indonesia.

Karyawan Garuda Indonesia, menurut Ruli, mengindikasikan bahwa beberapa dari 14 mantan karyawan Lion Air itu akan diberikan jabatan strategis, bahkan hingga level Direksi di Garuda Indonesia Group.  

Menurut Ruli, sejak polemik rekrutmen mantan karyawan Lion Air di Garuda Indonesia mengemuka, kepercayaan masyarakat dan investor terus menurun terhadap Garuda Indonesia. "Saham PT Garuda Indonesia anjlok ke titik terendah senilai Rp 33 per saham pada tanggal 18 Maret 2025," kata Ruli.

Menurut Ruli, seluruh karyawan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Serikat Bersama (Sekber) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terdiri dari Asosiasi Pilot Garuda (APG), Serikat Karyawan Garuda Indonesia (SEKARGA) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) telah melakukan sejumlah langkah terkait kondisi tersebut. 

Para karyawan Garuda Indonesia telah mengirimkan surat kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan mengenai kontroversi rekrutmen dan penempatan mantan karyawan Group Lion Air, serta menuntut agar 14 orang tersebut dinonaktifkan. "Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Wamildan," kata Ruli menambahkan.

Sebelumnya, Direktur Human Capital & Corporate Service Garuda Indonesia Enny Kristiani pada tanggal 5 Maret sudah memberikan tanggapan terkait viralnya polemik ini di media sosial.

Menurut Enny, ke-14 orang tersebut berstatus sebagai pegawai pro hire yang memiliki kontrak kerja.

"Proses penerimaannya juga dilakukan sesuai ketentuan rekrutmen kepegawaian yang berlaku di perusahaan," kata Enny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelopor Pendidikan Manajemen Indonesia Resmi Raih Akreditasi Unggul Akuntansi

Pelopor Pendidikan Manajemen Indonesia Resmi Raih Akreditasi Unggul Akuntansi

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 16:13 WIB

BRI-MI Tebar Kebaikan Ramadan, Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim!

BRI-MI Tebar Kebaikan Ramadan, Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim!

Bri | Selasa, 18 Maret 2025 | 13:21 WIB

Manajemen OVT Tengah Malam: Ketika Pikiran Jadi Pesta dan Kita Tak Diundang

Manajemen OVT Tengah Malam: Ketika Pikiran Jadi Pesta dan Kita Tak Diundang

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 14:16 WIB

Terkini

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB